DEWAN Perwakilan Rakyat atau DPR mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Pada Selasa malam, 2 Juni 2026, Presiden Prabowo memutuskan mengangkat Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.
"Menurut hemat kami, keputusan presiden mengangkat, walaupun adalah hak prerogatif, dalam hal ini adalah pilihan yang tepat," kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam konferensi pers di Kompleks DPR, MPR, dan DPD, Selasa, malam.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ihwal adanya penilaian yang menyebutkan Nanik belum cukup lama menjabat di BGN, menurut dia, Nanik cukup berperan signifikan, khususnya dalam menjalani kerja-kerja lapangan.
Dasco mencontohkan, berdasarkan hasil pemantauan DPR, Nanik tercatat banyak melakukan monitoring di lapangan maupun melakukan tindakan tegas berupa pemberian sanksi penutupan terhadap dapur makan bergizi gratis atau MBG yang tak memenuhi persyaratan. "Demikian, hasil pemantauan teman-teman di Komisi teknis yang kemudian dibicarakan dalam rapat pembahasan tentang BGN," ujar Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu.
Dalam beberapa waktu terakhir, Nanik acapkali membagikan kegiatannya melakukan inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Momen tersebut diunggah, salah satunya di media sosial Instagram @badangizinasional.ri.
Pada Ahad, 31 Mei 2026 Nanik menuturkan, dari total 27.208 SPPG yang beroperasi sejak Januari 2025 hingga hari ini, sebanyak 8.182 SPPG diantaranya telah dilakukan penutupan sementara.
Penutupan sementara atau suspend itu, kata dia, dilakukan imbas adanya kejadian menonjol, permasalahan infrastruktur, manajemen organisasi, hingga belum tercapainya pemenuhan mutu gizi.
Adapun, pengangkatan Nanik menjadi Kepala BGN diumumkan langsung dalam konferensi pers oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dia mengatakan, selama kurang lebih satu setengah tahun pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi.
Dalam proses evaluasi itu, kata dia, Prabowo mendapat masukan dari berbagai pihak, seperti kementerian-kementerian maupun masyarakat selaku penerima manfaat proyek makan bergizi gratis alias MBG.
"Maka, pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan BGN," ucap Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Selain Dadan Hindayana, Prabowo juga memutuskan penggantian jabatan dari Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung selaku Wakil Kepala BGN ke Agustina Arumsari serta Mayor Jenderal Trenggono.
Pilihan Editor: Banyak Masalah, Apa Saja yang Harus Diaudit dari MBG?
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)

















