Xi Jinping Bertemu Kim Jong Un, Bahas Senjata Nuklir?

3 hours ago 3

PRESIDEN Cina Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada Selasa 9 Juni 2026 menegaskan komitmen untuk meneruskan tradisi persahabatan kedua negara dari generasi ke generasi, demikian menurut media pemerintah Cina seperti dilansir Kyodo dan dikutip Antara.

Sementara itu, laporan Korea Utara mengenai pertemuan puncak sehari sebelumnya tidak menyinggung program nuklir Pyongyang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sebelum mengakhiri kunjungan dua harinya di Korea Utara, Xi memberikan penghormatan di Menara Persahabatan Cina-Korea Utara. Menara ini dibangun untuk mengenang tentara Cina yang bertempur dalam Perang Korea 1950–1953.

Xi didampingi Kim dalam kegiatan tersebut yang menjadi kunjungan pertama sejak 2019, menurut Kantor Berita Xinhua.

Kedua pemimpin juga mengunjungi Sekolah Pelatihan Kader Pusat milik Partai Buruh Korea yang berkuasa dan bersama-sama menanam pohon cemara.

Cina dan Korea Utara, yang pernah berjuang bersama melawan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dipimpin Amerika Serikat dalam Perang Korea, telah lama menggambarkan hubungan mereka sebagai hubungan “saudara sedarah”.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Cina mengenai pertemuan Xi dan Kim yang dirilis pada Senin juga tidak menyebut program nuklir Korea Utara.

Dalam beberapa waktu terakhir, Beijing tidak lagi secara terbuka mengkritik program nuklir Pyongyang. Kendati, Gedung Putih menyatakan bahwa Xi dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan kembali tujuan bersama mereka untuk mewujudkan denuklirisasi Korea Utara dalam pertemuan yang berlangsung di Beijing pertengahan Mei lalu.

Kantor Berita Resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan bahwa Xi dan Kim, pada Senin sepakat untuk semakin memperkuat komunikasi strategis serta memperluas pertukaran dalam rangka peringatan 65 tahun perjanjian bantuan timbal balik kedua negara guna “membuka babak baru” hubungan bilateral.

Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik Cina-Korea Utara yang ditandatangani pada 1961 memuat ketentuan mengenai pemberian dukungan militer dan bantuan lainnya secara segera apabila salah satu negara mendapat serangan bersenjata.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Lin Jian dalam konferensi pers, Selasa mengatakan Beijing siap meningkatkan pertukaran dengan Pyongyang dalam bidang diplomasi, penegakan hukum, militer, dan bidang lainnya.

Profesor ilmu politik dari Universitas Nasional Gyeongsang di Korea Selatan, Park Jong Chol, mengatakan dirinya meyakini sikap Cina yang menginginkan denuklirisasi Korea Utara tidak berubah dan kedua pemimpin kemungkinan telah mencapai kesepakatan baru terkait isu nuklir.

Menurut Park, Xi dan Kim mungkin telah menyepakati bahwa Cina tidak akan menentang senjata nuklir Korea Utara yang sudah diproduksi, sementara Pyongyang akan menghentikan produksi lebih lanjut arsenal nuklirnya.

Namun, ia menekankan bahwa perkembangan tersebut masih perlu terus dipantau.

Park juga menyatakan bahwa usulan Xi mengenai peningkatan “pertukaran di bidang militer” merupakan hal yang cukup mengejutkan.

Seorang pejabat Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan bahwa ini merupakan pertama kalinya pertukaran militer antara Cina dan Korea Utara disebut secara terbuka sejak Kim Jong Un secara efektif mewarisi kekuasaan setelah ayahnya, Kim Jong Il, wafat pada Desember 2011.

Menurut KCNA, Menteri Pertahanan Cina Dong Jun termasuk di antara pejabat senior yang mendampingi Xi selama kunjungan ke Korea Utara.

Hubungan Beijing dan Pyongyang belakangan ini menunjukkan perbaikan. Hubungan keduanya tampak merenggang akibat semakin eratnya kerja sama militer Korea Utara dengan Rusia, termasuk pengiriman pasukan Korea Utara untuk membantu Moskow dalam perang di Ukraina.

Selama berada di Pyongyang, Xi menghadiri jamuan penyambutan dan menyaksikan pertunjukan seni bersama Kim Jong Un.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |