BEM Unair Ajak Maba Mengingat Aktivis Reformasi Herman-Bimo

5 hours ago 3

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) menyambut mahasiswa baru dengan cara yang tak biasa. Mereka mengajak para mahasiswa baru itu mengingat kembali peristiwa hilangnya dua mahasiswa Unair di era reformasi 1998.

Dalam foto dan video yang beredar, pengurus BEM Unair mengajak mahasiswa baru membentangkan poster 5x1 meter bertuliskan ‘Kembalikan Herman-Bimo, Mahasiswa Unair yang dinyatakan hilang sejak 1998’. Setelah itu salah satu pengurus BEM Unair berorasi dan menyatakan bahwa Herman-Bimo menjadi korban penghilangan paksa di tahun 1998.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ketua BEM Unair M Rizqi Senja Virawan mengatakan poster tersebut dibentangkan pada pengukuhan mahasiswa baru pada Kamis, 30 Juli 2026. Poster itu sebagai pemberitahuan kepada mahasiswa baru bahwa ada mahasiswa Unair yang menjadi korban penghilangan paksa rezim orde baru, yakni Herman Hendrawan dan Petrus Bima Anugrah. Keduanya adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair pada 1998.

“Mereka hilang dan belum kembali hingga kini,” kata Senja kepada Tempo, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Senja melanjutkan, kedua aktivis itu menandakan bahwa rahim pergerakan Unair sudah lahir di masa lampau dan menjadi salah satu kampus yang mahasiswanya hilang ketika masa reformasi.

Menteri Sosial Politik BEM Unair Daniel Nikon Martua Situmorang menyatakan poster itu merupakan ide dari timnya. Setiap pengukuhan mahasiswa baru memang selalu ada isu pergerakan yang diangkat.

Tahun ini, mereka sepakat untuk mengangkat isu internal Unair. Tujuannya agar mahasiswa dan pimpinan kampus bisa ingat kembali terkait kasus ini.

“Tahun lalu isu eksternal atau pemerintah. Sekarang kami fokus ke internal karena Herman-Bimo itu sudah hilang sejak 1998 dan tampaknya kampus juga kurang merawat ingatan terkait hal tersebut,” ucap Daniel.

Daniel menambahkan, aktivis Unair yang berjuang saat reformasi cenderung dilupakan oleh kampus. Hal ini berbeda dengan beberapa kampus di Jakarta seperti Trisakti yang terus mengenang mahasiswanya. Karenanya, menurut dia, tidak heran sebagian mahasiswa Unair tidak familiar dengan kedua aktivis itu. 

Saat membentangkan poster tersebut, BEM Unair berharap mahasiswa baru kenal dan paham terkait sejarah aktivisme dan pergerakan di kampusnya. “Kalau bukan kami yang mengenalkan, siapa lagi yang akan merawat ingatan akan sosok mas Herman dan mas Bimo,” kata mahasiswa Fakultas Hukum Unair itu.

Selain poster itu, BEM Unair menampilkan sejumlah kalimat di videotron saat pengukuhan mahasiswa baru. Antara lain ‘Indonesia Emas atau Cemas’, ‘Mana 19 Juta Lapangan Pekerjaan yang Kau Janjikan?’, ‘Presiden Antek Zionis, Free Palestine’, ‘Tindak Tegas Korupsi Kebun Binatang Surabaya’, serta ‘Melindungi tanpa Membedakan. Memanusiakan Tanpa Mengecualikan’.

Menurut Daniel, isu-isu itu dipilih untuk menyebarkan propaganda kepada mahasiswa baru. Terlebih, isu korupsi, kemerdekaan Palestine, dan bobroknya rezim saat ini harus menjadi kesadaran bersama.

Tahun ini, Unair mengukuhkan 9.416 mahasiswa baru Program Sarjana, Sarjana Terapan, dan Diploma. Prosesi tersebut berlangsung di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus C Unair.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |