Jangan Buru-buru saat Foreplay, Ini 8 Tips yang Mesti Kamu Tahu

7 hours ago 6

CANTIKA.COM, Jakarta - Banyak pasangan menganggap foreplay atau pemanasan sebelum berhubungan intim hanyalah tahap singkat sebelum "menuju inti". Padahal, para ahli menilai foreplay memiliki peran penting dalam membangun kedekatan emosional sekaligus meningkatkan kepuasan seksual bagi kedua belah pihak.

Menurut pelatih dan pendidik seks Ruby Josif, hasil Body+Soul Sex Census 2025 menunjukkan mayoritas warga Australia hanya menghabiskan waktu sekitar 5 hingga 14 menit untuk foreplay. Padahal, tubuh perempuan umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai gairah secara optimal.

"Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk membangun gairah dan mengikuti keinginan masing-masing, semakin dalam hubungan yang tercipta dan semakin memuaskan pengalaman seksual itu," ujar Josif.

Mengapa banyak pasangan terburu-buru? Menurut Josif, salah satu penyebab utama adalah kurangnya komunikasi mengenai kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.

Sebagian orang merasa sungkan mengungkapkan apa yang mereka sukai atau tidak sukai karena takut terlihat rentan. Akibatnya, foreplay sering kali terasa seperti formalitas yang ingin segera dilewati.

Padahal, komunikasi yang terbuka justru dapat membantu pasangan saling memahami preferensi satu sama lain sehingga pengalaman intim menjadi lebih menyenangkan.

Selain itu, survei Body+Soul Sex Census 2024 menemukan rata-rata durasi hubungan intim pada pria Australia sekitar 16,5 menit. Karena itu, meluangkan waktu lebih lama untuk foreplay dapat membantu menciptakan pengalaman yang lebih utuh, bukan sekadar berfokus pada penetrasi.

Foreplay Bukan Sekadar Pemanasan

Josif menekankan bahwa foreplay seharusnya tidak dipandang sebagai tahapan wajib sebelum hubungan seksual. Sebaliknya, foreplay merupakan kesempatan untuk membangun koneksi emosional, mengeksplorasi kedekatan, dan menikmati momen bersama pasangan tanpa terburu-buru.

"Foreplay dapat meningkatkan variasi kenikmatan sekaligus memperkuat keintiman dalam hubungan," katanya.

8 Cara Meningkatkan Keintiman dengan Foreplay

1. Bangun gairah melalui komunikasi

Foreplay tidak selalu dimulai dari sentuhan fisik. Kata-kata afirmasi, pujian, percakapan romantis, atau ungkapan kasih sayang dapat membantu menciptakan kedekatan emosional sebelum menyentuh pasangan.

2. Hadir sepenuhnya untuk pasangan

Sentuhan lembut seperti pijatan relaksasi atau sekadar duduk saling berhadapan sambil menyelaraskan napas dapat membantu pasangan merasa lebih terhubung secara emosional.

3. Bergantian memberi perhatian

Sesekali, biarkan satu pasangan menjadi penerima perhatian sementara yang lain fokus memberikan sentuhan penuh perhatian tanpa terburu-buru berganti peran.

4. Kenali preferensi masing-masing

Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menikmati keintiman. Mengenali apa yang membuat pasangan merasa nyaman dapat membantu menciptakan pengalaman yang lebih positif bagi keduanya.

5. Jangan hanya fokus pada satu area tubuh

Tubuh memiliki banyak zona sensitif yang dapat dieksplorasi dengan penuh rasa hormat dan komunikasi. Pendekatan yang lebih menyeluruh membantu membangun pengalaman yang lebih intim dibanding hanya berfokus pada satu bagian tubuh.

6. Tinggalkan pola yang monoton

Tidak ada aturan baku mengenai urutan foreplay. Pasangan dapat berganti aktivitas sesuai suasana hati dan kenyamanan sehingga hubungan intim terasa lebih spontan dan tidak membosankan.

7. Perhatikan area yang sering terlewat

Beberapa bagian tubuh yang jarang diperhatikan juga dapat memberikan sensasi nyaman ketika disentuh dengan lembut. Mengeksplorasi area tersebut dapat menjadi bagian dari pengalaman intim yang lebih kaya.

8. Tanyakan apa yang diinginkan pasangan

Cara paling sederhana sekaligus paling efektif adalah bertanya langsung kepada pasangan. Misalnya dengan pertanyaan seperti, "Apa yang membuatmu merasa nyaman hari ini?" atau "Suasana seperti apa yang kamu inginkan?" Percakapan semacam ini dapat membantu kedua belah pihak merasa didengar dan dihargai.

Foreplay bukanlah perlombaan menuju hubungan seksual, melainkan ruang bagi pasangan untuk mempererat koneksi emosional. Ketika kedua orang merasa nyaman untuk mengungkapkan kebutuhan dan keinginannya, hubungan intim pun berpotensi menjadi lebih memuaskan sekaligus memperkuat kualitas hubungan secara keseluruhan.

Pilihan Editor:

BODY AND SOUL | ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |