Penuhi Nazar, Jemaah Haji Asal Semarang Pulang Jalan Kaki

2 hours ago 2

MUSTOFA Ismail memilih cara tak biasa untuk pulang ke rumahnya di Dukuh Krajan, Desa Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang setelah pulang dari ibadah haji. Pria 67 tahun itu memutuskan berjalan kaki sepanjang 34 kilometer untuk sampai ke rumahnya dari Asrama Haji Donohudan, Solo pada Kamis 11 Juni 2026.

Cara ini dipilih bukan karena tak ada yang menjemput Mustofa. Ia ingin berjalan kaki sebagai bagian dari nazar yang telah lama diucapkan sebelum berangkat haji.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo sempat menyarankan agar ia menggunakan bus demi keselamatan. Usia dan jarak menjadi pertimbangan. Namun Mustofa bergeming.

“Ini nazar saya. Saya ingin menambah ibadah,” katanya.

Sepanjang perjalanan, Mustofa berencana mengisi langkahnya dengan istigfar dan shalawat. Baginya, jalan pulang ini adalah perpanjangan dari ibadah haji itu sendiri—ruang sunyi untuk bersyukur atas penantian panjang yang akhirnya terjawab. Empat belas tahun ia menunggu.

Sejak mendaftar sebagai calon jemaah haji pada 2012, Mustofa menyimpan keinginan itu diam-diam: jika suatu hari benar-benar berangkat ke Tanah Suci, ia akan pulang dengan berjalan kaki. Nazar itu kini ia tunaikan.

Dari dalam kompleks asrama, Mustofa sempat menaiki bus. Namun begitu keluar dari area, ia turun dan melanjutkan perjalanan dengan kaki sendiri. Di kepalanya, caping bertuliskan lafaz Allah dan Muhammad menjadi peneduh sekaligus penanda keyakinan.

Langkahnya tidak sendiri. Keluarga setia mengawal di sepanjang perjalanan.

“Yang penting beliau senang. Kami siap mendampingi,” ujar Ahmad Muntaha, anaknya.

Ini bukan pertama kalinya Mustofa berjalan jauh demi ibadah. Saat berangkat haji, ia juga berjalan kaki dari rumah menuju Kantor Kecamatan Suruh sebelum melanjutkan perjalanan ke embarkasi.

Adapun sang anak, Ahmad Muntaha mengatakan keluarga mendukung keputusan Mustofa berjalan kaki pulang ke rumah. "Yang penting beliau senang. Kami siap mengawal selama perjalanan," kata Ahmad.

Diketahui, Mustofa mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada 2012 dan baru memperoleh kesempatan berangkat pada musim haji 2026. Nazar berjalan kaki yang ia tunaikan sepulang haji menjadi bentuk syukur atas kesempatan yang akhirnya terwujud setelah menunggu selama 14 tahun.

Adapun di Jakarta, jemaah haji Kloter 8 Bekasi pada Rabu, 10 Juni 2026 tiba di Tanah Air. Tati Marjus, salah seorang jemaah bercerita, sejak keberangkatan hingga pelaksanaan haji, ia menggunakan kursi roda. "Alhamdulillah pelayanannya bagus. Bahagia sekali," kata dia.

Namun, perjalanan spiritual itu juga menyisakan duka. Dua jemaah Kloter 8 Bekasi meninggal dunia di Mekkah. Keduanya merupakan lansia dengan riwayat penyakit.

Meski demikian, pelayanan terhadap jemaah yang wafat dinilai cepat dan tertangani dengan baik, mulai dari perawatan hingga pemakaman di Tanah Suci.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |