TNI Gelar Operasi di Lokasi Penembakan Pilot di Yahukimo

5 hours ago 3

PRAJURIT TNI dari Komando Operasi Habema (Koops Habema) menggelar operasi khusus untuk menguasai Lapangan Terbang Ipdeheik di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Lokasi tersebut merupakan tempat penembakan pilot dan pembakaran pesawat perintis milik PT AMA yang diduga dilakukan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) pada Kamis, 2 Juli 2026.

Kepala Penerangan Koops Habema Letnan Kolonel Wirya Arthadiguna mengatakan operasi dilakukan untuk mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan sekaligus mendukung pelaksanaan pencarian dan penyelamatan (SAR) taktis serta evakuasi korban. "Operasi dilakukan untuk menguasai dan mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan, sekaligus melaksanakan SAR taktis dan evakuasi korban," kata Wirya dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam operasi tersebut, Koops Habema mengerahkan 10 prajurit yang didukung dua helikopter Caracal. Menurut Wirya, penggunaan helikopter dilakukan karena medan pegunungan di lokasi memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Ia menambahkan, jenazah pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, telah dievakuasi dan dibawa ke Timika.

Wakil Panglima Koops Habema Brigadir Jenderal Riyanto menyampaikan belasungkawa atas tewasnya Nicholas. Ia mengatakan aparat masih memburu para pelaku penyerangan. "Prioritas kami selanjutnya mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku," kata Riyanto.

Sebelumnya, TPNPB-OPM menyatakan bertanggung jawab atas penembakan pilot dan pembakaran pesawat di Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo. Juru Bicara Markas Pusat TPNPB, Sebby Sambom, mengatakan penyerangan dilakukan oleh TPNPB komando daerah pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo di bawah pimpinan Elkius Kobak. "Kami tembak sebagai ultimatum agar tidak ada lagi maskapai Indonesia yang terbang di tanah Papua," kata Sambom dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Tri Purwanto mengatakan pesawat yang dibakar merupakan pesawat perintis milik PT AMA dengan nomor registrasi PK-RCY yang terbang dari Bandara Wamena menuju Lapangan Terbang Kampung Balinggama. "Berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari Manajer PT AMA dan masyarakat, pesawat diduga dibakar oleh kelompok OPM," kata Tri melalui pesan WhatsApp, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurut Tri, berdasarkan keterangan Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Wamena, pesawat tersebut mengangkut tujuh penumpang yang seluruhnya merupakan orang asli Papua dan selamat dari insiden tersebut.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |