OJK: Masukan dari MSCI Bagian dari Proses Perbaikan

4 hours ago 2

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) buka suara ihwal hasil tinjauan Global Market Accesibility Review 2026 yang baru dirilis Morgan Stanley Capital International (MSCI). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif.

Dalam tinjauan terbaru, MSCI menurunkan nilai arus informasi menjadi negatif dan mempertahankan nilai negatif untuk liberalisasi pasar valuta asing. “Terkait arus informasi, kami memandang masukan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini sedang dijalankan bersama oleh OJK, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, serta seluruh pelaku industri,” kata Hasan dalam keterangan resmi pada Jumat, 19 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

OJK juga mencatat adanya pengakuan MSCI atas sejumlah perbaikan yang telah dilakukan Indonesia. Hal itu ditandai dengan berkurangnya beberapa catatan mengenai liberalisasi pasar valas, meski hasil penilaiannya masih negatif seperti tahun lalu. Untuk menindaklanjuti kekhawatiran MSCI, Hasan mengatakan, OJK akan terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas terkait seperti Bank Indonesia.

Hasan menuturkan, berdasarkan masukan dari para pelaku pasar dan penyedia indeks global, berbagai reformasi yang telah dilakukan OJK dan bursa telah diakui dan digunakan sebagai variabel dalam menentukan konstituen indeks atau kebijakan portofolio investasi.

“Hasil review ini akan menjadi salah satu referensi penting dalam menentukan prioritas program ke depan guna semakin meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun internasional terhadap pasar modal Indonesia,” ujar Hasan.

Ada lima kriteria yang digunakan MSCI dalam tinjauan aksesibilitas pasar. Kriteria tersebut yaitu keterbukaan terhadap investor asing, kemudahan arus masuk-keluar modal, efisiensi kerangka kerja operasional, ketersediaan instrumen investasi, serta stabilitas kerangka kerja institusional.

Arus informasi merupakan salah satu aspek penilaian dalam kriteria efisiensi kerangka kerja operasional. Menurut MSCI, penurunan nilai dalam arus informasi mencerminkan kekhawatiran yang berkelanjutan seputar transparansi free float serta pembentukan harga yang tepat.

Sementara itu, liberalisasi pasar valas merupakan salah satu aspek dalam kriteria kemudahan arus masuk-keluar modal. "Tidak ada pasar valas luar negeri yang efisien dan terdapat kendala pada pasar valas dalam negeri (misalnya, transaksi valas harus dikaitkan dengan transaksi sekuritas)," kata MSCI dalam laporannya, Kamis, 19 Juni 2026.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |