Venezuela Pastikan Kematian Pemimpin Tren de Aragua Tewas

4 hours ago 3

PEMERINTAH Venezuela memastikan pengumuman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa pemimpin organisasi kriminal Tren de Aragua yang berbasis di Venezuela, Hector Rusthenford Guerrero Flores, tewas dalam operasi yang melibatkan otoritas Venezuela dan Amerika Serikat.

Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela menyatakan bahwa Guerrero Flores, yang lebih dikenal dengan julukan “Nino Guerrero”, berhasil dilumpuhkan dalam operasi yang menyasar kelompok kriminal tersebut di wilayah pedesaan negara bagian Bolivar.

Pihak berwenang mengatakan bentrokan terjadi dengan anggota kelompok tersebut selama operasi berlangsung. Misi itu dijalankan dengan dukungan teknologi canggih, pertukaran informasi intelijen, serta mekanisme kerja sama antara kedua negara.

Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa pasukan AS berhasil membunuh pemimpin Tren de Aragua pada Jumat, 12 Juni 2026. Tren de Aragua adalah sebuah organisasi kriminal lintas batas yang berbasis di Venezuela, sindikat tersebut terlibat dalam perdagangan narkoba, perdagangan orang hingga penyelundupan migran. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Atas perintah saya, Komando Selatan AS melancarkan serangan mematikan yang membunuh Nino Guerrero,” tulis Trump akun Truth Social miliknya, seperti dilansir Euro News.

Dalam pernyataan tersebut, Trump juga menyematkan rekaman video berdurasi 10 detik yang menunjukkan atap sebuah bangunan berwarna hijau di tengah hutan, sebelum meledak dan menghasilkan kepulan asap.

Trump menyebutkan operasi gabungan Washington dilakukan atas kerja sama dengan otoritas Caracas. Dalam sebuah pernyataan, pemerintah Venezuela mengonfirmasi bahwa mereka terlibat dalam operasi pembunuhan gembong Tren de Aragua di negara bagian Bolivar bagian Tenggara. 

Adapun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan serangan itu terjadi awal pekan ini dan menargetkan lokasi Tren de Aragua di Venezuela. “Operasi ini menggarisbawahi komitmen AS untuk memerangi teroris di kawasan. Hal ini merupakan kolaborasi dengan mitra keamanan, seperti Venezuela dan negara-negara anggota Koalisi Anti Kartel Amerika (A3C) untuk memberangus para pengacau,” tulis Hegseth di sosial media X.  

Pusat Kontraterorisme Nasional AS (NCTC) mengatakan bahwa Tren de Aragua sebagai sindikat transnasional yang berakar di penjara Tocoron, Venezuela. Diperkirakan kelompok kriminal ini memiliki 2.500 hingga 5.000 anggota yang terlibat kejahatan lintas batas. 

Oleh karena itu, pada sejak Februari 2025, pemerintahan Trump melabeli kelompok tersebut sebagai sindikat teroris dan Departemen Luar Negeri AS telah menawarkan hadiah US $5 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya. Lebih lanjut, Washington mengklaim kelompok tersebut berada di bawah perlindungan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang telah dilengserkan AS pada Januari lalu. 

Menurut laporan Al Jazeera, Hector Rusthenford Guerrero Flores alias Nino Guerrero pernah melarikan diri bersama para gembong lainnya dari penjara Tocoron, sebelum penggerebekan polisi pada tahun 2023. Kemudian, ia didakwa secara in absentia di pengadilan New York pada bulan Desember atas tuduhan konspirasi kejahatan terorganisir, dukungan kepada teroris, dan serangkaian kejahatan lainnya. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |