Bacaan Sholawat Nabi yang Benar Sesuai Sunnah Lengkap Teks Arab, Latin dan Artinya

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah salah satu bentuk ibadah lisan yang paling agung dalam Islam. Tak sebatas pujian, sholawat merupakan doa dan permohonan rahmat yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT kepada segenap umat Muslim. Maka itu, umat Islam perlu mengetahui bacaan sholawat nabi yang benar sesuai sunnah lengkap teks Arab, Latin dan artinya.

Perintah sholawat ditegaskan Allah sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Berikut ini adalah bacaan sholawat yang benar sesuai sunnah lengkap dengan teks Arab, latin, arti, dalil, serta keutamaan mengamalkannya, merujuk Buku 1001 Shalawat karya Muhammad Taufiq Ali Yahya, kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, Jalaul Afham karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, Kasyifah As-Saja karya Imam Nawawi Al-Bantani, serta sumber-sumber kredibel lainnya.

1. Sholawat Ibrahimiyah (Sholawat Tahiyat)

Sholawat ini adalah sholawat yang paling utama dan menjadi bacaan wajib dalam tahiyat akhir setiap shalat. Mayoritas periwayat hadis menilai Sholawat Ibrahimiyah sebagai sholawat yang paling paripurna sebab diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW berdasarkan konsensus para ulama Salaf.

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌاللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin:Allâhumma shalli 'alâ muhammadin wa 'alâ âli muhammad, kamâ shallaita 'alâ ibrâhîma wa 'alâ âli ibrâhîm, innaka hamîdum majîdAllâhumma bârik 'alâ muhammadin wa 'alâ âli muhammad, kamâ bârakta 'alâ ibrâhîma wa 'alâ âli ibrâhîm, innaka hamîdum majîd

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan sholawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Sholawat ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Ka’ab bin ‘Ujrah. Adapun penambahan kata “Sayyidina” (menjadi “sayyidinâ muhammad”) disepakati oleh sejumlah ulama sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi SAW, berdasarkan kesepakatan para ulama tentang keutamaan menambahkan gelar tersebut. Sholawat Ibrahimiyah dianggap paling baik karena turun langsung dari Allah SWT.

2. Sholawat Lain yang Dianjurkan

1. Sholawat Paling Ringkas

Bacaan ini merupakan inti dari semua sholawat. Sangat mudah dihafal dan bisa diamalkan kapan saja. Sholawat ini juga termaktub dalam lafal sholawat ibrahimiyah, sebagaimana diajarkan Nabi SAW.

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ

Latin: Allahumma shalli ‘ala Muhammad

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad.”

2. Sholawat Nariyah (Sholawat Tafrijiyyah)

Sholawat Nariyah sangat masyhur dalam tradisi Islam karena mengandung permohonan pertolongan dan kelapangan dari berbagai kesulitan. Imam Al-Qurthubi menyatakan bahwa barangsiapa membaca sholawat ini setiap hari dengan istikamah, maka Allah akan melindunginya dari segala macam bahaya.

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ

Latin: Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman 'alâ sayyidinâ muhammadinil-ladzî tanhallu bihil 'uqad, wa tanfariju bihil kurab, wa tuqdhô bihil hawâij, wa tunâlu bihir raghâ-ib, wa ḥusnul khowâtîm, wa yustasqol ghomâmu biwajhihil karîm, wa 'alâ âlihî wa shohbihî fî kulli lamḥatin wa nafasin bi 'adadi kulli ma'lûmilak

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat yang sempurna dan salam yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau segala kesulitan terurai, segala kesusahan hilang, segala hajat terpenuhi, segala keinginan tercapai serta akhir kehidupan yang baik diperoleh, dan dengan wajah beliau yang mulia awan membawa hujan. Limpahkan pula kepada keluarga dan sahabatnya di setiap detik dan hembusan napas, sebanyak bilangan segala sesuatu yang Engkau ketahui.”

Dalam kitab “Fadha’il Al-Zawakhir ‘ala Al-Nabi Al-Fakhir” serta “Buku 1001 Shalawat”, sholawat ini disebut memiliki keutamaan besar dalam mengabulkan hajat. Sholawat ini disusun oleh Syekh Ibrahim Attaziy Al-Maghribiy dan disebut juga sebagai Sholawat Tafrijiyyah(penghilang kesulitan). Disebut Nariyah(api) karena jika dibaca sebanyak 4.444 kali dengan khusyuk, hajat akan terkabul secepat api membakar mangsanya.

3. Sholawat Fatih (Sholawat Al-Fatih)

Sholawat Fatih disusun oleh Syekh Muhammad Al-Bakri dan merupakan salah satu sholawat yang sangat dianjurkan untuk dibaca secara istikamah sebagai pembuka pintu kebaikan dan kemudahan.

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الْحَقَّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Latin: Allâhumma shalli wa sallim wa bârik 'alâ sayyidinâ muhammadinil fâtihi limâ ughliqo, wal khâtimi limâ sabaqo, nâshiril ḥaqqi bil ḥaqqi, wal hâdî ilâ shirôthin mustaqîm

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami Muhammad, pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran, dan petunjuk ke jalan yang lurus.”

Sholawat ini disebut dalam “Buku 1001 Shalawat” sebagai salah satu sholawat yang sangat dianjurkan untuk dibaca sebanyak 100 kali setiap hari. Keutamaannya sangat besar bagi mereka yang membacanya dengan istikamah selama 40 hari, karena Allah akan membukakan pintu-pintu kebaikan dan melindunginya dari kesesatan.

4. Sholawat Munjiyat (Sholawat Penyelamat)

Al-Munjiyat secara bahasa berarti “penyelamat”. Sholawat ini sangat dianjurkan untuk dibaca ketika menghadapi kesulitan, bahaya, atau bencana.

Teks Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ

Latin: Allâhumma shalli 'alâ sayyidinâ muhammadin sholâtan tunajjînâ bihâ min jamî'il ahwâli wal âfât, wa taqdhî lanâ bihâ jamî'al ḥâjât, wa tuthohhirunâ bihâ min jamî'is sayyi-ât, wa tarfa'unâ bihâ 'indaka a'lâd darojât

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami Muhammad, sholawat yang dengan sebabnya Engkau selamatkan kami dari segala macam ketakutan dan bencana, Engkau tunaikan untuk kami segala hajat, Engkau sucikan kami dari segala keburukan, dan Engkau angkat kami di sisi-Mu ke derajat yang setinggi-tingginya.”

Dalil: Penamaan Sholawat Munjiyat berkaitan dengan pengalaman spiritual seorang ulama yang selamat dari badai laut setelah membacanya, sebagaimana dicatat dalam kitab “Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab an-Nafais” karya Abdurrahman bin Abdissalam Ash-Shafuri serta disebut dalam “Buku 1001 Shalawat”. Kata Munjiyat berasal dari bahasa Arab yang artinya keselamatan. Imam As-Sakhawi menyebutkan bahwa barangsiapa membaca sholawat ini dengan penuh keyakinan, Allah akan melindunginya dari segala bentuk bahaya.

5. Sholawat Tibbil Qulub (Sholawat Kesembuhan)

Sholawat ini dikenal sebagai “obat hati” dan sangat bermanfaat untuk kesehatan jasmani dan rohani.

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُورِ الْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ

Latin: Allâhumma shalli 'alâ sayyidinâ muhammad, thibbil qulûbi wa dawâ-ihâ, wa 'âfiyatil abdâni wa syifâ-ihâ, wa nûril abshôri wa dhiyâ-ihâ, wa 'alâ âlihî wa shohbih

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Sayyidina Muhammad, obat bagi segala penyakit hati, penyehat dan penyembuh bagi segala penyakit jasmani, cahaya dan sinar semua bentuk penglihatan, juga kepada keluarga dan sahabat beliau.”

Sholawat ini disebut dalam banyak kitab, di antaranya “Jami’ Al-Jawami’” serta “Buku 1001 Shalawat” sebagai bacaan yang sangat dianjurkan untuk kesembuhan. Sholawat Tibbil Qulub ini adalah jenis sholawat yang sangat masyhur di kalangan umat Islam sebagai wasilah kesembuhan.

Dalam Buku 1001 Shalawat, dijelaskan bahwa jika dibaca secara istikamah, insya Allah sholawat ini akan mempertajam penglihatan batiniah dan menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit hati.

Hakikat dan Pengertian Sholawat yang Benar

Secara bahasa, ash-shalâtu berarti doa, rahmat, dan pujian. Adapun secara istilah, sholawat adalah doa kepada Allah SWT agar senantiasa melimpahkan rahmat, kemuliaan, dan keselamatan kepada Nabi Muhammad ﷺ serta kepada keluarganya.

Dalam Buku 1001 Shalawat karya Muhammad Taufiq Ali Yahya, dijelaskan bahwa sholawat yang benar mengandung pujian kepada Nabi dan keluarganya serta taat kepada perintah Allah sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Ahzab: 56.

Perbedaan makna sholawat dari tiga sudut pandang dijelaskan oleh Imam Abu Abdillah a.s. dalam kitab Ma’ani Ahbar: “Sholawat dari Allah adalah rahmat, dari malaikat adalah tazkiyah (pensucian), dari manusia adalah doa.”

Pemahaman ini menunjukkan bahwa seorang Muslim yang membaca sholawat tidak hanya melafalkan rangkaian kata, tetapi sedang memanjatkan doa penuh makna.

Dalil Perintah Sholawat dan Penjelasan Ulama

Sebagaimana telah disebut, perintah sholawat terdapat dalam Al-Qur'an: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).

Selain QS. Al-Ahzab: 56 sebagai landasan utama perintah bersholawat, terdapat dalil hadis. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).

Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa inti sholawat adalah memohon rahmat dan keselamatan bagi Nabi.

  • Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Jalaul Afham menyatakan bahwa sholawat mempunyai keutamaan besar, di antaranya Allah SWT akan mengabulkan doa yang didahului dengan bacaan sholawat.
  • Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa sholawat Ibrahimiyah adalah sholawat yang paling utama karena diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ.
  • Imam Syafi’i rahimahullah berpendapat bahwa diwajibkan atas orang yang shalat mengucapkan sholawat untuk Nabi SAW dalam tasyahhud terakhir.

Keutamaan Membaca Sholawat

Rasulullah ﷺ dan para ulama telah menyebutkan berbagai keutamaan bagi siapa saja yang membiasakan lisannya dengan sholawat:

1. Balasan Berlipat Ganda

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosa, dan mengangkat sepuluh derajat.”(HR. Imam Ahmad dari Abi Thalhah Al Anshari)

2. Diangkat Derajat dan Dihapus Dosa

Dalam riwayat Ath Thabrani dari Anas bin Malik disebutkan bahwa jika membaca seratus kali, Allah menuliskan “bebas dari munafik dan bebas dari neraka” dan menetapkannya bersama para syuhada di hari kiamat.

3. Mendapat Syafaat di Hari Kiamat

“Sesungguhnya orang yang paling utama dengan syafaatku kelak di hari kiamat ialah yang paling banyak membaca sholawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)

4. Sebab Dikabulkannya Doa

Rasulullah ﷺ bersabda, “Doa itu semuanya terhijab sehingga permulaannya menyanjung kepada Allah dan sholawat kepadaku, kemudian berdoa, baru doa itu dikabulkan.” (HR. An-Nasa’i dari Abdullah bin Basar)

5. Jalan Menuju Keselamatan

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa bershalawat kepadaku sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh kali di sore hari, maka ia akan mendapatkan syafaatku pada hari Kiamat.” (HR. Thabrani)

6. Cahaya di Hari Kiamat

Rasulullah ﷺ bersabda, “Perbanyaklah membaca sholawat kepadaku karena sesungguhnya sholawat kepadaku akan menjadi cahaya di alam kubur dan cahaya di shirot (jembatan menuju surga) dan cahaya di dalam surga.”

7. Dicintai oleh Semua Orang

Sholawat dapat membuat seseorang dicintai oleh semua orang dan dibukakan 70 pintu rahmat.

8. Amal yang Paling Utama

Maulana Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki menegaskan bahwa membaca sholawat adalah amal yang paling utama dan memiliki keutamaan yang tidak terbatas, sebagaimana tertuang dalam “Buku 1001 Shalawat”.

People Also Talk 

Bagaimana bunyi shalawat nabi yang benar?

Bacaan sholawat nabi yang benar dan paling utama adalah Sholawat Ibrahimiyah, yang dibaca saat tasyahud akhir dalam shalat. Bacaan ringkasnya adalah: Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad (Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya). Sholawat adalah doa dan pujian sebagai bentuk cinta kepada Nabi.

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad doa apakah itu?

Doa Allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad adalah salah satu bacaan shalawat Nabi yang umum dibaca untuk memohon rahmat dan keberkahan bagi Nabi Muhammad SAW dan keluarganya. Shalawat ini memiliki keutamaan besar seperti pengampunan dosa, pengangkatan derajat, dan penenang hati.

Sholawat apa yang disukai Rasulullah?

Sholawat yang paling utama dan disukai Nabi Muhammad SAW adalah Sholawat Ibrahimiyah (yang dibaca saat tasyahud akhir shalat), karena diajarkan langsung oleh Nabi. Selain itu, sholawat yang sangat dianjurkan adalah sholawat yang sharih (jelas) dan ma'tsur (berdasarkan hadits), seperti Sholawat Jibril.

Lafal sholawat Nabi arab?

Berikut adalah beberapa lafal sholawat Nabi dalam bahasa Arab, mulai dari yang paling ringkas hingga yang umum dibaca:Sholawat Pendek (Paling Umum):اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ(Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad)"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad."

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |