Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Ankabut ayat 69 memuat janji Allah SWT kepada setiap hamba yang bersungguh-sungguh dalam mencari keridaan-Nya, bahwa Dia akan menunjukkan jalan-jalan kebaikan dan kebahagiaan. Ayat ini menghubungkan antara kesungguhan (jihad) dan pertolongan Allah.
Desri Noer Laily dan Zahara Salsabila dalam jurnal Membangun AQ bagi Generasi Z Menurut QS. Al-Ankabut 69 menjelaskan bahwa ayat ini mengandung nilai-nilai keikhlasan, ketekunan, keberanian, dan keyakinan terhadap rahmat Allah yang sangat relevan untuk membentuk Adversity Quotient (AQ) generasi muda.
Sejalan dengan itu, Nazla Tahmida dan Masruddin dalam jurnal Bersungguh-sungguh dalam Proses Pembelajaran Menurut Al-Qur'an menempatkan ayat ini sebagai perintah utama untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, karena kesungguhan adalah kunci keberhasilan pembelajaran.
Konsep jihad dalam ayat ini tidak terbatas pada peperangan fisik semata. Menurut Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Al-Fawa'id dan Zadil-Ma'ad, bentuk jihad yang paling wajib (afrad al-jihad) adalah jihad melawan ego (nafs) dan hawa nafsu. Al-jidd (kesungguhan) merupakan salah satu syarat utama dalam menuntut ilmu, karena ilmu tidak dapat diraih dengan mengistirahatkan badan.
Surat Al-Ankabut ayat 69 bukan sekadar ayat motivasi, melainkan sebuah prinsip hidup yang mengajarkan bahwa kesungguhan adalah pintu menuju hidayah, dan hidayah adalah jaminan pertolongan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang berbuat baik.
Teks Surat Al-Ankabut Ayat 69
Arab: وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ ࣖ
Latin: Walladzîna jâhadû fînâ lanahdiyannahum subulanâ, wa innallâha lama‘al-muḫsinîn
Artinya: "Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan."
Tafsir Surat Al-Ankabut Ayat 69
Tafsir Jalalayn menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang masuk Islam kemudian disiksa oleh kaum musyrik. Allah berjanji akan menunjukkan "jalan Kami" — yakni jalan menuju keridaan-Nya — bagi mereka yang berjihad dengan mengorbankan jiwa dan harta.
Tafsir Ibnu Katsir menekankan bahwa kesungguhan dalam menaati Allah adalah kunci utama untuk memperoleh petunjuk dan pemantapan hati. Ibnu Katsir juga mengutip kisah Ikrimah bin Abu Jahal yang setelah peristiwa Fathu Makkah melarikan diri ke laut, dan dalam badai ia berdoa dengan tulus kepada Allah, kemudian memeluk Islam setelah menyadari bahwa hanya Allah yang dapat menyelamatkan.
Tafsir Al-Mishbah karya Quraish Shihab menafsirkan ayat ini sebagai janji Allah untuk memberikan petunjuk dan bantuan sehingga hamba-Nya dapat memperoleh kemenangan di dunia serta kemuliaan di akhirat. Menurut Quraish Shihab, konsep kesungguhan dalam ayat ini adalah bersungguh-sungguh dalam menghindari hal-hal yang akan menghambat proses mendapatkan ilmu dan hidayah.
Tafsir Kementerian Agama RI menjelaskan bahwa ayat ini menerangkan janji mulia dari Allah kepada orang-orang mukmin yang berjihad di jalan-Nya dengan mengorbankan jiwa dan hartanya serta menanggung siksaan dan rintangan. Allah akan memberi mereka petunjuk, membantu membulatkan tekad, dan memberikan bantuan hingga memperoleh kemenangan di dunia serta kebahagiaan di akhirat.
Tafsir Al-Kasyaf karya Zamakhsyari mengutip penafsiran Abi Sulaiman Al-Darani: "Barangsiapa yang berjihad (bersungguh-sungguh dalam belajar) di jalan Allah, maka Allah akan tunjukkan kepada dia sesuatu yang belum dia ketahui".
Kandungan Surat Al-Ankabut Ayat 69
1. Janji Hidayah bagi Orang yang Bersungguh-sungguh
Ayat ini menegaskan bahwa hidayah bukanlah sesuatu yang datang tanpa usaha. Allah mengaitkan langsung antara jihad (kesungguhan) dan hidayah (petunjuk). Semakin besar kesungguhan seseorang, semakin besar pula petunjuk yang akan Allah berikan.
2. Makna Jihad yang Universal
Jihad dalam ayat ini tidak terbatas pada perang fisik. Menurut Abu Sulaiman ad-Darani, jihad di sini mencakup mempertahankan agama, memberantas kezaliman, menganjurkan perbuatan makruf, mencegah kemungkaran, dan memerangi hawa nafsu dalam rangka menaati perintah Allah.
3. Allah Bersama Orang-orang yang Berbuat Baik
Ayat ini ditutup dengan jaminan bahwa Allah bersama al-muhsinin (orang-orang yang berbuat kebaikan). Ini menunjukkan bahwa kesungguhan dalam berjihad harus diiringi dengan kualitas ihsan — berbuat baik dengan sebaik-baiknya.
4. Hubungan antara Kesungguhan dan Kesabaran
Dalam Surah As-Sajadah ayat 24, Allah menyatakan bahwa kepemimpinan dalam agama hanya diberikan kepada mereka yang bersabar dan yakin. Kesabaran adalah fondasi utama kesungguhan.
5. Motivasi Internal yang Kuat
Peserta didik yang bersungguh-sungguh dalam belajarnya adalah mereka yang memiliki motivasi tinggi yang mendorong mereka untuk mencapai tujuan belajar. Tanpa motivasi yang kuat, kesungguhan akan mudah goyah.
Asbabun Nuzul Surat Al-Ankabut Ayat 69
Para mufassir menyebutkan beberapa riwayat terkait turunnya ayat ini:
• Riwayat Qatadah: Ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa hijrah dari Mekah ke Madinah. Kaum muslimin yang hijrah dikejar oleh kaum musyrik Mekah, dan ayat ini menjadi penghibur serta janji pertolongan bagi mereka.
• Riwayat Ikrimah: Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang masuk Islam kemudian disiksa oleh orang-orang musyrik. Mereka diuji dengan penyiksaan berat, dan Allah menurunkan ayat ini sebagai janji bahwa kesungguhan mereka akan dibalas dengan petunjuk.
• Konteks Historis: Surah Al-Ankabut termasuk surah Makkiyah yang diturunkan sebelum hijrah ke Habasyah. Ayat 56-60 secara jelas menunjukkan konteks periode awal dakwah Islam di Makkah yang penuh tekanan.
Hikmah Surat Al-Ankabut Ayat 69
1. Hidayah adalah Buah dari Kesungguhan
Allah menjanjikan hidayah bagi mereka yang berjuang dengan sungguh-sungguh. Ini mengajarkan bahwa iman bukan sekadar ucapan, melainkan pembuktian melalui tindakan nyata. Kesungguhan dalam menuntut ilmu, beribadah, dan berbuat baik adalah kunci terbukanya pintu hidayah.
2. Jihad Melawan Hawa Nafsu adalah Jihad Terbesar
Imam Ibnul Qayyim menegaskan bahwa jihad paling wajib adalah jihad melawan diri sendiri, hawa nafsu, setan, dan dunia. Hikmah ini mengajarkan bahwa pertempuran terbesar seorang mukmin adalah melawan bisikan negatif dalam dirinya sendiri.
3. Kesabaran adalah Pondasi Kesungguhan
Tanpa kesabaran, kesungguhan akan cepat pudar. Ayat ini mengajarkan bahwa perjalanan menuju hidayah membutuhkan ketekunan dan ketahanan dalam menghadapi rintangan, godaan, dan ujian.
4. Allah Selalu Bersama Orang-orang yang Berbuat Baik
Jaminan "Allah bersama orang-orang yang berbuat baik" memberikan ketenangan bahwa setiap usaha baik, sekecil apa pun, tidak akan sia-sia. Allah menyaksikan dan akan membalas setiap kebaikan.
5. Kesungguhan Mengubah Rintangan Menjadi Peluang
Dalam perspektif Adversity Quotient (AQ), ayat ini mengajarkan bahwa individu dengan AQ tinggi mampu mengubah kesulitan menjadi peluang berkembang. Mereka tidak menyerah pada keadaan, melainkan terus berjuang hingga menemukan jalan keluar.
Pertanyaan Seputar Surat Al Ankabut
1. Apa arti Surat Al-Ankabut ayat 69?
Surat Al-Ankabut ayat 69 berarti: "Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan."
2. Apa saja kandungan Surat Al-Ankabut ayat 69?
Kandungan utamanya meliputi: janji hidayah bagi yang bersungguh-sungguh, makna jihad yang universal (termasuk melawan hawa nafsu), jaminan kebersamaan Allah dengan orang baik, hubungan antara kesungguhan dan kesabaran, serta motivasi internal yang kuat.
3. Kapan Surat Al-Ankabut ayat 69 diturunkan?
Ayat ini diturunkan pada periode Makkah (Makkiyah), sebelum hijrah ke Habasyah, sebagai penghibur bagi kaum muslimin yang mengalami penyiksaan dan penindasan dari kaum musyrik Mekah.
4. Apa hikmah Surat Al-Ankabut ayat 69 bagi pelajar?
Bagi pelajar, ayat ini mengajarkan bahwa kesuksesan akademik membutuhkan kesungguhan, ketekunan, dan kesabaran. Pelajar yang rajin, mengulang pelajaran, dan berdoa akan mendapatkan kemudahan dan pemahaman dari Allah.
5. Siapa ulama yang menafsirkan Surat Al-Ankabut ayat 69?
Ayat ini ditafsirkan oleh banyak ulama, antara lain Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-Azhim, Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuti dalam Tafsir Jalalayn, Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, dan Zamakhsyari dalam Tafsir Al-Kasyaf.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4919191/original/040795900_1723718109-Ilustrasi_pasrah__berserah__berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4260457/original/053804300_1670989554-destroyed-city.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507305/original/081482200_1771489245-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7617354/original/030596700_1780403789-cek_fakta_-_bulog.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493867/original/025420800_1779351314-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3444300/original/037742600_1619765801-20210430-Suasana_Sholat_Jumat_Minggu_Ketiga_Ramadhan_di_Masjid_Istiqlal-3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547119/original/085428000_1775445943-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-06T101438.375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546690/original/011878700_1775361202-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-05T105210.824.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470151/original/005986700_1779331713-20151013211910-berdoa-bersama-menyambut-tahun-baru-1437-hijriah-007-dru.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864911/original/016662100_1718506973-sholat_Idul_Adha_di_Masjid_Agung_Al-Azhar-HERMAN_13.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8219345/original/056761200_1781079103-koperasi_desa-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6370179/original/076427000_1779245274-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)