7 Contoh Khutbah Jumat Menyentuh tentang Sabar saat Di-PHK, Relevan Kondisi Sekarang

7 hours ago 3
  • Bagaimana cara khutbah Jumat yang benar?
  • Apa isi khotbah hari Jumat?
  • Apa saja 6 rukun khutbah Jumat?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda berbagai sektor, baik global maupun di Indonesia, jadi kabar buruk bagi banyak keluarga. Di tengah ketidakpastian ekonomi ini, umat sangat membutuhkan siraman rohani yang menenangkan. Bagi khotib, mencari contoh khutbah jumat menyentuh tentang sabar saat di-PHK menjadi sangat esensial untuk memulihkan harapan umat.

Kehilangan mata pencaharian bukan sekadar krisis finansial, melainkan ujian keimanan. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Madarij As-Salikin menjelaskan bahwa kesabaran dalam menghadapi hilangnya nikmat duniawi adalah bentuk ubudiyah (penghambaan) yang agung.

Ketika seseorang bersabar atas takdir yang menyesakkan, Allah sejatinya tengah menyucikan jiwa dan mengangkat derajatnya. Janji Allah selalu pasti bagi mereka yang bertawakal. Allah berfirman, "Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar" (QS. Al-Baqarah: 155).

Naskah khutbah ini diharapkan melipuur hati dan mengingatkan bahwa tertutupnya satu pintu rezeki hanyalah cara Allah membuka pintu keberkahan lain yang lebih luas.

Contoh Khutbah Jumat tentang Sabar saat Kena PHK

Berikut adalah 7 teks khutbah Jumat yang disusun memenuhi rukun: Hamdalah, Shalawat, Wasiat Takwa, Ayat Al-Qur'an, dan Doa. Tema dikhususkan pada ketabahan dan kesabaran saat menghadapi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Teks Khutbah 1: PHK Memutus Pekerjaan, Bukan Memutus RezekiKhutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ ضَمِنَ الْأَرْزَاقَ لِعِبَادِهِ، وَقَسَمَهَا بِحِكْمَتِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَإِنَّهَا خَيْرُ الزَّادِ لِيَوْمِ الْمَعَادِ.

Sidang Jumat yang dirahmati Allah, Di mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian, marilah kita senantiasa merawat ketakwaan. Takwa di saat kita memiliki segalanya, dan takwa yang bersabar di saat kita kehilangan apa yang kita cintai.

Hari-hari ini, awan kelabu menaungi sebagian saudara kita. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi di mana-mana. Surat keputusan pemberhentian kerja itu mungkin telah sampai ke tangan kita, keluarga kita, atau tetangga kita. Hati siapa yang tidak hancur? Pulang ke rumah, menatap wajah istri yang setia menunggu, melihat senyum anak-anak yang belum mengerti kerasnya dunia, sementara di saku tidak ada lagi kepastian gaji bulan depan. Dada terasa sesak, seolah dunia runtuh seketika.

Hadirin, sedih itu wajar. Menangis itu manusiawi. Rasulullah SAW pun menangis saat ditimpa musibah. Namun, sebagai mukmin, kesedihan kita memiliki batas, dan air mata kita bermuara pada satu keyakinan: Perusahaan bisa memberhentikan kita, namun Allah tidak pernah memberhentikan rezeki kita.

Allah SWT berfirman dalam Surah Hud ayat 6:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Artinya: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."

Pekerjaan di kantor itu hanyalah salah satu "pipa" rezeki. Ketika pipa itu ditutup, Pemilik Air yang sesungguhnya (Allah Ar-Razzaq) bisa membuka seribu pipa lain dari arah yang tidak terduga. Jangan biarkan selembar kertas PHK meruntuhkan iman kita kepada Dzat yang memelihara kita sejak dalam kandungan. Berdirilah kembali, usap air mata, bentangkan sajadah, dan ketuklah pintu langit.

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللَّهُمَّ يَا رَازِقَ السَّائِلِيْنَ، وَيَا رَاحِمَ الْمَسَاكِيْنَ، اجْعَلْ لِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ فَقَدُوْا أَعْمَالَهُمْ فَرَجًا وَمَخْرَجًا. 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، فَاذْكُرُوا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Teks Khutbah 2: Jadikan Shalat dan Sabar Sebagai Penolong

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ الصَّبْرَ مِفْتَاحًا لِلْفَرَجِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللهَ يَا عِبَادَ اللهِ، وَاصْبِرُوْا إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita. Takwa adalah senjata paling ampuh untuk menghadapi badai kehidupan yang tidak menentu ini.

Hadirin, kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba adalah pukulan psikologis yang luar biasa berat. Ada tagihan yang jatuh tempo, ada biaya sekolah anak yang menanti, ada cicilan yang tidak mau tahu kondisi kita. Pikiran menjadi kalut, bingung harus mulai dari mana. Saat manusia berada di titik terendah ini, pintu bumi seakan tertutup rapat. Bos di kantor sudah angkat tangan, kolega menghindar, tabungan menipis.

Ke mana kita harus berlari? Al-Qur'an memberikan panduan yang sangat jelas saat kita terhimpit. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 153:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

Ketika PHK terjadi, jangan curhat ke media sosial, jangan larut dalam kemarahan kepada perusahaan. Tapi, ambil air wudhu, gelar sajadah, dan menangislah dalam sujud. Adukan keluh kesahmu kepada Allah. "Ya Allah, hamba sedang diuji hilangnya pekerjaan, hamba butuh makan untuk keluarga hamba, tolonglah hamba."

Kesabaran di sini adalah menahan lisan dari mengeluh, menahan hati dari putus asa, dan menahan anggota badan dari mencari rezeki yang haram. Yakinlah, Allah tidak sedang menghancurkan masa depan kita. Allah hanya sedang memindahkan posisi kita ke tempat yang lebih baik. Sabar sesaat, dan biarkan skenario Allah bekerja untuk keluarga kita.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللَّهُمَّ انْزِلِ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ ضَاقَتْ بِهِمُ الْأَرْزَاقُ.

 رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. فَاذْكُرُوا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Teks Khutbah 3: Husnuzhan Pada Ketetapan Allah

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ قَدَّرَ الْمَقَادِيْرَ وَصَرَّفَ الْأُمُوْرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ وَاحْسِنُوْا الظَّنَّ بِرَبِّكُمْ.

Sidang Jumat yang dirahmati Allah, Di tengah kehidupan yang penuh dinamika, mari kita kokohkan takwa. Takwa yang membuat kita selalu berbaik sangka kepada ketetapan Allah SWT.

Jamaah sekalian, ketika seseorang dipanggil oleh HRD dan diberikan surat PHK, pertanyaan pertama yang muncul di batin biasanya adalah: "Mengapa harus saya, Ya Allah? Saya bekerja keras, saya tidak pernah bolos, saya memiliki tanggung jawab keluarga yang besar. Kenapa saya?"

Pertanyaan ini muncul dari pandangan manusia yang terbatas. Kita melihat dengan kacamata hari ini, sedangkan Allah melihat dengan kacamata takdir yang abadi. Sebagai mukmin, sikap terbaik saat dihantam musibah PHK adalah menanamkan Husnuzhan (prasangka baik) kepada Allah.

Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي

"Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku." (HR. Bukhari dan Muslim).

Jika saat di-PHK kita berprasangka buruk bahwa kita akan kelaparan, hancur, dan hina, maka ketakutan itulah yang akan terjadi. Namun, jika kita menata hati dan berkata: "Ya Allah, ini menyakitkan, tapi hamba yakin Engkau menutup pintu perusahaan ini karena Engkau telah menyiapkan pintu yang jauh lebih besar dan berkah untuk hamba." Maka Allah akan membuktikannya!

Mungkin Allah tahu bahwa di tempat kerja yang lama, waktu kita untuk keluarga habis. Mungkin Allah tahu lingkungan kerja itu tidak baik untuk agama kita. Kehilangan pekerjaan adalah teguran cinta dari Allah agar kita kembali bersimpuh, menyadari kelemahan kita, dan memulai lembaran baru dengan tawakal yang murni.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا شَاكِرِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ، وَصَلُّوْا عَلَى نَبِيِّكُمْ، إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الرَّاضِيْنَ بِقَضَائِكَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. فَاذْكُرُوا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Teks Khutbah 4: Jalan Keluar Bagi yang Bertakwa

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ لِلْمُتَّقِيْنَ مِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، فَإِنَّ تَقْوَى اللهِ هِيَ الْمَخْرَجُ وَالْمَلَاذُ.

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, Marilah kita berpegang teguh pada tali takwa. Takwa adalah pelampung yang menyelamatkan kita saat terombang-ambing di lautan ujian dunia.

Bagi seorang kepala keluarga, membawa pulang kabar PHK kepada istri dan anak adalah ujian terberat. Harga diri seolah terkoyak. Bayangan masa depan terasa gelap gulita. Di saat krisis finansial menimpa, seringkali setan datang membisikkan jalan pintas: menipu, mengambil riba pinjaman online ilegal, atau mengambil hak orang lain dengan dalih "keterpaksaan".

Hadirin, tahanlah dirimu. Jangan gadaikan akhiratmu demi urusan perut yang sifatnya sementara. Kehilangan pekerjaan tidak menjatuhkan derajatmu di mata Allah, namun memakan harta haram akan menghancurkan derajatmu di dunia dan akhirat.

Solusi sejati bagi korban PHK telah Allah tegaskan dalam Al-Qur'an Surah At-Talaq ayat 2-3:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya."

Syarat mutlak untuk mendapatkan jalan keluar dari krisis ini bukan mengandalkan koneksi manusia, melainkan menguatkan "koneksi" kepada Allah (takwa). Jaga shalat lima waktu, hindari maksiat, berbuat baiklah kepada orang tua, dan perbanyak istighfar. Setelah batin kita terkoneksi dengan takwa, teruslah sebar lamaran kerja, teruslah mencoba merintis usaha walau dari hal kecil. Niscaya Allah kirimkan rezeki yang tidak pernah terlintas dalam hitungan matematis kita.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ. اَللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. فَاذْكُرُوا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Teks Khutbah 5: Sesudah Kesulitan, Pasti Ada Kemudahan

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ بَعْدَ الْعُسْرِ يُسْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ الَّذِي لَا يَخِيْبُ مَنْ دَعَاهُ.

Sidang Jumat yang dirahmati Allah, Di hari yang mulia ini, mari perkuat fondasi ketakwaan kita. Kehidupan ini silih berganti; hari ini menangis, esok tersenyum. Hari ini bekerja, esok bisa saja menganggur.

Bagi siapa saja di antara kita, atau keluarga kita, yang sedang terpuruk meratapi nasib akibat di-PHK, berhentilah meratap. Usah kau habiskan air matamu untuk meratapi pintu masa lalu yang telah terkunci. Putus asa adalah sifat yang dilarang bagi seorang muslim.

Peganglah erat-erat janji Allah dalam Surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."

Kata al-Usr (kesulitan) dalam ayat tersebut mengindikasikan kesulitan yang tunggal, sementara Yusran (kemudahan) tanpa alif lam menunjukkan kemudahan yang banyak. Maka kata para ulama, satu buah kesulitan PHK ini tidak akan sanggup mengalahkan dua atau lebih kemudahan yang sedang Allah rilis untuk kita.

Teruslah melangkah! Coba buka lembaran baru. Jadikan pesangon yang tersisa sebagai modal usaha, atau asahlah keahlian baru. Dunia ini luas, dan ladang rezeki Allah tidak hanya ada di gedung kantor yang memberhentikanmu. Kegagalan hari ini adalah pondasi bagi kesuksesan spiritual dan materialmu di masa depan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا شَاكِرِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللَّهُمَّ يَا مُفَرِّجَ الْهُمُوْمِ، وَيَا كَاشِفَ الْغُمُوْمِ، فَرِّجْ هَمَّ الْمَهْمُوْمِيْنَ، وَاقْضِ الدَّيْنَ عَنِ الْمَدِيْنِيْنَ.

 رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. فَاذْكُرُوا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Teks Khutbah 6: Musibah Sebagai Penggugur Dosa dan Penaik Derajat

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي يَبْتَلِي عِبَادَهُ لِيَرْفَعَ دَرَجَاتِهِمْ وَيُكَفِّرَ سَيِّئَاتِهِمْ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ وَاصْبِرُوْا عَلَى أَقْدَارِهِ.

Sidang Jumat yang dirahmati Allah, Marilah kita tingkatkan takwa kita, karena takwa adalah satu-satunya perbekalan yang tidak akan pernah putus meski karir kita hancur.

Ujian hidup adalah kepastian. Kehilangan harta, hilangnya pekerjaan yang menjadi sandaran hidup keluarga, adalah tamparan yang amat keras. Namun di balik pahitnya kenyataan tersebut, pernahkah kita menyadari bahwa musibah adalah cara Allah menyucikan hamba-Nya?

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."

Rasulullah SAW juga bersabda bahwa tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dengan musibah tersebut.

Kelelahan batinmu setelah di-PHK, langkah kakimu yang berat saat mencari kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain, penolakan demi penolakan yang kau terima, semua itu sedang dicatat oleh malaikat. Jika kau lalui dengan ridha dan ikhlas, maka saat kau mendapatkan rezekimu kelak, kau tidak hanya mendapat gaji, tapi kau juga keluar dari ujian tersebut dalam keadaan bersih dari dosa. Bersabarlah, surgamu sedang dibangun lewat ujian ini.

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا كَفَّارَةً لِذُنُوْبِنَا وَرِفْعَةً لِدَرَجَاتِنَا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. فَاذْكُرُوا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Teks Khutbah 7: Menguatkan Ikatan Keluarga di Masa Krisis

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ الْمَوَدَّةَ وَالرَّحْمَةَ سَكَنًا لِلْقُلُوْبِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ وَاحْفَظُوْا أَهْلِيْكُمْ وَأَوْلَادَكُمْ.

Sidang Jumat yang dirahmati Allah, Mari senantiasa merawat ketakwaan kita. Takwa inilah yang kelak menyelamatkan kita dan keluarga kita dari azab Allah.

Hadirin yang mulia, musibah PHK tidak hanya menghantam psikologis sang suami yang mencari nafkah, tetapi merambat ke seluruh sendi rumah tangga. Kekhawatiran akan hilangnya asap dapur sering kali memicu konflik suami istri. Dalam kondisi di mana suami sedang hancur harga dirinya karena menganggur, lisan yang tajam di dalam rumah bisa meruntuhkan segalanya.

Inilah saatnya keluarga menjadi benteng pertahanan. Istri yang shalihah tidak akan menghina suaminya yang sedang diuji, melainkan ia akan memeluk suaminya seraya mengingatkan kisah Khadijah yang menyelimuti dan menenangkan Nabi saat ketakutan.

Allah SWT mengingatkan pentingnya saling menolong dan bertawakal bersama keluarga dalam Surah At-Taghabun ayat 11:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ

"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya."

Wahai para istri, kelapangan dadamu menerima uang belanja yang berkurang adalah ladang pahala tak terhingga. Wahai para suami, tetaplah turun dari ranjangmu di pagi hari, tunjukkan pada anak istrimu bahwa semangatmu menjemput rezeki tak pernah padam meski berkali-kali ditolak lamaran kerja. Saling menguatkanlah kalian, shalat berjamaahlah, dan percayalah bahwa badai ini akan merekatkan cinta keluarga kalian melebihi sebelumnya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ. اَللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. فَاذْكُرُوا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

People also Ask:

Cara khutbah Jumat yang benar?

Tata cara khutbah Jumat yang benar adalah dengan berdiri (jika mampu), menyampaikan dua khotbah secara ringkas, padat, dan jelas sebelum salat Jumat. Rukun khutbah wajib terpenuhi meliputi puji-pujian kepada Allah, selawat Nabi, wasiat takwa, membaca ayat Al-Qur'an, dan mendoakan kaum Muslimin, diakhiri dengan salat Jumat.

Apa isi khotbah hari Jumat?

Kata Arab untuk hari Jumat adalah (Jumu'ah), yang berarti 'berkumpul'. Pada hari yang penting ini, Imam berdiri di mimbar untuk menyampaikan khutbah kepada para jamaah sebelum salat, menyoroti nilai-nilai luhur tertinggi dan gagasan toleransi yang merupakan prinsip utama Islam.

Apa saja 6 rukun khutbah Jumat?

6 rukun khutbah Jumat yang wajib dipenuhi oleh khatib agar khutbahnya sah, menurut mazhab Syafi'i, adalah: memuji Allah (tahmid), berselawat kepada Nabi Muhammad SAW, berwasiat takwa, membaca ayat Al-Quran, mendoakan kaum muslimin, dan dilakukan secara berurutan serta bersambung (muwalat). Jika salah satu ditinggalkan, khutbah tidak sah.

Khutbah pertama khatib membaca apa?

Bacaan khutbah pertama dalam salat Jumat wajib memuat lima rukun: pujian kepada Allah (Alhamdulillah), shalawat Nabi, wasiat takwa, membaca ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum muslimin. Mukadimah yang umum digunakan adalah: Innal hamda lillah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh, wana’udzubillahi min syururi anfusina wamin sayyiati a’malina

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |