TEMPO.CO, Yogyakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mewanti-wanti masyarakat, terutama yang tinggal di pinggiran sungai, untuk mewaspadai potensi banjir lahar dingin.
Peringatan itu disampaikan pasca hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah DI Yogyakarta Jumat 28 Maret 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
BPPTKG Yogyakarta mencatat, hujan juga melanda puncak Gunung Merapi selama berjam-jam. Dimulai siang hari sejak pukul 12.55 WIB hujan, sempat mereda pukul 14.40 WIB. Puncak gunung itu dilaporkan kembali diguyur hujan pukul 17.40 dan berlangsung hingga 22.25 WIB.
"Sejak sore, curah hujan sebesar 62 mm dengan durasi 4 jam 42 menit, dan intensitas 14 mm/jam. Hujan masih berlangsung hingga pukul 22.25 WIB," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santoso, Jumat petang.
Dengan lamanya durasi dan tingginya intensitas hujan serta material erupsi yang terus menumpuk, BPPTKG Yogyakarta meminta kewaspadaan warga atas bahaya banjir lahar dingin yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
"Waspadai bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi, selain potensi awan panas guguran di daerah potensi bahaya, warga diimbau untuk menjauhi daerah bahaya serta mematuhi rekomendasi," kata Agus.
Pada periode pengamatan terakhir 14-20 Maret 2025, berdasarkan analisis foto udara yang dilakukan BPPTKG, tercatat volume kubah barat daya Gunung Merapi saat ini sebesar 3.626.200 meter kubik. Sedangkan untuk volume kubah tengah terukur sebesar 2.368.800 meter kubik.
Hujan intensitas tinggi selama periode Maret ini belum sampai menyebabkan penambahan aliran maupun lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. "Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih level III atau Siaga, erupsi masih terjadi," kata dia.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono menuturkan, pada Jumat 28 Maret 2025 sebagian besar wilayah Yogyakarta diselimuti awan hujan yang memicu hujan intensitas sedang-lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang. "Hujan intesitas sedang-lebat ini terjadi di semua kabupaten/kota DIY," kata Warjono.
Sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul dilanda banjir dan tanah longsor pasca hujan lebat mengguyur Daerah Istimewa Yogyakarta selama enam jam lebih, Jumat 28 Maret 2025.