Terima Puluhan Ribu Protes, Rusia Buka Blokir Roblox

2 hours ago 2

PEMERINTAH Rusia resmi mencabut larangan akses terhadap platform game populer asal Amerika Serikat, Roblox. Keputusan tersebut diambil setelah otoritas setempat menerima puluhan ribu surat protes dari anak-anak dan orang tua yang tidak puas terhadap kebijakan pemblokiran tersebut.

Roblox mengonfirmasi bahwa layanannya kini kembali dapat diakses di Rusia setelah sebelumnya diblokir oleh pemerintah setempat. “Kami mengetahui pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pembangunan Digital, dan kami dapat mengonfirmasi bahwa akses ke Roblox di Rusia telah dipulihkan,” kata Roblox dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Perusahaan itu menyatakan tetap menghormati hukum dan regulasi yang berlaku di negara-negara tempat mereka beroperasi. Roblox juga menegaskan komitmennya terhadap perlindungan pengguna, khususnya anak-anak.

Roblox menyebut pihaknya tengah bersiap meluncurkan akun Roblox Kids dan Roblox Select yang dirancang untuk menyediakan pengalaman bermain yang sesuai dengan usia pengguna. Fitur tersebut mencakup proses peninjauan game secara berkelanjutan serta kontrol orang tua yang lebih mudah dipahami oleh anak-anak, remaja, maupun orang tua.

Platform yang memungkinkan penggunanya membuat dan membagikan game buatan sendiri itu merupakan salah satu aplikasi hiburan seluler paling populer di Rusia. Berdasarkan data perusahaan keamanan siber yang berbasis di Moskwa, Kaspersky Lab, pada awal 2025 Roblox menempati peringkat ketiga bersama TikTok sebagai platform dengan durasi penggunaan tertinggi di kalangan anak-anak Rusia.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 10 Juni 2026, Kementerian Digital Rusia menyebut Roblox telah menerapkan sejumlah langkah mitigasi untuk meningkatkan keselamatan pengguna anak. Salah satunya melalui penerapan sistem penyaringan yang membatasi akses ke konten permainan berdasarkan klasifikasi usia.

Sebelumnya, Rusia memblokir total akses ke Roblox pada Desember tahun lalu. Saat itu, Kremlin menuduh platform tersebut menjadi sarana penyebaran materi ekstremis serta media promosi propaganda LGBT.

Menanggapi pemblokiran tersebut, juru bicara Roblox kala itu menyatakan perusahaan berkomitmen pada keselamatan digital pengguna dan siap mematuhi regulasi hukum yang berlaku di setiap negara tempat layanan mereka beroperasi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |