Pengakuan Kapolres Bekasi soal Dugaan Korupsi MBG

6 hours ago 3

KAPOLRES Bekasi Komisaris Besar Sumarni mengaku pernah berkomunikasi dengan eks wakil kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya. Namun, Sumarni membantah terlibat korupsi proyek Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam dugaan penyimpangan program MBG maupun aktivitas di lingkungan Badan Gizi Nasional," katanya di Cikarang, Kamis, 11 Juni 2026 dikutip dari Antara.

Sumarni mengatakan ia dan Sony pernah membahas rencana pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Pondok Pesantren Buntet, Cirebon. Ia membantah ada transaksi duit di belakangnya. "Saya tidak ada terlibat korupsi di BGN. Dulu saya hanya minta bantuan untuk Pondok Pesantren Buntet agar bisa didirikan SPPG," kata dia.

Nama Sumarni muncul dalam sebuah unggahan di media sosial tentang daftar tokoh yang terlibat korupsi MBG. Unggahan yang belum terkonfirmasi ini viral bersamaan dengan rencana Sony Sonjaya buka-bukaan dan mengajukan diri sebagai justice collaborator. Daftar itu mencantumkan sejumlah nama politikus, pejabat hingga aparat hukum.

Menurut Sumarni, banyak tokoh yang dijanjikan akan diberikan SPPG, tapi tidak terealisasi. Mereka yang mendapat janji palsu kemudian menyampaikan keluhan kepadanya. Atas dasar itu Sumarni menghubungi Sony Sonjaya untuk meminta penjelasan.

"Saya mengobrol dan diskusi dengan beliau, 'mohon izin Jenderal, minta tolong untuk SPPG karena banyak yang merasa hanya di-PHP'. Itu saja. Tidak ada bayar-membayar. Saya tidak dibayar, saya juga tidak bayar dan tidak mendapatkan keuntungan apa pun," ujarnya.

Kejaksaan Agung telah menetapkan Sony Sonjaya sebagai tersangka dalam kasus korupsi penyimpangan proyek MBG. Pengacara Sony, Krisna Murti, membocorkan kliennya telah menyetorkan kepada penyidik soal daftar 26 pihak yang diduga terlibat di kasus korupsi MBG. 

Selain Sony, jaksa juga sudah menetapkan 3 tersangka lain yakni; mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan wakilnya Lodewyk Pusung, dan orang kepercayaan Sony, Asep Yusuf Somantri. Dari 4 pimpinan BGN, hanya Nanik S Deyang yang saat itu menjadi wakil Dadan yang tidak diciduk jaksa. Kini Nanik diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi jabatan Kepala BGN.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |