Evaluasi Latsarmil, Kemhan: Pengurangan Kegiatan Fisik

3 hours ago 2

KEMENTERIAN Pertahanan menyatakan pelatihan dasar militer atau latsarmil untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih kini disesuaikan. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan pengurangan intensitas kegiatan fisik bagian dari evaluasi buntut lima peserta meninggal.

"Penyesuaian dilakukan dengan mengurangi kegiatan fisik dan taktis yang bernuansa militer," kata dia ketika dihubungi pada Ahad, 28 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Rico mengatakan di sisa waktu pelaksanaan latihan dasar militer hanya dibatasi pada pembiasaan disiplin dan kebugaran dasar. Hal tersebut meliputi senam atau olahraga pagi, apel, baris-berbaris, pengenalan lingkungan, dan kegiatan lapangan ringan.

Selain mengurangi intensitas kegiatan lapangan, Rico mengatakan kementerian telah memetakan kemampuan fisik calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. "Bagi peserta yang memiliki kondisi medis atau faktor risiko kesehatan sudah diberi penandaan khusus pita putih," ucapnya.

Rico menuturkan peserta yang memakai tanda khusus itu tidak akan dibebani kegiatan fisik yang berlebihan. Dia berujar peserta yang memiliki risiko kesehatan atau keluhan ini menjalankan kegiatan fisik berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan.

"Prinsipnya esensi pembentukan disiplin dan karakter tetap berjalan, tapi pelaksanaannua dibuat lebih adaptif terhadap peserta berlatar belakang sipil," ucap Rico.

Kementerian Pertahanan, kata dia, juga mengurangi tindakan fisik untuk kedisplinan. Dia berujar peserta yang melanggar aturan tidak akan diberikan hukuman fisik berlebihan. "Sudah dibuat terukur. Penekanannya lebih pada pembinaan edukatif," kata jenderal bintang satu ini.

Gelombang pertama latihan dasar militer berlangsung pada 17 Juni hingga 31 Juli 2026 dengan total 35.476 peserta. Mereka terdiri atas 30 ribu calon pengelola Kopdes Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.

Namun lima peserta meninggal selama kurun waktu sepuluh hari pelaksanaan. Mereka adalah Nola Dya Sari, Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.

Nola Dya Sari yang mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Bela Negara Kalimantan meninggal pada 26 Juni 2026 setelah mengeluhkan sesak napas dan demam. Pada hari yang sama, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, peserta di Satuan Pendidikan Batalyon Para Komando (Yonko) 465 Jakarta Timur, juga meninggal setelah mengalami keluhan serupa. Rifki diketahui memiliki riwayat hipertensi dan obesitas.

Sementara itu, peserta di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara, Jakarta, Novia Rahmadhani Sihotang, meninggal pada 23 Juni 2026 akibat tuberkulosis (TBC) aktif.

Selanjutnya, Anisa Muyassaroh meninggal sehari setelah pelatihan dimulai, yakni pada 18 Juni 2026, akibat heat stroke saat mengikuti latihan di Satuan Pendidikan Resimen Induk Kodam Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Adapun Yonanda Muhammad Taufiq meninggal pada hari pertama pelatihan, 17 Juni 2026, akibat cardiac arrest atau henti jantung.

Pilihan Editor:  Biang Masalah Dugaan Penyebab Calon Manajer Koperasi Wafat

Dede Leni berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |