PLTS Atap Terbesar di Indonesia Diresmikan, 17 Kali Luas GBK

1 hour ago 3

INSTALASI pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS atap terbesar di sektor komersial dan industri resmi direalisasikan oleh PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya bersama Xurya. Proyek ini memiliki total kapasitas 22,5 megawatt (MW).

Selain menjadi yang terbesar di sektor tersebut, PLTS ini diklaim mampu menekan emisi karbon hingga 26.818.258 kilogram per tahun dan mengurangi ketergantungan terhadap batu bara sebesar 20.189 kilogram per tahun.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

PLTS atap ini juga terdiri dari 36.862 modul panel surya yang terpasang di area seluas 122.783 meter persegi atau sekitar 12,2 hektare, setara dengan 17 kali luas lapangan sepak bola Gelora Bung Karno (GBK).

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari, yang hadir dalam peresmian ini, menyebut pengembangan PLTS atap merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam penanganan perubahan iklim sekaligus mendukung target net zero emission (NZE).

“PLTS atap ini sebetulnya adalah bagian komitmen dari penanganan perubahan iklim di Indonesia yang sudah menargetkan NZE di tahun 2060. Tapi khusus sektor industri manufaktur atas arahan Bapak Menteri, kami maunya NZE sektor industri kita capai di tahun 2050,” ujarnya di Komplek Mulia Industri, Cikarang, Bekasi, Rabu, 29 April 2026. 

Ia menambahkan, target tersebut membutuhkan dukungan kuat dari sektor industri melalui strategi dekarbonisasi yang mencakup efisiensi energi dan material, penggunaan bahan bakar rendah karbon, pemutakhiran proses industri, elektrifikasi dan energi terbarukan, serta penangkapan dan pemanfaatan karbon.

“Ini sangat-sangat relevan dengan strategi dekarbonisasi yang sudah ditetapkan oleh Kemenperin,” ujar Emmy. “Saya tentunya berharap ini bisa direplikasi. Industri itu natural business-nya adalah percaya dengan apa yang dilihat. Mereka pokoknya ada contoh industri berhasil, industri lain berhasil, mereka akan mengikut, dibanding percaya dengan apa yang disampaikan saja.”

Apabila pemasangan PLTS atap ini bisa memberikan cost saving, kata Emmy, maka industri lain akan berbondong-bondong ke arah sana pula.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Harris mengatakan bahwa kapasitas PLTS atap nasional terus meningkat. “Pada 2026 ini kami mencatat bahwa PLTS atap yang sudah terpasang sebagai pelanggan PLN secara nasional mencapai 861,4 MWp yang berasal dari 11.840 pelanggan,” ucapnya.

Harris menjelaskan, dari jumlah tersebut pelanggan terbanyak berasal dari sektor rumah tangga, yaitu 60 persen, sementara kapasitas terpasang terbesar ada di sektor industri, yaitu 79 persen.

“Dengan kita mengembangkan PLTS atap ini secara optimal, khususnya di sektor industri, tentu kami berharap agar ini bisa diikuti juga oleh industri-industri yang lain yang memang peluangnya di Indonesia masih sangat luas,” kata Harris.

Vice President Pengelolaan Penjualan PT PLN (Persero) Yondri Zulfaldi menilai proyek ini menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan swasta dalam mendorong transisi energi nasional. 

“Sebagaimana kita ketahui sektor industri merupakan salah satu pengguna energi terbesar sehingga transformasi menuju energi bersih di sektor ini memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap penurunan emisi karbon dan peningkatan efisiensi energi,” ujarnya.

Menurut dia, implementasi PLTS atap seperti yang diresmikan hari ini merupakan langkah konkret menuju industri yang lebih hijau, kompetitif, dan berkelanjutan. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |