Tinggi Air Bendung Katulampa Bogor Nol, Petugas Tetap Siaga

6 hours ago 3

BENDUNG Katulampa di Kota Bogor mencatat tinggi muka air (TMA) hanya nol sentimeter pada Jumat, 17 Juli 2026. Petugas Katulampa menyebut, kondisi ini menjadi dampak musim kemarau yang menyebabkan debit Sungai Ciliwung terus menyusut hingga berada di level terendah.

Petugas Bendung Katulampa, Muhamad Alwan, mengatakan, penurunan tinggi muka air terjadi seiring berkurangnya pasokan air dari kawasan hulu Ciliwung akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau ini. "Sebab kemarau air di sungai Ciliwung mulai surut, terpantau di bendung Katulampa pun nol sentimeter," kata Alwan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Hasil pemantauan tersebut juga sesuai dengan data Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta yang mencatat tinggi muka air Bendung Katulampa berada di angka 0 sentimeter pada waktu yang sama. Surutnya debit Sungai Ciliwung dipengaruhi kondisi cuaca di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami hari tanpa hujan.

Berkurangnya aliran dari daerah hulu menyebabkan volume air yang masuk ke Bendung Katulampa terus menurun. Meski demikian, Alwan mengatakan, aktivitas pemantauan di Bendung Katulampa tetap berlangsung selama 24 jam. Petugas secara berkala masih mengawasi perubahan tinggi muka air untuk mengantisipasi kemungkinan hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba di kawasan hulu.

"Jika hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Puncak dan Bogor, debit Sungai Ciliwung berpotensi meningkat dalam waktu singkat," katanya. "Jadi kami tetap mengawasi seharian penuh."

Alwanmenjelaskan, apabila terjadi kenaikan status tinggi muka air, informasi akan segera diteruskan kepada pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait sebagai bagian dari sistem peringatan dini banjir.

Sebagai salah satu titik pemantauan utama di Sungai Ciliwung, Bendung Katulampa memiliki peran penting dalam memberikan informasi awal terkait potensi banjir bagi wilayah hilir. Data tinggi muka air menjadi acuan bagi pemerintah untuk menentukan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan debit air.

Masyarakat yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung diimbau tetap memantau informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan kondisi tinggi muka air tersebut. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, melalui Direktorat Meteorologi Publik 16 Juli 2026. mengumumkan bahwa kondisi cuaca Indonesia secara umum belum akan berubah sepekan ke depan, yakni dominan cuaca hujan intensitas rendah. Wilayahnya meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan sebagian Papua.

Potensi curah hujan intensitas rendah hadir di sekitar 76,54 persen wilayah Indonesia pada dasarian ketiga Juli ini, atau naik dari 72,38 persen pada dasarian pertama Juli. Sepanjang 10 hari pertama bulan ini pula, BMKG mencatat sifat hujan di 70 persen wilayah mengalami kondisi di bawah normal.

Kondisi tersebut dinilai sejalan dengan musim kemarau yang semakin luas di Indonesia. Fenomena El Nino yang "terus mengalami signifikansi" sejak pertengahan Mei lalu memperkuat kecenderungan berkurangnya curah hujan di sebagian wilayah Indonesia. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |