PROSESI pemakaman untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur pada akhir Februari lalu, akan diselenggarakan pada 9 Juli. Khamenei menjadi martir dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu.
Seperti dilaporkan televisi pemerintah Iran pada hari Sabtu, dilansir Turkiye Today, Ayatollah Khamenei akan dikebumikan di kota kelahirannya, kota suci Mashhad di timur laut. Upacara pemakaman tersebut akan dilakukan selama tiga hari di ibu kota Teheran yang dimulai tanggal 4 Juli 2026 dan dilanjutkan di kota suci Qom pada 7 Juli mendatang.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Awalnya rencana pemakaman Khamenei dijadwalkan pada Maret, namun karena memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, upacara itu akhirnya ditunda. Majelis Para Ahli Iran yang beranggotakan 88 orang telah menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran pada awal Maret.
Dipilihnya putra Khamenei, Mojtaba, menjadikannya pemimpin tertinggi Iran yang ketiga, sejak berdirinya Republik Islam Iran pada tahun 1979.
Mojtaba dilaporkan terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya dan beberapa pejabat senior lain. Kendati hingga saat ini, Mojtaba belum tampil di hadapan umum sejak pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba telah mengeluarkan beberapa pernyataan kepada rakyat Iran yang dipublikasikan media resmi pemerintah.
Upacara Pemakaman Khamenei Diprediksi akan Dihadiri Jutaan Orang
Adapun, para pejabat Iran mengatakan sang martir akan dimakamkan di kompleks pemakaman Imam Reza sesuai dengan permintaannya. Sementara itu, Wakil Walikota Teheran Bidang Sosial dan Kebudayaan, Mohammad Amin Tavakkoli-Zadeh menyebut bahwa prosesi pemakaman akan dihadiri 15 juta hingga 20 juta orang di ibu kota Iran.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa upacara pemakaman itu akan berlangsung setidaknya selama 24 jam di Teheran dan digelar di seluruh negeri. Selain itu, diperkirakan akan dihadiri oleh warga dari negara tetangga yang ingin mengikuti upacara tersebut, termasuk Pakistan, Afghanistan, Bangladesh, dan India.
Tewasnya Sang Martir
Khamenei tewas pada awal konflik, serangan udara yang dilancarkan AS-Israel menargetkan kediamannya di Jalan Palestina, di Teheran. Otoritas Teheran juga melaporkan Istri, menantu perempuan, dan cucunya yang berusia 14 bulan tewas dalam serangan brutal tersebut.
Kampanye perubahan rezim itu memicu eskalasi regional yang semakin memanas. Tak berselang lama otoritas Iran melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk, sekaligus menutup Selat Hormuz sebelum gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada 8 April.





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)














