Gebrak Kritik Serikat Buruh yang Dekat Kekuasaan

8 hours ago 4

ALIANSI Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) mengkritik kedekatan sejumlah serikat buruh yang merayakan May Day 2026 bersama kekuasaan di Monumen Nasional, Jakarta. Kritik itu disampaikan Federasi Serikat Buruh Makanan dan Minuman (FSBMM) saat berunjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta pada Jumat siang, 1 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Kami bukan barisan buruh yang bersenang-senang, berpestapora," kata Dwi saat berorasi mewakili FSBMM dari atas mobil komando di kawasan DPR.

Dia mengatakan buruh harus menjaga hati, pikiran, dan kewarasan sebagai sikap politik di Hari Buruh Internasional tahun ini. Apalagi kondisi kesejahteraan buruh hari ini masih memprihatinkan. "Tetap di barisan perlawanan untuk kehidupan yang layak, untuk upah yang layak," ucap dia.

Adapun peringatan May Day 2026 di Jakarta terbelah di dua titik. Di Monas, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia bersama Partai Buruh merayakan May Day bersama Presiden Prabowo Subianto.

Di tempat terpisah, Aliansi Gebrak dan sejumlah elemen masyarakat sipil serta mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung DPR. Mereka bergantian berorasi menyampaikan tuntutan perihal kesejahteraan buruh, sistem pengupahan yang layak, hingga menyoal demokrasi yang makin terkikis lantaran rezim otoritarian.

Dalam perayaan May Day Fiesta di Monas, para buruh yang hadir mendapat sembako dan kaus dari Presiden Prabowo Subianto. Isi hadiah yang diterima buruh berupa beras 5 kilogram, minyak, susu, kopi, teh, dan payung.

Kepala negara juga berpidato saat menghadiri perayaan May Day di Monas. Prabowo mengumumkan pemerintah bakal membentuk Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja dan Kesejahteraan Buruh.

Kepala Negara juga menyampaikan bagi hasil untuk pengemudi ojek online harus minimal 92 persen. Ketua Umum Partai Gerindra ini juga mengimbau kepada para buruh untuk tidak membenci orang kaya.

Menurut dia, masih banyak pengusaha kaya yang memberi pekerjaan secara adil. Prabowo berujar masih banyak pengusaha yang bekerja dengan baik. "Kita butuh mereka supaya ekonomi hidup," tuturnya.

Dia mengajak para buruh agar bersikap secara dewasa dalam menghadapi pengusaha. Ia berujar tidak semua pengusaha memiliki sifat brengsek atau serakah.

Meski begitu, Prabowo berujar dirinya tidak rela jika ada pejabat pemerintah yang bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha serakah. Dia menyebut mereka adalah orang-orang yang menjadi kaya dengan cara merampok.

Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Mengapa Konflik di Papua Tak Kunjung Padam

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |