Trump: Kesepakatan Damai Dilakukan pada Ahad Ini

6 hours ago 3

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kesepakatan damai antara Iran dan AS berpeluang ditandatangani pada Ahad waktu setempat. Menurut dia kesempatan ini merupakan upaya untuk mengakhiri perang secara permanen dan membuka kembali Selat Hormuz. 

“Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani hari Ahad dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz terbuka untuk semua,” tulis Trump diakun Truth Social, dikutip dari Al Arabiya pada Sabtu 13 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Trump menambahkan bahwa AS nantinya akan mengambil alih serta menghancurkan persediaan uranium yang diperkaya dari Iran, setelah ditandatanganinya kesepakatan damai. Dia pun berharap AS dapat bekerja sama dengan Iran dan aktor-aktor di kawasan dan berkelanjutan di masa depan.

“Pada waktu yang tepat, ketika semuanya tenang, kita akan masuk mengambil debu nuklir yang terkubur jauh di bawah pegunungan granit yang dahsyat, berkat pesawat pembom B-2 kita yang luar biasa dan pilot yang brilian, lalu menghancurkannya, baik di Iran maupun di AS,” tambah Trump.

Selain itu, Trump juga memperingatkan Republik Islam Iran untuk beritikad baik dalam upaya penandatanganan resolusi konflik atau akan menerima konsekuensi. “Semoga proses ini berjalan dengan cepat, mudah, dan lancar. Jika tidak, kita memiliki alternatif terburuk yang semoga tidak pernah digunakan lagi,” tulis dia.

Iran Sangkal Klaim Trump

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan penandatanganan nota kesepahaman dengan AS tidak akan terjadi hari Minggu. Menurut Baghaei mungkin negosiasi damai untuk mengakhiri perang secara permanen akan tercapai beberapa hari ke depan.

“Kita harus menunggu dan melihat waktu yang tepat untuk penandatanganan kesepakatan prakontrak. Kemungkinan hal ini terjadi dalam beberapa hari mendatang,” kata Baghaei dalam pernyataan yang dimuat Kantor Berita Tasnim, seperti dikutip dari Anadolu.

Baghaei mengatakan negaranya harus waspada terhadap AS karena berulang kali tidak kooperatif menandatangani perjanjian damai permanen. “Tim negosiasi kami tidak berencana melakukan perjalanan ke Jenewa atau tempat lain dalam dua hari ke depan, kita haru menunggu dan melihat waktu yang tepat,” ujar Baghaei.

Jubir Iran menegaskan bahwa Iran berhak menerima biaya tol di Selat Hormuz, karena berdasarkan hukum internasional selat tersebut bagian dari kedaulatan Iran dan Oman.   

“Menurut hukum internasional, Selat Hormuz termasuk dalam teritorial Iran dan Oman serta hak kedaulatan di selat itu dimiliki oleh kedua negara,” demikian pendapat Baghaei.

Sebelumnya Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen di Timur Tengah berada di titik paling dekat untuk terwujud. Negosiasi yang dimediasi Pakistan berfokus untuk mengakhiri konflik antara Iran dan AS serta membuka kembali Selat Hormuz dan mencapai konsensus program nuklir Iran.

Sementara itu, para pejabat Iran menegaskan bahwa poin-poin naskah perdamaian itu sepenuhnya telah disepakati. Kendati demikian, Teheran menuduh Washington sengaja memperlambat resolusi konflik melalui pernyataan yang kontradiktif serta inkonsisten.

Perang Iran ada AS-Israel meletus pada Februari 2026, serangan kedua negara rezim kolonial itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Kemudian Iran melakukan serangan pembalasan terhadap Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di Teluk, hingga memicu penutupan Selat Hormuz oleh Iran. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |