Tips Konsisten Menjadi Autentik Ala Erwin Parengkuan

2 hours ago 5

KONSISTEN menjadi salah satu tantangan orang dalam menyampaikan personal branding mereka. Padahal praktisi komunikasi sekaligus penulis Erwin Parengkuan mengatakan menjalankan personal branding yang autentik akan lebih ringan bila dilakukan secara konsisten. "Kita kebanyakan itu mimicking (mencontoh orang). Padahal kita bisa menampilkan diri yang autentik dengan konsisten," katanya dalam peluncuran buku bertajuk 'Your Brand, Your Story: Personal Branding 2.0 and the Art of Storytelling' di Gramedia Jalma pada awal Juni 2026.

Erwin mengatakan konsistensi itu berhubungan dengan waktu. Sebaiknya orang membuat timeline atau jadwal pembagian konsistensi jangka pendek dan menengah serta panjang yang akan dijalaninya. Apa jangka pendek tujuan personal branding diri, apa pula jangka menengah dan panjang citra diri yang ingin ditampilkan kepada publik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Misalnya, bila ingin dikenal menjadi sosok yang pintar untuk jangka panjang, maka jangka pendeknya adalah berprestasi sejak kecil apa yang bisa diambil sedikit demi sedikit. "Kalau sudah tahu tujuan jangka panjang, maka langkah kecil kita jadi bisa diukur dan mudah menjalankannya," lanjutnya.

Erwin mengingatkan tujuan hidup adalah soal membuat rencana. Penting dalam hidup mengetahui tujuan hidup diri. "Misalnya mau jadi seperti siapa? Motivasinya apa? Personal branding apa yang mau ditampilkan ke publik," kata Erwin.

Ia menambahkan bahwa bila sudah tahu langkah kecil apa yang bisa dilakukan, maka menjalani langkah itu secara konsisten akan semakin mudah. Erwin tidak menampik, dalam menjalankan konsistensi semangatnya bisa naik turun. Hal itu manusiawi. "Itu bagian dari penerimaan diri. Boleh berhenti sejenak kok. Tapi perlu dipikirkan, kenapa saat itu kita tidak semangat. Setelah merenung dan jeda sebentar, sebaiknya balik lagi ke tujuan awal dan tetap konsisten demi mendapatkan tujuan," kata Erwin.

Erwin Parengkuan bekerja sama dengan Penerbit Buku Kompas (PBK) merilis buku Your Brand, Your Story. Dalam peluncuran buku itu, Erwin mendalami gagasan mengenai personal branding autentik serta pentingnya storytelling dalam membangun pengaruh positif di kehidupan personal maupun profesional.

Erwin mengingatkan bahwa personal branding tidak semata berkaitan dengan pencitraan atau upaya 'menjual diri', melainkan proses mengenali identitas, memahami nilai diri, serta membangun reputasi yang bertumbuh secara autentik dan relevan dengan perkembangan zaman.

Buku Your Brand, Your Story sendiri mengangkat pentingnya kesadaran individu terhadap potensi dan keunikan yang dimiliki di tengah dunia yang semakin dinamis dan tidak menentu. Melalui pendekatan storytelling berbasis neurosains, buku ini menghadirkan berbagai kerangka berpikir dan langkah aplikatif untuk membantu pembaca mengenali tujuan hidup, membangun reputasi, serta menjadi top of mind di bidang yang ditekuni.

Erwin juga membahas berbagai gagasan dalam buku, mulai dari pentingnya mengenali cerita hidup sebagai bagian dari identitas personal hingga bagaimana storytelling dapat menjadi sarana membangun koneksi emosional, kepercayaan, dan pengaruh yang berkelanjutan. Momen ini menjadi ruang interaksi yang memperkuat kedekatan antara penulis dan pembaca, sekaligus memperluas pertukaran gagasan mengenai pengembangan diri dan komunikasi personal di era modern.

Melalui peluncuran buku ini, PBK mengajak publik untuk melihat personal branding sebagai perjalanan memahami diri sekaligus membangun dampak yang lebih luas melalui cerita hidup yang autentik. Di tengah dunia yang terus berubah, kemampuan mengenali nilai diri, membangun reputasi, dan menyampaikan cerita secara bermakna menjadi fondasi penting dalam menciptakan pengaruh yang relevan dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |