Liputan6.com, Jakarta - Nyaris tanpa terasa, kini umat Islam sudah memasuki dasarian ketiga Jumadil Akhir. Tandanya, bulan Rajab segera tiba. Lantas, 1 Rajab 1447 H Kapan?
Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah dan merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (disebut Syahrul Hurum), bersama Muharram, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah. Keistimewaan Rajab ini dikukuhkan dalam Surat At-Taubah ayat 36, yang menegaskan bahwa di antara 12 bulan, terdapat empat bulan haram, yang salah satunya adalah Rajab
Bulan ini sering dijuluki sebagai "Bulan Allah" (Syahrullah) karena tingginya keagungan dan keistimewaan yang diberikan Allah SWT, serta memiliki julukan lain seperti Al-Ashabb (bulan tumpahan rahmat) dan Al-Munshil (melepaskan mata tombak/simbol perdamaian).
Kedudukan Rajab sangat penting karena berfungsi sebagai fase pembuka menuju Ramadhan. Pada Rajab, Rasulullah SAW berdoa: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadan." (HR Ahmad).
1 Rajab 1447 H Kapan?
Berikut ini adalah jadwal 1 Rajab 1447 H, merujuk Kalender Hijriah Kemenag dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah.
1 Rajab 1447 Hijriah berdasar kalender resmi Kemenag RI jatuh pada tanggal 21 Desember 2025. Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1 Rajab 1447 Hijriah juga ditetapkan pada 21 Desember 2025. Mengingat Hijriah menggunakan penanggalan bulan (qamariyah), maka malam 1 Rajab terjadi pada 20 Desember petang.
Hitungan Mundur dari Hari Ini
Berdasarkan tanggal 1 Rajab 1447 H yang jatuh pada 21 Desember 2025, maka hitungan mundur sejak 11 Desember 2025 adalah:
1 Rajab 1447 H akan tiba dalam waktu 10 hari lagi.
(Malam 1 Rajab 1447 H dimulai pada petang hari 20 Desember 2025, atau dalam waktu 9 hari lagi).
Keutamaan Bulan Rajab dalam Islam
Bulan Rajab memiliki beberapa keutamaan yang membuatnya berbeda dari bulan lainnya dalam kalender Islam:
1. Bulan Haram yang Dimuliakan
Dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 36, disebutkan bahwa Allah menetapkan empat bulan haram yang dimuliakan, salah satunya adalah Rajab. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah dan menghindari perbuatan dosa.
2. Peristiwa Isra Mikraj
Rajab juga dikenang sebagai bulan terjadinya Isra Mikraj, di mana Nabi Muhammad SAW menerima perintah untuk melaksanakan salat lima waktu. Peristiwa ini menjadikan bulan Rajab sebagai momen refleksi dan peningkatan ibadah.
3. Doa yang Dikabulkan
Menurut Imam Syafi’i, malam pertama bulan Rajab termasuk dalam lima malam istimewa di mana doa-doa akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Peristiwa Penting yang Membuat Rajab Istimewa
Dosen Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dartim sebagaimana dikutip Gede Arga Adrian dalam artikel 5 Keistimewaan Bulan Rajab menjelaskan, keistimewaan Bulan Rajab Bulan Rajab juga terkait dengan momentum penting dalam perkembangan Islam. Sejumlah peristiwa penting pada masa kenabian Muhammad SAW terjadi pada bulan ini.
Ada 5 alasan mengapa bulan Rajab istimewa, yakni:
1. Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
Isra Mikraj adalah peristiwa perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan Sidratul Muntaha. Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab tahun kesepuluh kenabian.
2. Perintah mengubah arah kiblat
Umat Islam awalnya memiliki kiblat di Baitul Maqdis atau Yerusalem, Palestina. Rasulullah mendapat perintah untuk mengubah kiblat ke kabah di Masjidil Haram pada bulan Rajab tahun 2 Hijriah.
3. Perintah salat lima waktu
Perintah salat lima waktu diturunkan kepada Rasulullah SAW saat berada di Sidratul Muntaha. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan Isra Mikraj.
4. Kemenangan Islam dalam perang Tabuk
Perang Tabuk adalah peperangan antara umat Islam melawan bangsa Romawi yang terjadi pada bulan Rajab tahun 9 Hijriah. Perang ini terjadi di Tabuk yang terletak di antara Wadil Qura dan Syam.
Bangsa Romawi akhirnya berdamai dan bersedia membayar upeti. Perang Tabuk sekaligus menjadi perang terakhir yang diikuti Nabi Muhammad SAW.
6. Hijrah pertama ke Habasyah
Sebelum peristiwa hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW pernah mengajak umat Islam untuk hijrah ke Habasyah pada bulan Rajab tahun kelima kenabian. Peristiwa ini bertujuan untuk melindungi umat Islam dari gangguan kaum kafir Quraisy.
Amalan-Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rajab
Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan dilakukan pada Bulan Rajab:
1. Menghidupkan Malam Pertama Bulan Rajab
Imam Syafii dalam kitabnya, Al-Umm mengungkapkan, malam pertama bulan Rajab adalah salah satu malam yang mustajab. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa pada malam istimewa ini. Imam Syafii berkata, yang artinya:
"Sesungguhnya doa diijabah pada lima malam: malam Jum'at, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam pertengahan bulan Sya'ban,".
Karena keistimewaan yang tinggi, umat Islam disarankan untuk menghidupkan malam pertama bulan Rajab dengan memanjatkan doa dan melakukan amal baik seperti shalat sunnah dan berzikir sebanyak-banyaknya.
Sementara, Syekh Utsman Al-Khubawi dalam kitab Durratun Nasihin mengatakan barang siapa menghidupkan malam pertama dari bulan Rajab, maka hatinya tidak mati di kala matinya hati orang lain. Allah akan mencurahkan kebaikan kepada dirinya.
"Dan Allah mencurahkan kebaikan di atas kepalanya banyak-banyak, dan dia keluar dari dosa-dosanya seperti saat baru dilahirkan oleh ibunya, dan dia memberi syafaat kepada 70 ribu orang yang berdosa yang harusnya masuk neraka."
2. Berpuasa
Berpuasa adalah salah satu amalan bulan Rajab yang memiliki banyak keutamaan ketika dilaksanakan. Keutamaan berpuasa di bulan Rajab karena iman dan ikhlas dalam kitab Durratun Nasihin dirincikan sebagai berikut:
- Puasa 1 hari: mendapat ridha Allah,
- Puasa 2 hari: mendapat kemuliaan yang tidak habis disebutkan oleh penghuni langit dan bumi,
- Puasa 3 hari: diselamatkan dari bencana dunia dan adzab akhirat, penyakit gila, kusta, dan fitnah dajjal,
- Puasa 7 hari: ditutup tujuh pintu jahannam untuknya,
- Puasa 8 hari: dibuka delapan pintu surga untuknya,
- Puasa 10 hari: segala sesuatu yang ia minta, akan Allah kabulkan,
- Puasa 15 hari: Allah ampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu, kesalahan-kesalahannya digantikan dengan kebaikan.
Dan barang siapa yang menambah puasanya, Allah akan tambahkan juga pahala baginya.
Bacaan niat puasa sunnah bulan Rajab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِِلَّهِ تَعَلى
Latin: Nawaitu shauma ghodin fii syahri rojaba sunnatan lilahi ta'ala.
Artinya: Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah Ta'ala
Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi kian bernilai bila dilakukan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan, dan tiap minggu
Selain puasa sunnah Rajab, umat Islam juga bisa melaksanakan puasa sunnah lain sebagaimana biasa dilakukan. Contohnya, puasa Senin-Kamis, Puasa Ayyamul Bidh dan lain sebagainya. Apabila melaksanakan puasa-puasa sunnah tersebut, maka dua kebaikan akan didapatkan, demikian kata KH Yahya Zainul Maarif.
3. Memperbanyak Sholawat
Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki banyak keutamaan, terlebih jika diperbanyak dalam bulan Rajab. Dalilnya adalah hadis riwayat Abdurrahman bin Auf RA, yang artinya:
"Dari Abdurrahman bin Auf, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: Jibril telah datang kepadaku dan berkata, "Ya Muhammad, tidak seorang pun yang bershalawat kepadamu kecuali didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Dan barang siapa yang didoakan oleh malaikat, maka ia tergolong penghuni surga."
Berbagai bacaan sholawat dapat diperbanyak pada siang dan malam hari di bulan Rajab; mulai dari yang bacaannya singkat seperti shalawat Jibril hingga yang panjang seperti shalawat nariyah dan badar.
Bacaan Sholawat Jibril Pendek:
صَلَّى اللّٰهُ عَلَى مُحَمَّدٍ
"Shallallahu 'ala Muhammad"
Artinya: Semoga rahmat dan salam tercurah kepada beliau (Nabi Muhammad SAW)
Sholawat Panjang:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
"Allahumma shalli 'ala sayyidina muhammad wa 'ala ali sayyidina muhammad"
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga Nabi Muhammad.
4. Membaca Istighfar
Lebih Banyak di antara amalan-amalan bulan Rajab, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak memohon ampunan kepada Allah swt dengan bacaan istighfar. Bacaan istighfar bulan Rajab adalah:
رب اغفرلي وارحمني و تب عليَّ
Rabbighfirli warhamni wa tub alayya
Artinya: Ya Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku
Umat muslim disunnahkan membacanya sebanyak 70x setiap pagi dan sore hari di bulan Rajab.
5. Berdzikir
Bacaan Doa dan Tasbih Bulan Rajab Dilansir dari artikel berjudul Doa Rasulullah Saat Memasuki Bulan Rajab di nu.or.id, bahwa ketika telah memasuki bulan Rajab, Rasulullah SAW banyak membaca doa:
اللهمّ بارك لنا في رجب و شعبان و بلعنا رمضان و حصل مقاصنا
Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'bana wa ballighnaa ramadhana wa hassil maqashidanaa
Artinya: Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan, serta penuhilah hajat dan tujuan-tujuan kami.
Selain itu, terdapat bacaan tasbih harian bulan rajab yang dianjurkan untuk dibaca 100x setiap harinya. Tanggal 1-10 Rajab (13-22 Januari 2024)
سبحان الله الحي القيوم
Subhanallahil hayyul qayyuum
Artinya: Maha Suci (Allah) Yang Maha Hidup lagi Maha Menguasai Segala Sesuatu
Tanggal 11-20 Rajab (23 Januari-1 Februari 2024)
سبحان الله الاحد الصّمد
Subhanallahil ahadish shamad
Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Esa dan Tempat meminta
Tanggal 21-30 Rajab (2-10 Februari 2024)
سبحان الله الرؤوف الرحيم
Subhanallahir rauufur rahiim
Artinya: Maha suci Allah Yang Maha Lembut lagi Maha Penyayang.
6. Memperbanyak Doa
Bulan Rajab adalah momen emas untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan. Berikut adalah dua bacaan utama yang sangat dianjurkan:
1. Doa Mohon Keberkahan Rajab, Sya'ban, dan Bertemu Ramadan
Doa ini adalah doa yang masyhur dibaca oleh Rasulullah SAW ketika beliau memasuki bulan Rajab. Doa ini mengandung permohonan agar Allah melimpahkan berkah di bulan Rajab dan Sya'ban, sekaligus memohon agar usia disampaikan hingga bertemu dengan bulan suci Ramadan.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَحَصِّلْ مَقَاصِدَنَا
Latin: Allāhumma bārik lanā fī Rajaba wa Sya‘bāna wa ballighnā Ramadhāna wa hassil maqāshidanā.Artinya:
"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya‘ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan, serta penuhilah hajat dan tujuan-tujuan kami." 2. Bacaan Istighfar Harian Bulan RajabSelain doa utama di atas, para ulama sangat menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak permohonan ampunan (istighfar) di bulan Rajab. Istighfar ini disunnahkan untuk dibaca sebanyak 70 kali setiap pagi dan sore hari.
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Latin: Rabbighfir lī warhamnī wa tub ‘alayya.Artinya:
"Ya Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku."
People also Ask:
Bulan Rajab 1447 H bulan apa?
Berdasarkan Kalender Hijriah 1447 H, 1 Rajab 2025 jatuh pada Ahad, 21 Desember 2025. Malamnya sudah dimulai sejak matahari terbenam pada 20 Desember, sesuai sistem penanggalan qomariah.
Tahun berapa 1447 dalam kalender Hijriah?
Tahun 2025 Masehi sesuai dengan tahun Hijriah 1446 – 1447; tahun 1447 Hijriah sesuai dengan tahun 2025 – 2026 Masehi. Kalender Hijriah surya sangat mirip dengan kalender Gregorian, tetapi tahunnya dimulai pada ekuinoks Maret, bukan pada tanggal 1 Januari.
Kapan 1 Ramadhan 1447 H?
Ramadhan 1447 H Tinggal Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan ...Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada pertengahan Februari 2026, dengan Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sementara perkiraan pemerintah (Kemenag) adalah Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan metode hisab dan rukyatul hilal yang berbeda, dengan keputusan final menunggu sidang isbat pemerintah.
Tanggal 1 Rajab 2025 jatuh pada hari apa?
Kapan 1 Rajab 2025? Berdasarkan Kalender Hijriah 1447 H, 1 Rajab 2025 jatuh pada Ahad, 21 Desember 2025.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516293/original/057322900_1772274881-ChatGPT_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1609256/original/063394900_1496138662-02_Ilustrasi_Jadwal_Imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515994/original/050041400_1772246661-unnamed__27_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516159/original/013522500_1772262056-Gemini_Generated_Image_sdo55ysdo55ysdo5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)