Khutbah Jumat 18 September 2026: Rukun, Syarat, Tema, dan Contoh Naskah

4 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Umat Muslim kembali bersiap menunaikan salah satu ibadah mingguan yang utama, yakni salat Jumat. Khutbah Jumat 18 September 2026 menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah tersebut karena disampaikan oleh khatib sebelum salat Jumat dimulai.

Khutbah Jumat merupakan pidato atau ceramah keagamaan yang disampaikan oleh khatib sebelum salat Jumat. Dalam pelaksanaannya, khutbah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian ibadah Jumat bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat. Karena itu, khatib perlu menyampaikan khutbah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sementara jamaah dianjurkan menyimak dan mendengarkannya dengan tertib.

Selain memahami sejumlah rukun dan syarat, khatib juga dapat memilih tema yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan jamaah. Pembahasan berikut mencakup rukun, syarat, tema yang dapat diangkat, serta contoh naskah Khutbah Jumat 18 September 2026 yang bisa menjadi referensi.

Lima Rukun Penting Khutbah Jumat

Agar sebuah khutbah Jumat dianggap sah, khatib wajib memenuhi lima rukun yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Rukun-rukun ini menjadi fondasi utama penyampaian pesan keagamaan di hari Jumat.

  1. Rukun pertama adalah memuji Allah SWT, atau yang dikenal dengan hamdalah. Khatib harus memulai khutbahnya dengan mengucapkan puji-pujian kepada Allah SWT, seperti "Alhamdulillah" atau kalimat sejenisnya.
  2. Rukun kedua adalah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini merupakan bentuk penghormatan dan doa kepada Rasulullah SAW.
  3. Rukun ketiga adalah berwasiat tentang takwa, di mana khatib mengajak para jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
  4. Kemudian, khatib juga wajib membaca satu ayat Al-Qur'an yang relevan dengan tema khutbah pada salah satu dari dua khutbah yang disampaikan, baik khutbah pertama maupun kedua.
  5. Terakhir, pada khutbah kedua, khatib harus mendoakan kaum muslimin dan muslimat secara keseluruhan.

Syarat Sah Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi

Selain rukun, terdapat syarat yang harus dipenuhi agar khutbah Jumat sah secara syariat. Syarat-syarat ini mencakup aspek waktu, kondisi khatib, dan pelaksanaan khutbah itu sendiri.

Secara waktu, khutbah Jumat harus dilaksanakan setelah masuk waktu Zuhur dan disampaikan sebelum salat Jumat ditunaikan. Dari sisi khatib, ia wajib suci dari hadas besar maupun kecil, serta menutup auratnya. Khatib juga dianjurkan untuk berdiri saat menyampaikan khutbah jika ia mampu, dan harus duduk sebentar di antara dua khutbah sebagai jeda.

Aspek komunikasi juga diperhatikan, di mana khutbah harus disampaikan dengan suara yang dapat didengar oleh seluruh jamaah. Selain itu, rukun-rukun khutbah harus disampaikan secara berurutan tanpa terbalik. Syarat terakhir yang tak kalah penting adalah khutbah Jumat wajib dihadiri oleh minimal 40 orang jamaah laki-laki yang memenuhi syarat untuk melaksanakan salat Jumat.

Ragam Tema Khutbah Jumat yang Relevan

Meskipun ketentuan rukun dan syarat khutbah Jumat bersifat tetap, tema yang diangkat dalam khutbah sangat bervariasi dan disesuaikan dengan konteks serta kebutuhan umat. Tema-tema ini seringkali berpusat pada peningkatan ketakwaan, mengajak jamaah untuk senantiasa meningkatkan iman kepada Allah SWT.

Selain itu, akhlak mulia dan muamalah, yang membahas etika dalam interaksi sosial, bisnis, dan bermasyarakat, juga sering menjadi sorotan. Isu-isu keluarga, pendidikan, serta sosial dan kemasyarakatan, seperti persatuan umat dan keadilan, turut menjadi materi penting. Sejarah Islam, termasuk kisah para nabi dan sahabat, juga kerap diangkat untuk diambil pelajarannya.

Khutbah juga seringkali mengulas peristiwa penting dalam Islam, seperti bulan Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, Isra Miraj, Maulid Nabi, atau awal tahun Hijriah. Untuk khutbah pada 18 September 2026 mendatang, khatib dapat menyesuaikan tema dengan kondisi aktual yang terjadi pada saat itu, atau memilih tema-tema abadi dalam Islam seperti pentingnya bersyukur, kesabaran, keikhlasan, atau menjaga lisan. Materi khutbah biasanya akan didukung dengan dalil-dalil dari Al-Qur'an, Hadis, serta pendapat para ulama.

Contoh Naskah Khutbah Jumat: Tema "Bersyukur dalam Segala Keadaan"

Khutbah Pertama

Alhamdulillahilladzi an'amana bini'matil iman wal Islam. Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat iman dan Islam kepada kita semua.

Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman. Semoga kita termasuk umat yang mendapatkan syafaatnya kelak di hari kiamat.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab, hanya dengan bekal takwa itulah kita akan selamat di dunia dan akhirat.

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib mengajak jamaah sekalian untuk merenungkan pentingnya rasa syukur dalam kehidupan. Allah SWT berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 7:

"Wa idz ta'adzdzana rabbukum la-in syakartum la-azidannakum wa la-in kafartum inna 'adzabi lasyadid."

Yang artinya, "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." Ayat ini mengandung pesan yang sangat mendalam bahwa syukur adalah kunci datangnya keberkahan, sedangkan kufur nikmat akan mengundang murka Allah.

Syukur tidak hanya diucapkan dengan lisan, melainkan juga harus diwujudkan dalam sikap dan perbuatan. Seorang hamba yang bersyukur akan menggunakan nikmat yang diberikan Allah, baik berupa kesehatan, rezeki, maupun waktu, untuk hal-hal yang diridhai-Nya. Sebaliknya, orang yang tidak bersyukur cenderung merasa kurang meski telah diberi banyak kenikmatan.

Jamaah yang dirahmati Allah, di tengah berbagai ujian dan tantangan hidup, bersyukur bukan berarti kita tidak boleh merasa sedih atau kecewa. Namun, syukur mengajarkan kita untuk tetap melihat sisi baik dari setiap keadaan dan meyakini bahwa Allah memiliki rencana terbaik untuk hamba-Nya. Marilah kita jadikan momentum Jumat ini sebagai sarana introspeksi diri, sejauh mana kita telah bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.

Khutbah Kedua

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat yang tak terhingga. Allahumma shalli wa sallim 'ala Nabiyyina Muhammad, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.

Jamaah Jumat yang berbahagia, marilah kita tutup khutbah ini dengan doa, semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan kekuatan kepada kita untuk menjadi hamba yang bersyukur, sabar, dan istiqamah di jalan-Nya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, kedua orang tua kita, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Ya Allah, satukanlah hati umat Islam dalam ukhuwah, berikanlah keberkahan pada rezeki dan waktu kami, serta jauhkanlah kami dari sifat kufur nikmat. Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar.

Contoh Naskah Khutbah Jumat: Tema "Menjaga Lisan dan Ukhuwah Islamiyah"

Khutbah Pertama

Alhamdulillahi Rabbil 'alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah mengumpulkan kita di masjid yang mulia ini dalam keadaan sehat wal afiat.

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari kegelapan menuju cahaya Islam, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Jamaah Jumat rahimakumullah, khatib mengajak diri sendiri dan jamaah sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dalam setiap ucapan dan perbuatan. Salah satu hal yang sering luput dari perhatian kita adalah menjaga lisan. Allah SWT berfirman dalam QS. Qaf ayat 18:

"Ma yalfizhu min qaulin illa ladaihi raqibun 'atid."

Yang artinya, "Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)." Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap ucapan yang keluar dari lisan senantiasa dicatat dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak.

Fitnah, gibah, dan adu domba yang bersumber dari lisan yang tidak terjaga seringkali menjadi penyebab retaknya ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa berhati-hati dalam berbicara, terutama di era digital saat ini di mana ucapan mudah tersebar melalui media sosial.

Jamaah yang dimuliakan Allah, menjaga lisan juga berarti menjaga persatuan umat. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun hendaknya disikapi dengan santun dan saling menghormati, bukan dengan perkataan yang menyakiti atau memecah belah. Mari kita jadikan lisan sebagai alat untuk menyebarkan kebaikan, bukan sebaliknya.

Khutbah Kedua

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk kembali menunaikan ibadah Jumat. Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallim, shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.

Jamaah yang dirahmati Allah, marilah kita akhiri khutbah ini dengan doa, semoga Allah senantiasa menjaga lisan kita agar selalu berkata yang baik dan bermanfaat. Semoga Allah SWT mempersatukan hati umat Islam dalam ukhuwah yang kokoh, serta menjauhkan kita dari perpecahan dan permusuhan.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, kedua orang tua kami, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat. Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wa hab lana min ladunka rahmah, innaka antal wahhab.

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat

Apa hukum mendengarkan khutbah Jumat?

Wajib bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat salat Jumat, karena khutbah adalah bagian tak terpisahkan dari ibadah tersebut.

Apa saja rukun khutbah Jumat?

Lima rukunnya meliputi hamdalah, shalawat kepada Nabi, wasiat takwa, membaca ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum muslimin di khutbah kedua.

Berapa jumlah minimal jamaah agar khutbah Jumat sah?

Khutbah Jumat wajib dihadiri minimal 40 orang jamaah laki-laki yang memenuhi syarat wajib salat Jumat.

Tema apa yang cocok untuk khutbah Jumat 18 September 2026?

Khatib bisa memilih tema syukur atau menjaga lisan seperti contoh di atas, atau menyesuaikan dengan kondisi aktual masyarakat saat itu.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |