MENTERI Luar Negeri Cina Wang Yi dijadwalkan akan mengunjungi tiga negara Asia Tenggara (ASEAN) yaitu Kamboja, Thailand, dan Myanmar pada Rabu 22 April-Ahad 26 April 2026.
Selain kunjungan resmi, Menlu Wang Yi bersama Menteri Pertahanan Dong Jun juga akan menghadiri pertemuan perdana mekanisme dialog strategis "2+2" Cina-Kamboja yang melibatkan menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Selama kunjungan ke Kamboja pada April tahun lalu, Presiden Xi Jinping dan pemimpin Kamboja menyepakati pembentukan mekanisme dialog strategis '2+2'. Hal ini secara nyata menunjukkan sifat hubungan bilateral yang tinggi dan bersifat strategis," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Selasa seperti dilansir Antara.
Sebelum Kamboja, Indonesia dan Cina sudah lebih dahulu memiliki mekanisme dialog strategis "2+2" yang dilaksanakan pertama pada 21 April 2025 lalu di Beijing. Pertemuan ini dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Selain Indonesia dan Kamboja, Cina juga menggelar mekanime "3+3" dengan Vietnam yang mencakup bidang diplomasi, pertahanan, dan keamanan publik yang dilaksanakan pada pada 15-17 Maret 2026.
"Di tengah gejolak dan transformasi yang terjadi di dunia, peluncuran mekanisme dialog strategis '2+2' ini dapat membantu Cina dan Kamboja untuk memperkuat komunikasi strategis serta bersama-sama menghadapi berbagai tantangan eksternal," Guo Jiakun menambahkan.
Pembicaraan "2+2" itu, ungkap Guo Jiakun, merupakan bagian dari upaya untuk memperdalam komunitas masa depan bersama Cina-Kamboja yang tangguh dan menjadi jalan yang pasti untuk memajukan agenda modernisasi kedua negara.
"Menteri Luar Negeri Wang Yi dan Menteri Pertahanan Dong Jun akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dengan pihak Kamboja. Dengan fokus pada hubungan bilateral, kerja sama bidang politik serta pertahanan dan keamanan, serta situasi internasional dan regional. Keduanya akan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Kamboja," ujar Guo Jiakun.
Ia menyebut Cina siap bekerja sama dengan Kamboja untuk memanfaatkan platform komunikasi strategis ini dengan sebaik-baiknya. Cina juga melakukan upaya terkoordinasi guna memajukan pembangunan berkualitas tinggi dan keamanan tingkat tinggi demi kemakmuran, revitalisasi, dan stabilitas jangka panjang kedua negara.
Sedangkan kunjungan ke Thailand dan Myanmar disebut krusial karena keduanya ditambah Kamboja berada pada titik krusial dalam proses pembangunannya.
"Kamboja sedang mempercepat pelaksanaan Strategi Pentagonal-nya, sementara pemerintahan baru Thailand dan Myanmar baru saja terbentuk belum lama ini. Oleh karena itu, melalui kunjungan ini, Cina berharap dapat mengimplementasikan kesepahaman bersama di antara para pemimpin, memperdalam kerja sama strategis yang komprehensif," tutur Guo Jiakun.
Persahabatan erat antara Cina dengan Kamboja, Thailand dan Myanmar disebut akan mendatangkan lebih banyak manfaat bagi rakyat keempat negara serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perdamaian, stabilitas, pembangunan, dan kemakmuran di kawasan.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2898274/original/080785500_1567273060-Pawai-Obor4.jpg)