Video Kisah Siswa Sekolah Rakyat DiputarSaat Kegiatan Peringatan Hari Bhayangkara ke-80

6 hours ago 6

INFO TEMPO – Ada yang berbeda dalam upacara dan syukuran Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 di di Lapangan Nagara Janottama, Satlat Brimob Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026. Dalam kegiatan bertajuk "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat", terdapat pemutaran video salah satu siswa Sekolah Rakyat, M. Fikri Ibrahim, bocah berusia enam tahun yang saat ini bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Sumedang.

Kisah Fikri menyentuh hati banyak orang, kehidupannya tidak sama seperti anak-anak lainnya. Saat anak-anak lain asyik bermain, Fikri terpaksa harus mengais sampah, mencari botol-botol bekas yang bisa dijual kembali untuk menyambung hidupnya. Video Fikri saat mencari barang di jalanan bahkan sempat viral beberapa waktu lalu.

Semenjak masuk Sekolah Rakyat, hidup Fikri berubah, kini dia pakai seragam yang bersih, bukan lagi pakai baju lusuh dan kotor. Makan pun lebih teratur dan bergizi, ditambah lingkungan yang jauh lebih baik melalui pendampingan guru dan tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat.

Fikri adalah satu dari banyak anak lainnya yang merasakan manfaat dari program Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa masih banyak anak-anak dari keluarga miskin yang membutuhkan akses pendidikan, dan pendidikan bisa menjadi jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, masalah kemiskinan masih menjadi suatu tantangan yang besar ditengah-tengah masyarakat Indonesia. "Rakyat kita masih menderita kemiskinan dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyedupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal," kata dia didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan dalam penyimpangan-penyimpangan tersebut, tidak ada pandang bulu, hukum harus dihormati dan dihargai serta menjadi pelindung masyarakat. "Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang, dan tidak boleh ada siapapun yang kebal terhadap hukum. Saya tekankan kembali, rakyat paling lemah harus mendapat perlindungan, masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani."

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berterima kasih atas dedikasi kepolisian, yang salah satunya banyak membantu di lapangan bersama TNI. “Utamanya dalam rangka penguatan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat," ujar dia.

Adapun pada kegiatan ini turut hadir Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua Mahkamah Agung Sunarto, Pimpinan Tinggi Lembaga Negara, Jajaran Menteri Koordinator dan Menteri Kabinet Merah Putih, serta stakeholder terkait lainnya. (*)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |