PEMERINTAH melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan kembali melelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa, 2 Juni 2026. Lelang tersebut ditargetkan meraup Rp 12 triliun.
Mengutip laman laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, seri SBSN yang dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara-Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk). Ada delapan seri yang akan dilelang. Di antaranya SPNS13072026 (reopening), SPNS23112026 (reopening), dan SPNS01032027, (new issuance). Ketiga seri tersebut memiliki imbal hasil diskonto.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Selain itu, ada seri PBS030 (reopening), PBS040 (reopening), PBS034 (reopening), PBS005, (reopening), dan PBS038 (reopening). Seri PBS038 menawarkan imbal hasil tertinggi yakni 6,87500 persen, sedangkan seri yang menawarkan imbal hasil terendah adalah PBS040 senilai 5 persen.
Berdasarkan data DJPPR, minat investor dalam lelang sukuk negara sebelumnya merosot drastis. Total penawaran yang masuk dalam lelang SBSN pada 19 Mei 2026 lalu hanya mencapai Rp 18,79 triliun. Merosot dibandingkan dengan lelang pada 5 Mei 2026 dengan penawaran masuk Rp 21,19 triliun.
Angkanya juga terus merosot dibandingkan dengan lelang sukuk sebelumnya atau 21 April 2026. Saat itu, total penawaran yang masuk atau incoming bids mencapai Rp 33,5 triliun dan pemerintah memutuskan memenangkan Rp 15 triliun.
Tujuan lelang adalah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Dengan target indikatif Rp 12 triliun, maksimal yang dimenangkan dapat mencapai 200 persen.
Penawaran obligasi pemerintah merupakan bagian dari pembiayaan anggaran dan juga menalangi defisit APBN tahun ini yang ditargetkan mencapai Rp 689,1 triliun. Berdasarkan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara tahun anggaran 2026 atau UU APBN Nomor 17 Tahun 2025, pembiayaan utang tahun ini ditargetkan Rp 832,2 triliun. Angkanya naik dibandingkan dengan target tahun lalu yang sebesar Rp 775,9 triliun.




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
















