Menteri Pertahanan Mali Tewas dalam Serangan Teroris

2 hours ago 1

MENTERI Pertahanan Mali Sadio Camara, meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat serangan di kediamannya di Kati, dekat ibu kota Bamako. Pemerintah menyebut serangan itu sebagai bagian dari rangkaian aksi teroris yang terkoordinasi.

Dalam pernyataan resmi yang dibacakan oleh juru bicara pemerintah Issa Ousmane Coulibaly di televisi nasional, seperti dilansir Anadolu, pemerintah transisi mengonfirmasi bahwa Camara wafat setelah mengalami luka dalam insiden teroris yang terjadi sehari sebelumnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Serangan disebut melibatkan pelaku bom bunuh diri yang mengendarai kendaraan bermuatan bahan peledak (VBIED) dan menargetkan rumah sang menteri di Kati, salah satu pusat militer utama Mali. Camara dilaporkan sempat terlibat baku tembak dan berhasil melumpuhkan beberapa penyerang sebelum akhirnya terluka parah. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Runtuhnya bangunan akibat ledakan juga menyebabkan korban tambahan serta menghancurkan sebuah masjid di dekat lokasi, yang menewaskan sejumlah warga.

“Dalam situasi yang menyedihkan ini, Jenderal Assimi Goita, presiden transisi sekaligus kepala negara dan panglima tertinggi angkatan bersenjata, pemerintah, dan rakyat Mali menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum,” demikian pernyataan pemerintah Mali.

Kesaksian warga menyebut Camara kemungkinan sedang menjalani rutinitas pagi saat serangan terjadi. “Ia biasanya berlari pagi, lalu menuju masjid dekat rumahnya untuk salat subuh,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Hingga kini belum dipastikan apakah Camara berada di rumah atau dalam perjalanan ke masjid saat insiden terjadi.

Serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan yang menyasar instalasi militer dan posisi strategis di berbagai wilayah Mali. Militer menyatakan operasi masih berlangsung di Bamako, Kati, dan daerah lain untuk memburu para pelaku.

Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Oumar Diarra, mengatakan kelompok teroris melancarkan lebih dari 20 serangan di seluruh negeri. Ia menambahkan bahwa pasukan Mali telah 'menetralisir' lebih dari 200 militan serta menyita kembali sejumlah peralatan militer dari teroris.

Diarra juga mengingatkan bahwa para penyerang kini menggunakan seragam militer untuk menyusup ke masyarakat sipil. Dalam pesannya kepada publik, ia mengimbau masyarakat tetap tenang. Ia juga meminta warga tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada pernyataan resmi militer. Ia turut mengajak masyarakat melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan.

Kematian Camara menjadi pukulan bagi kepemimpinan militer Mali di tengah tantangan keamanan yang masih berlangsung. Lahir pada 1979, Camara dikenal sebagai perwira karier yang berperan penting sejak kudeta militer 2020 dan menjadi arsitek utama strategi keamanan negara, termasuk dalam penataan ulang kemitraan internasional setelah penarikan pasukan asing.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |