LETNAN Jenderal TNI Yudi Abrimantyo menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (Bais TNI) saat Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami teror air keras. Belakangan, Yudi mundur dari jabatannya.
Yudi merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia tahun 1989. Mengutip Majalah Tempo edisi 29 Maret 2026, Yudi diketahui mengikuti jejak ayahnya, Mayor Jenderal (Purnawirawan) Yusman Yutam. Ia lulusan Akademi Militer Nasional tahun 1965 yang juga berdinas di Komando Pasukan Khusus atau Kopassus.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pada 2016-2018, Yudi masih berpangkat kolonel. Ia bertugas sebagai perwira pembantu A-5 Direktorat A Bais. Jabatan ini berfokus pada pengolahan produk intelijen strategis.
Direktorat A Bais bertugas menyelidiki sejumlah diskursus. Mulai dari ideologi, politik, ekonomi, hingga sosial-budaya di masyarakat. Hasilnya akan menjadi bahan analisis untuk memotret situasi Indonesia dan dikaitkan dengan pertahanan negara.
Karier militer Yudi terbilang moncer, seperti ayahnya. Ketika Prabowo Subianto memimpin Kementerian Pertahanan, Yudi menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan. Ia kemudian menjadi Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan di kementerian tersebut pada 2021-2024.
Jumlah bintang di pundaknya pun bertambah ketika duduk di kursi Kepala Bais TNI, menggantikan Letnan Jenderal Rudianto. Rudianto ketika itu dirotasi menjadi Komandan Jenderal Akademi TNI.
Namun, belum genap dua tahun menjabat Kepala Bais, Yudi menyatakan mundur. Pada Rabu, 25 Maret 2026, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah mengatakan Yudi telah menyerahkan jabatannya. "Sebagai bentuk pertanggungjawaban," katanya.
Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Andrie mengalami luka bakar hingga 24 persen akibat kejadian itu. Dalam kasus ini, Pusat Polisi Militer TNI telah menahan empat tentara aktif terduga pelaku yang berasal dari satuan Bais TNI.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)