BRIN Ungkap Beda Hujan di Sumatera Barat Sebab Fenomena MJO

11 hours ago 6

DI antara sejumlah faktor global yang mempengaruhi dinamika cuaca di Indonesia adalah fenomena atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO). Osilasi ini memiliki pengaruh signifikan terhadap pola curah hujan harian di wilayah Indonesia, terutama di kawasan yang memiliki topografi kompleks.

Peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Anis Purwaningsih, mengungkap riset yang membedah bagaimana fase-fase MJO memperkuat atau memperlemah intensitas hujan harian di Sumatera Barat. Wilayah ini disebutkannya memiliki karakteristik hujan yang sangat dipengaruhi oleh keberadaan pegunungan (efek orografi).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kita tahu bahwa MJO adalah penggerak utama variabilitas cuaca tropis. Namun, di wilayah seperti Sumatera Barat, pengaruhnya menjadi sangat spesifik karena berinteraksi dengan siklus hujan harian dan hambatan pegunungan,” kata Anis melalui keterangan tertulis, dikutip pada Ahad, 4 April 2026.

Berdasarkan visualisasi data pada Fase MJO 2, 3, dan 4, hasil riset itu menyoroti struktur atmosfer melalui beberapa parameter kunci, yaitu Struktur Vertikal dan Dinamika Awan. Melalui pengamatan data radar dan satelit, terungkap peran penting efek diurnal (harian) yang menyebabkan perbedaan waktu hujan antara wilayah pesisir dan pedalaman. Lalu efek orografi dari pegunungan di Sumatera Barat berfungsi sebagai pemicu pengangkatan massa udara yang memicu pembentukan awan konvektif.

Hasil riset menemukan penguatan intensitas ketika fase MJO tertentu terbukti meningkatkan durasi dan intensitas hujan di wilayah pedalaman Sumatera Barat secara signifikan. Ditemukan pula pergeseran siklus harian, yakni kehadiran MJO dapat memicu hujan lebih awal atau lebih lambat dari siklus diurnal normal di wilayah pegunungan. Lalu adanya pola spasial atau identifikasi area-area spesifik di sepanjang jalur pegunungan yang paling rentan mengalami peningkatan curah hujan saat fase aktif MJO.

Saat ini, kata dia, Kelompok Riset Dinamika Atmosfer di pusat riset BRIN itu tengah mengerjakan dua topik lanjutan untuk memperdalam temuan-temuan tersebut. Anis mencontohkan Kontrol Propagasi Lepas Pantai. Tujuannya, meneliti mekanisme konveksi harian yang bergerak dari daratan menuju arah laut di wilayah Sumatera Barat. Juga Modulasi Musiman untuk menganalisis bagaimana MJO mempengaruhi evolusi vertikal dan harian dari konveksi secara musiman di daratan Sumatera Barat.

Riset ini, menurut Anis, memberikan kontribusi besar bagi pengembangan sistem prediksi cuaca berbasis wilayah di Sumatera. "Dengan memahami interaksi antara fenomena global seperti MJO dan kondisi geografis lokal, diharapkan akurasi peringatan dini bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Barat dapat ditingkatkan."

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |