Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Jumu’ah ayat 10 menjadi salah satu ayat untuk memahami paradigma ekonomi Islam yang seimbang antara ibadah dan produktivitas (muamalah). Ayat ini hadir sebagai kelanjutan dari perintah sebelumnya yang menuntut umat Islam meninggalkan segala aktivitas jual beli ketika adzan shalat Jumat dikumandangkan.
Dalam Tafsir Al-Misbah, M. Quraish Shihab menegaskan bahwa ayat ini mengandung tiga perintah utama: bertebaranlah di bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya. Ayat ini tidak hanya berbicara tentang aktivitas ekonomi semata, tetapi juga meletakkan dasar spiritual dan moral bagi setiap muslim yang hendak mencari nafkah.
Mengutip jurnal Nilai-Nilai Pendidikan Ekonomi Islam Dalam Qs. Al-Jumu’ah Ayat 10 Dan Qs. Al-Isra’ Ayat 26–27, karya Ziyadatul Husna dan Mahyuddin Barni, ayat ini menekankan pentingnya etos kerja, produktivitas, serta keseimbangan antara aktivitas duniawi dan ibadah.
Integrasi nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial dalam ayat ini menegaskan bahwa bekerja bukan sekadar upaya memenuhi kebutuhan materi, melainkan bagian integral dari pengabdian kepada Allah SWT.
Merujuk literatur klasik dan kontemporer, berikut ini adalah ulasan mendalam surat Al-Jumu’ah ayat 10, meliputi bacaan lengkap, tafsir, kandungan dan hikmahnya untuk umat Islam.
Bacaan Surat Al-Jumu’ah Ayat 10
Arab: فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Latin: Fa iżā quḍiyatiṣ-ṣalātu fantasyirū fil-arḍi wabtagū min faḍlillāhi ważkurullāha kaṡīran la‘allakum tufliḥūn
Artinya: “Apabila salat (Jumat) telah dilaksanakan, bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah [62]: 10)
Tafsir Surat Al-Jumu’ah Ayat 10
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini dijelaskan bahwa setelah Allah melarang manusia berjual beli ketika mendengar adzan Jumat dan memerintahkan mereka untuk berkumpul, Dia kemudian mengizinkan mereka untuk bertebaran di muka bumi dan mencari karunia-Nya.
Ibnu Katsir menafsirkan kata fadhl sebagai rezeki Allah, yang di dalamnya termasuk ilmu pengetahuan; namun untuk memperoleh rezeki tersebut, manusia tidak boleh lengah dengan kesibukan dunia sehingga lupa kepada Penciptanya.
Diriwayatkan bahwa ‘Irak ibn Malik, salah seorang salaf saleh, ketika selesai shalat Jumat berdiri di pintu masjid dan berdoa: “Ya Allah, aku telah memenuhi panggilan-Mu, menunaikan shalat, dan bertebaran sebagaimana Engkau perintahkan, maka berilah aku rezeki, karena Engkau sebaik-baik pemberi rezeki”. Sebagian salaf juga menyebutkan bahwa barangsiapa berjual beli pada hari Jumat setelah shalat, Allah akan memberkahi jual belinya tujuh puluh kali lipat.
M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa ayat ini mengandung tiga perintah utama.
Pertama, “bertebaranlah kamu di bumi” bermakna bahwa setelah shalat Jumat, umat Islam diperbolehkan kembali bekerja, berdagang, atau melakukan aktivitas duniawi lainnya. Kata “bertebaranlah” mengandung makna dorongan agar umat Islam aktif, produktif, dan bersemangat dalam mencari penghidupan yang halal.
Kedua, “carilah karunia Allah” menegaskan bahwa rezeki adalah karunia Allah yang harus diupayakan melalui usaha yang halal; Islam mendorong umatnya untuk tidak berpangku tangan.
Ketiga, “ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung” menjadi inti pesan ayat ini, bahwa seorang muslim diperintahkan tetap mengingat Allah meskipun sibuk bekerja.
Kandungan Surat Al-Jumu’ah Ayat 10
Pertama, etos kerja dan produktivitas. Ayat ini menegaskan bahwa setelah menunaikan ibadah, umat Islam dianjurkan untuk berusaha dan bekerja. Islam tidak mendorong sikap pasif atau bergantung pada orang lain, melainkan mengajarkan semangat kerja keras, tangguh, dan pantang menyerah dalam mencari rezeki.
Kedua, keseimbangan antara dunia dan akhirat. Islam tidak menolak aktivitas duniawi seperti bekerja dan berdagang, tetapi menempatkannya dalam bingkai keimanan. Bekerja bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk mencapai keridaan Allah.
Ketiga, niat yang tulus dalam bekerja. Bekerja mencari nafkah bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari ibadah. Niat yang benar akan menjadikan pekerjaan memiliki nilai spiritual dan pahala di sisi Allah.
Keempat, kesadaran spiritual dalam aktivitas ekonomi. Meskipun sedang berbisnis, berdagang, atau bekerja, seorang muslim tetap harus mengingat Allah dan tidak melupakan kewajiban ibadahnya. Zikir menjadi pengingat bahwa semua hasil usaha berasal dari karunia-Nya.
Kelima, keberkahan dan keberuntungan hakiki. Ayat ini ditutup dengan janji tufliḥūn (kamu beruntung), yang menunjukkan bahwa keberuntungan sejati bukan hanya diukur dari materi, tetapi juga dari keberkahan dan keridaan Allah.
Hikmah Memahami Surat Al-Jumu’ah Ayat 10
1. Menumbuhkan Semangat Kerja Keras dan Profesionalisme
Pemahaman terhadap ayat ini mendorong setiap muslim untuk menjadi pribadi yang produktif, disiplin, dan tekun dalam mengembangkan kemampuan, sejalan dengan nilai-nilai pendidikan ekonomi Islam.
2. Menyeimbangkan Orientasi Duniawi dan Ukhrawi
Ayat ini mengajarkan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari materi, tetapi juga dari keberkahan dan kejujuran. Peserta didik diajak memahami bahwa bekerja harus selalu disertai niat baik dan tetap menjaga waktu untuk ibadah.
3. Menanamkan Kesadaran Bahwa Bekerja Adalah Ibadah
Niat yang benar akan menjadikan pekerjaan memiliki nilai spiritual dan pahala di sisi Allah, sehingga bekerja bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari pengabdian kepada Allah.
4. Membangun Ketahanan Mental dan Spiritual
Nilai-nilai spiritual seperti tawakal, amanah, dan zikir terbukti membantu menjaga etika kerja dan stabilitas mental dalam menghadapi tekanan ekonomi, sebagaimana ditunjukkan dalam studi terhadap pengemudi ojek online di Medan.
5. Mewujudkan Kesejahteraan yang Berkeadilan
Ayat ini menegaskan bahwa aktivitas ekonomi dipandang sebagai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar, etika yang baik, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.
Pertanyaan Seputar Surat Al-Jumuah
1. Apa yang harus dilakukan setelah shalat Jumat menurut surat Al-Jumu’ah ayat 10?
Setelah shalat Jumat ditunaikan, umat Islam diperintahkan untuk bertebaran di muka bumi, mencari karunia Allah melalui pekerjaan atau perdagangan yang halal, serta tetap mengingat Allah sebanyak-banyaknya agar memperoleh keberuntungan.
2. Apa makna “fadhl” dalam surat Al-Jumu’ah ayat 10?
Menurut Ibnu Katsir, fadhl berarti rezeki Allah yang di dalamnya termasuk ilmu pengetahuan. Sayyid Quthb memaknainya sebagai karunia Allah yang diperoleh setelah manusia bertebaran di bumi dengan mengingat Allah. Al-Qurthubi dan Al-Baghawi juga menafsirkan fadhl sebagai rezeki.
3. Apakah boleh berjual beli setelah shalat Jumat?
Ya, berjual beli setelah shalat Jumat diperbolehkan bahkan dianjurkan. Imam Al-Qurthubi menyatakan bahwa ayat ini menjadi dalil yang jelas bahwa bekerja dan berdagang setelah shalat Jumat adalah diperbolehkan. Sebagian salaf bahkan menyebutkan bahwa barangsiapa berjual beli pada hari Jumat setelah shalat, Allah akan memberkahi jual belinya tujuh puluh kali lipat.
4. Apa hubungan surat Al-Jumu’ah ayat 10 dengan pendidikan ekonomi Islam?
QS. Al-Jumu’ah ayat 10 menekankan pentingnya etos kerja, produktivitas, serta keseimbangan antara aktivitas duniawi dan ibadah. Ayat ini menjadi landasan filosofis dan epistemologis bagi pendidikan ekonomi Islam yang mengintegrasikan spiritualitas, etika kerja, dan produktivitas ekonomi.
5. Apa hikmah mengingat Allah (dzikir) ketika bekerja?
Dzikir menjadi pengingat bahwa semua hasil usaha berasal dari karunia Allah, sehingga kesibukan dunia tidak melupakan seorang muslim dari hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupan akhirat. Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa dzikir berarti menyebut nama Allah secara sering selama menjual dan membeli, mengambil dan memberi, serta tidak disibukkan oleh dunia daripada akhirat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4919191/original/040795900_1723718109-Ilustrasi_pasrah__berserah__berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4260457/original/053804300_1670989554-destroyed-city.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507305/original/081482200_1771489245-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7617354/original/030596700_1780403789-cek_fakta_-_bulog.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493867/original/025420800_1779351314-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3444300/original/037742600_1619765801-20210430-Suasana_Sholat_Jumat_Minggu_Ketiga_Ramadhan_di_Masjid_Istiqlal-3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547119/original/085428000_1775445943-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-06T101438.375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398477/original/084799400_1761886002-WhatsApp_Image_2025-10-30_at_23.11.40.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546690/original/011878700_1775361202-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-05T105210.824.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470151/original/005986700_1779331713-20151013211910-berdoa-bersama-menyambut-tahun-baru-1437-hijriah-007-dru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864911/original/016662100_1718506973-sholat_Idul_Adha_di_Masjid_Agung_Al-Azhar-HERMAN_13.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6370179/original/076427000_1779245274-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8219345/original/056761200_1781079103-koperasi_desa-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)