MENTERI Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan Presiden Prabowo Subianto kerap menyempatkan waktu berdiskusi dengan pengusaha ketika melakukan kunjungan kenegaraan. “Pertemuan seperti itu membuat para investor menjadi lebih yakin,” kata dia dalam konferensi pers di kantor Kementerian Investasi, Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Pernyataan itu disampaikan Rosan Roeslani saat ia menceritakan pengalaman mendampingi Prabowo kunjungan ke Jepang, Korea Selatan, dan Cina pada beberapa waktu lalu. Rosan Roeslani mengatakan, Prabowo bertemu langsung dengan para investor dari negara yang dikunjungi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Biasanya, kata Rosan Roeslani, kepala negara menemui sekitar 10 hingga 12 pengusaha. Ia mengatakan, rata-rata pertemuan berlangsung minimal tujuh hingga delapan jam.
Ia pun menceritakan pengalamannya dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Prabowo kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan. Ia mengatakan, Jepang dan Korea merupakan salah satu negara dengan investasi asing langsung (FDI) yang relatif besar dan konsisten di Indonesia.
Rosan Roeslani mengatakan, pertemuan langsung dengan presiden berhasil lebih meyakinkan para investor. Sebab, kata Rosan, para investor mendengar langsung apa saja regulasi , kebijakan, dan tantangan selama ini dalam berinvestasi itu ada. “Itu sangat direspons sangat positif,” ujarnya.
Rosan Roeslani kemudian menceritakan kunjungannya ke Cina sebagai salah satu negara investor terbesar Indonesia. Ia mengatakan, investor menyampaikan minat investasi yang masih tinggi di Indonesia.
Ia mengatakan sempat mengunjungi lembaga penanaman modal Cina. “Mereka memberikan dukungan penuh. Ini hal-hal yang sangat positif, karena menurut kita harus aktif untuk bertemu dengan mereka,” kata Rosan Roeslani.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat realisasi investasi pada Januari—Maret 2026 mencapai Rp 498,8 triliun. Angka ini meningkat 7,2 persen dibandingkan capaian kuartal I 2025 lalu, yakni Rp 465,2 triliun.
Rosan Roeslani mengatakan capaian tersebut mengisi sekitar 24,4 persen terhadap target investasi sepanjang tahun ini, yakni Rp 2.041,3 triliun. Capaian investasi pada kuartal I berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 706.569 orang.
Adapun sumber penanam modal terbesar pada kuartal pertama berasal dari investor asing dengan nilai Rp 250 triliun, yang berkontribusi 50,1 persen terhadap total investasi. Sementara realisasi penanaman modal asing (PMA) kuartal pertama meningkat 8,5 persen secara tahunan. “Penanaman modal asing dan dalam negeri hampir sama walaupun modal asing sedikit di atas."
Menurut Rosan Roeslani, peningkatan PMA terjadi karena investor asing menilai pemerintah bisa menjaga selalu stabilitas politik dan stabilitas ekonomi pada kuartal pertama. Selain itu, para investor asing merespons positif kebijakan investasi di Indonesia.
Singapura menjadi negara asal investor dengan jumlah penanaman modal terbanyak di Indonesia. Nilai investasi dari Singapura ke Indonesia pada kuartal pertama mencapai US$ 4,6 miliar. Hong Kong berada di posisi kedua dengan nilai investasi ke Indonesia sebesar US$ 2,7 miliar.
Adapun Cina berada di posisi ketiga dengan investasi US$ 2,2 miliar. Setelah itu disusul Malaysia dengan US$ 1,3 miliar. Terakhir adalah Jepang senilai US$ 1 miliar.
Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 248,8 triliun atau berkontribusi 49,9 persen terhadap total realisasi investasi kuartal pertama. Nilai PMDN meningkat 6 persen secara tahunan.
Investasi dari dalam negeri pada kuartal pertama utamanya disumbang oleh luar Jawa dengan nilai Rp 251,3 triliun. Angka itu naik hingga 6,5 persen secara tahunan. Sementara, PMDN di Jawa pada kuartal pertama tercatat sebesar Rp 247,5 triliun atau meningkat 7,9 persen secara tahunan.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2898274/original/080785500_1567273060-Pawai-Obor4.jpg)

