CANTIKA.COM, Jakarta - Kompetisi mahasiswa Genera-Z Berbakti dari Bakti BCA kembali hadir di tahun ini. Menariknya, di tahun 2026 kompetisi hadir dengan format penjurian yang berubah total! Perubahan mendadak ini sukses bikin kedelapan finalis harus putar otak dan merombak total strategi mereka. Padahal, mayoritas dari mereka awalnya cuma mengacu pada video kompetisi edisi tahun lalu.
Enggak main-main, mental para finalis langsung diuji di hadapan tiga panelis legendaris. Ada Nicholas Saputra (Duta Bakti BCA), Cinta Laura Kiehl (Entertainer & Sociopreneur), dan Tri Mumpuni (Ilmuwan & Wirausaha Sosial).
3 Babak Super Ketat yang Bikin Deg-degan
Untuk bisa menang dan dapat kesempatan eksekusi program di desa wisata, para finalis wajib melewati tiga tahapan yang intens:
- Idea Pitch: Tiap finalis cuma punya waktu 10 menit buat presentasi rancangan program terbaik mereka.
- Think Tank: Ini babak paling menantang! Finalis cuma dikasih waktu 60 detik buat jawab pertanyaan panelis. Kalau didebat balik, mereka cuma punya waktu 30 detik buat menanggapi.
- Head to Head: Babak saling adu argumen, tanya-jawab, dan mempertahankan ide langsung lawan tim lain.
Format Baru Genera-Z Berbakti 2026
Nah, ini dia aturan baru yang sukses bikin para peserta makin deg-degan. Format tahun ini, setiap babak (Idea Pitch, Think Tank, dan Head to Head) wajib diwakilkan oleh orang yang berbeda dalam satu tim.
Artinya, enggak ada lagi istilah "beban tim" dipikul satu orang saja. Semua anggota punya kesempatan dan tanggung jawab yang sama rata buat tampil di depan panelis.
Tessa, perwakilan dari tim DESA HIDUP (UIN Sunan Gunung Djati Bandung), mengaku sempat overthinking saat tahu aturan ini.
Tim UIN Sunan Gunung Djati Bandung (kiri) dan Tim UGM (kanan) pada babak final Genera-Z Berbakti 2026. Program kompetisi berbasis call for proposal ini hadir dengan format penjurian baru. Pada setiap tahapan penilaian, yaitu Idea Pitch, Think Tank, dan Head to Head, finalis hanya boleh diwakilkan satu orang berbeda. Tayangan Genera-Z Berbakti dapat disaksikan di kanal YouTube BCA (@SolusiBCA) dan platform mitra. Foto: Dok. BCA
“Awalnya, perasaan saya tidak karuan dan benar-benar gugup. Namun, saya berusaha untuk bisa tersenyum. Momen yang paling membanggakan adalah ketika saya bisa berbicara dan menjawab pertanyaan panelis,” ungkap Tessa dalam siaran pers yang diterima Cantika, 27 Juni 2026.
Hal yang sama dirasakan sama Faruq dari tim Laskar Selasik (Universitas Gadjah Mada). Ia bahkan sempat kepikiran buat mundur dan digantikan orang lain karena saking groginya.
“Jujur dari awal sempat agak gugup dan bahkan sempat berpikir untuk bertanya apakah mungkin saya digantikan saja. Saya kemudian sudah tidak berpikir benar atau salah, dan yang terpenting adalah menceritakan isi presentasi,” cerita Faruq.
Mencari Ide yang Simpel dan Berkelanjutan
Di balik atmosfer kompetisi yang penuh adrenalin ini, Bakti BCA sebenarnya ingin menjaring ide inovatif mahasiswa yang benar-benar siap pakai untuk memajukan desa wisata Indonesia.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, optimis kalau format baru ini justru jadi ajang terbaik buat para finalis unjuk gigi.
“Kami optimistis format baru babak final Genera-Z Berbakti 2026 dapat membantu para finalis mengeluarkan potensi besar di dirinya masing-masing, yang kemudian bisa dikembangkan untuk menerapkan ide-idenya di lokasi kegiatan nanti,” jelas Hera F. Haryn.
Nantinya, bakal ada 4 dari 8 finalis yang dipilih buat langsung mengimplementasikan gagasan mereka di 4 desa wisata binaan Bakti BCA, yaitu:
- Desa Wisata Kreatif Terong (Belitung)
- Desa Wisata Situs Gunung Padang (Cianjur)
- Desa Wisata Patakbanteng (Wonosobo)
- Desa Wisata Kakaskasen Dua (Tomohon)
Sebagai penutup, Cinta Laura juga menitip pesan penting buat para mahasiswa yang lagi berjuang di luar sana agar proposal mereka nggak usah dibuat terlalu muluk-muluk.
“Saran saya untuk para kampus yang menjadi finalis adalah untuk membuat proposal mereka tetap sederhana. Sebab, lebih baik kita memecahkan masalah secara bertahap dan perlahan daripada berusaha melakukan segalanya dalam waktu yang bersamaan, tetapi menghasilkan sistem yang tidak realistis dan berkelanjutan,” tandas Cinta Laura.
Semangat para finalis Genera-Z Berbakti 2026!
Pilihan Editor: BCA dan Kementerian PPPA Berkolaborasi Optimalkan Layanan Pengaduan SAPA 129
SILVY RIANA PUTRI
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5160529/original/036403800_1741831526-hasan-almasi-_X2UAmIcpko-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518326/original/022972500_1772505463-bantuan_bibit_ayam_-klaim_link_pendaftaran.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518245/original/007067800_1772495256-1.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2800821/original/002869500_1557387809-IMG_20190509_113107.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4400005/original/008170900_1681813298-20230418-Zakat-Fitrah-Herman-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523086/original/018748500_1772788951-cpns_imigrasi.jpg)



