PEKAN Frankofoni atau Semaine de La Francophonie kembali digelar di Indonesia pada 2026. Lebih dari seratus acara dihelat di berbagai kota sejak 20 hingga 24 April 2026.
Perayaan ini diselenggarakan oleh kedutaan besar negara-negara anggota, negara-negara mitra, dan negara-negara pengamat Organisation Internationale de La Francophonie (OIF) yang berkedudukan di Jakarta.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pembukaan Pekan Frankofoni digelar di Institut Français d'Indonésie atau IFI pada Senin malam, 20 September 2026. Pertunjukan musik bertajuk "Avec le Temps" itu menampilkan dua musisi Tunisia, penyanyi Dorsaf Hamdani dan violinis Zied Zouari.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menjelaskan bahwa festival tahunan ini menjadi simbol penting bagi negara-negara berbahasa Prancis untuk terus bekerja sama. "Bahasa adalah cara terbaik untuk menggabungkan budaya negara, semangat, dan nilai," kata Penone di lokasi.
Menurut Penone, pengenalan bahasa Prancis menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan antarnegara. Ia mendorong pembelajar bahasa Prancis baru di Indonesia.
"Kami ingin mengembangkan program agar lebih banyak aktivitas, dengan lebih banyak negara yang berpartisipasi, sehingga lebih banyak Indonesia yang bisa bergabung," ujarnya.
Hari Francophonie Internasional atau Hari Bahasa Prancis Internasional diperingati setiap tahun pada tanggal 20 Maret. Peringatan ini bertepatan dengan pendirian OIF pada 1970.
OIF merupakan komunitas yang terdiri dari 93 negara dan pemerintahan yang berkomitmen terhadap keragaman budaya, pendidikan, perdamaian, dan kerja sama internasional.
Pekan Frankofoni menjadi perayaan bahasa Prancis yang digunakan sehari-hari oleh hampir 400 juta orang di lima benua.
Sebagai bahasa keempat yang paling banyak digunakan di dunia dan bahasa kedua yang paling banyak dipelajari.
Bahasa Prancis juga merupakan bahasa ketiga yang paling umum digunakan dalam perdagangan internasional, serta bahasa keempat yang paling banyak digunakan di internet.
IFI mencatat bahwa komunitas berbahasa Prancis didukung oleh basis yang kuat berupa lebih dari 60.000 pelajar setiap tahunnya.
Angka ini didukung jaringan lembaga pendidikan dan kebudayaan yang aktif, termasuk program studi bahasa dan sastra Prancis di sekitar lima belas universitas terkemuka di Indonesia.
Bahasa Prancis juga kerap dikaitkan dengan peluang akademis, profesional, dan kebudayaan yang terus berkembang.
Pekan Frankofoni diselenggarakan oleh 18 kedutaan besar negara-negara berbahasa Prancis, yakni Armenia, Belgia, Kamboja, Kanada, Chili, Siprus, Prancis, Mesir, Hongaria, Maroko, Meksiko, Rumania, Rwanda, Seychelles, Swiss, Tunisia, Ukraina, dan Uruguay.
Ada pula jaringan IFI dan Alliance Française (AF) beserta mitra-mitranya. Lebih dari seratus kegiatan digelar di sembilan kota, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, dan Semarang.
Pekan Francophonie di Indonesia dimulai tahun ini pada 20 April. Tanggal ini juga simbolis ini menandai 200 hari menjelang KTT Francophonie 2026, yang akan diselenggarakan di Kamboja, salah satu anggota pendiri Organisation Internationale de La Francophonie, menyoroti hubungan erat antara gerakan global ini dan Asia Tenggara.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)






