Mau Awet Muda? Lepaskan Hubungan dengan Toxic People

3 hours ago 3

CANTIKA.COMJakarta - Berada di sekitar orang yang membawa energi negatif ternyata bukan cuma bikin lelah secara emosional. Studi psikologi terbaru menemukan bahwa berhubungan dengan toxic people, individu yang kerap memicu stres dan tekanan bisa berdampak serius pada kesehatan, bahkan mempercepat proses penuaan secara biologis.

Mengutip laporan di Psychology Today, temuan ini berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. Studi tersebut dipimpin oleh Byungkyu Lee dari New York University dan melibatkan lebih dari 2.300 responden di Indiana, Amerika Serikat.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan tidak hanya melihat usia kronologis—yakni usia berdasarkan tanggal lahir—tetapi juga usia biologis. Usia biologis mencerminkan kondisi tubuh yang sebenarnya dan diukur melalui metode metilasi DNA menggunakan sampel air liur.

Selain itu, para responden diminta menyebutkan individu dalam jaringan sosial mereka yang dianggap sebagai hasslers—orang-orang yang sering menimbulkan stres, konflik, atau kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.

Hasilnya cukup mengejutkan. Sebanyak 28,8 persen responden mengaku memiliki setidaknya satu orang toxic dalam lingkaran sosialnya. Bahkan sekitar 10 persen menyebut memiliki dua orang atau lebih. Perempuan tercatat lebih banyak melaporkan hubungan bermasalah dibanding laki-laki.

Dampaknya: Usia Biologis Lebih Tua 9 Bulan

Peneliti menemukan bahwa setiap satu orang toxic dalam lingkaran sosial berkaitan dengan percepatan penuaan biologis sebesar 1,5 persen. Secara rata-rata, individu yang memiliki relasi toxic tercatat memiliki usia biologis sekitar sembilan bulan lebih tua dibandingkan mereka yang tidak memiliki hubungan penuh tekanan tersebut.

Efek ini lebih kuat jika orang toxic berasal dari keluarga atau teman dekat. Sementara pada pasangan, dampaknya relatif lebih kecil. Peneliti menduga hal ini karena hubungan pernikahan tetap memberikan manfaat sosial tertentu, seperti mengurangi rasa kesepian, yang mungkin menyeimbangkan dampak negatifnya.

Tak hanya soal penuaan, keberadaan orang toxic juga dikaitkan dengan peningkatan peradangan dalam tubuh, faktor yang berkontribusi pada berbagai penyakit kronis.

Apa Itu Toxic People?

Toxic people merujuk pada individu yang secara konsisten memunculkan perilaku manipulatif, meremehkan, mengontrol, atau menguras energi emosional orang lain. Beberapa ciri umum toxic people antara lain:

1. Sering menyalahkan orang lain dan enggan bertanggung jawab

2. Gemar memicu drama atau konflik

3. Mengkritik secara berlebihan

4. Manipulatif dan membuat orang lain merasa bersalah

5. Mengabaikan batasan pribadi (boundaries)

Interaksi jangka panjang dengan orang seperti ini dapat memicu stres kronis. Dalam perspektif kesehatan, stres berkepanjangan meningkatkan hormon kortisol yang berkontribusi pada peradangan, gangguan tidur, penurunan imunitas, hingga percepatan penuaan sel.

Menjaga Jarak Demi Kesehatan

Temuan studi ini menegaskan bahwa kesehatan tidak hanya dipengaruhi pola makan dan olahraga, tetapi juga kualitas relasi sosial. Menjaga jarak dari hubungan yang penuh tekanan, menetapkan batasan yang sehat, dan membangun lingkaran sosial yang suportif bisa menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan fisik maupun mental.

Pada akhirnya, merawat kesehatan berarti juga berani mengevaluasi siapa saja yang kita izinkan masuk ke dalam ruang personal. Karena ternyata, energi negatif yang terus-menerus hadir bukan hanya menguras emosi, tetapi juga bisa mempercepat waktu di tubuh kita. Katanya ingin awet muda

ECKA PRAMITA | ANTARA | HEALTHLINE | VERY WELL MIND

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |