MLTR Jadi Michael Learns to Jazz di Prambanan

5 hours ago 4

GRUP pop asal Denmark, Michael Learns to Rock (MLTR), seolah berubah menjadi "Michael Learns To Jazz" saat tampil di panggung utama Prambanan Jazz Festival 2026 di pelataran Candi Prambanan, Jumat malam, 3 Juli 2026, pukul 21.00 WIB. Candaan yang dilontarkan vokalis Jascha Richter itu langsung disambut sorak belasan ribu penonton yang memenuhi area konser. MLTR menjadi penampil utama pada hari pertama festival yang tahun ini mengusung tema Celebrate The Joy.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Halo Yogyakarta, halo Prambanan. Tonight, Michael Learns To Jazz," kata Jascha dalam bahasa Inggris dari atas panggung.

Band yang juga diperkuat gitaris Mikkel Lentz dan drummer Kare Wanscher itu membuka penampilan dengan lagu "Someday". Sejak lagu pertama dimainkan, ribuan penonton langsung ikut bernyanyi di bawah langit malam Prambanan.

Sepanjang sekitar satu setengah jam pertunjukan, MLTR membawakan sederet lagu yang telah menjadi soundtrack generasi 1990-an, di antaranya "Complicated Heart", "Sleeping Child", "25 Minutes", "Paint My Love", "The Actor", "Out of the Blue", "That's Why (You Go Away)", "Take Me to Your Heart", dan "Wild Women". Mereka juga menyanyikan "My Love Will Never Die", "You Took My Heart Away", "Breaking My Heart", dan "I Still Carry On". Beberapa lagu dibawakan dalam aransemen yang lebih lembut, menyesuaikan atmosfer festival jazz tanpa menghilangkan ciri khas pop romantis mereka.

Di sela konser, Jascha memperkenalkan lagu "Sleeping Child" dengan pesan yang menyentuh. "Lagu ini saya persembahkan untuk anak-anak di seluruh dunia," kata sang vokalis sebelum mulai menyanyikan lagu tersebut. Sesekali Jascha menyapa penonton dan memuji antusiasme mereka. "You look beautiful, you all," ujarnya, yang kembali disambut riuh penonton.

Ribuan penonton betul-betul menikmati suasana. Cuaca cerah dan syahdu menambah romantisme nostalgik di kawasan Candi Prambanan. 

Popularitas Michael Learns To Rock di Indonesia tak lepas dari karakter lagu-lagunya yang easy listening. Aransemen musik yang sederhana, lirik berbahasa Inggris yang mudah ditiru, serta tema-tema romantisme membuat lagu-lagu mereka begitu dekat dengan pendengar Indonesia. Tembang-tembang seperti "Paint My Love", "25 Minutes", dan "That's Why (You Go Away)" menjadi bagian dari kenangan masa muda banyak orang Indonesia pada era 1990-an.

"Bagi yang masa mudanya pada 90-an, lagu-lagu Michael Learns To Rock memang menjadi nostalgia," kata Herry Santoso, salah seorang penonton asal Sleman.

CEO Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi, mengatakan kehadiran MLTR merupakan bagian dari upaya festival membangun jembatan lintas generasi melalui musik. Menurut dia, panggung Prambanan Jazz tahun ini menghadirkan musisi dari beragam generasi dan genre agar dapat dinikmati penonton dari berbagai usia.

"Prambanan Jazz menjadi ruang perjumpaan lintas generasi. Yang tampil datang dari generasi yang berbeda dan membawa kenangan yang berbeda pula bagi para penontonnya," kata Anas.

Bagi para penggemarnya, penampilan MLTR di Prambanan Jazz Festival bukan hanya konser, melainkan perjumpaan kembali dengan lagu-lagu yang pernah mengisi kisah cinta dan persahabatan mereka. Belasan ribu penonton larut dalam nostalgia, membuktikan bahwa lagu-lagu pop romantis dari tiga dekade lalu masih memiliki tempat istimewa di hati penikmat musik Indonesia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |