PEMBALAP asal Uni Emirat Arab, Amna Al Qubaisi, mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi pembalap. Dunia motorsport justru membawanya lebih dekat dengan sang ayah yang selama ini sibuk bekerja dan mengikuti balapan.
“Aku memulainya hanya karena ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama ayahku,” kata Amna pada acara Wardah Colour Circuit bertajuk Women of Speed di Nirmana Falatehan, Blok M, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ayah Amna adalah seorang pembalap profesional asal Uni Emirat Arab bernama Khaled Al Qubaisi. Amna mengatakan ayahnya kerap bepergian sehingga mereka jarang memiliki waktu bersama. Kondisi itu membuatnya mencari cara agar bisa lebih sering bertemu. “Suatu hari aku berpikir, aku tahu satu cara agar ayah mau menghabiskan waktu bersamaku. Lalu aku berkata kepadanya, 'Aku ingin mulai balapan. Aku ingin menjadi seorang pembalap,” ujar dia.
Respons sang ayah di luar dugaan. Ia langsung mengajak Amna ke sirkuit dan mulai melatih putrinya menggunakan rental karting. Selama hampir satu tahun, keduanya menghabiskan waktu bersama di lintasan balap hingga akhirnya olahraga itu berubah menjadi jalan hidup Amna.
“Dia berkata, 'Baiklah, aku akan mengajakmu ke sirkuit. Aku akan mengajarimu.' Kami menghabiskan hampir satu tahun bersama di karting sewaan. Setelah itu, sisanya menjadi bagian dari perjalanan hidupku,” ungkap Amna.
Amna Al Qubaisi di Wardah Lip Paddock, di The Crystal, Senayan City, Kamis, 14 Mei 2026. Foto: Wardah
Dari sang ayah, Amna mengaku belajar pelajaran yang terus ia pegang hingga sekarang, yakni tetap sabar dan tenang dalam menghadapi tekanan.
Menurut dia, seorang pembalap mudah terpancing emosi ketika gagal mencatat waktu terbaik atau terlibat insiden di lintasan. Namun, ayahnya selalu mengingatkan agar tidak mengambil keputusan saat sedang dikuasai emosi. “Dia selalu mengajarkanku untuk bersabar dan tetap tenang. Sangat mudah untuk marah dan bereaksi secara emosional,” ujar Amna.
Amna mengatakan mengubah pola pikir dan lebih tenang hal yang sangat penting baginya. Pelajaran itu menjadi bekal penting dalam kariernya. Amna mengaku sempat beberapa kali ingin berhenti karena diremehkan dan menerima komentar negatif di media sosial. Namun, ia memilih terus bertahan. “Ada banyak momen ketika aku ingin berhenti dan menyerah. Banyak orang mengatakan bahwa aku tidak mampu,” kata Amna yang mengagumi Sebastian Vettel juara dunia Formula 1.
Amna mengatakan titik balik dalam hidupnya terjadi ketika ia berhenti memikirkan penilaian orang lain dan memilih untuk tetap melangkah meski diliputi keraguan. Menurut dia, keberanian untuk terus mencoba menjadi kunci yang membawanya hingga berada di posisinya saat ini. “Lalu aku berpikir, 'Ya sudah, memangnya apa hal terburuk yang bisa terjadi?' Setidaknya aku sudah mencoba. Aku terus melangkah dan terus mencoba untuk melihat sejauh mana aku bisa berkembang. Aku sangat bersyukur karena aku memilih untuk terus melanjutkan. Aku mulai lebih fokus pada diriku sendiri daripada memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentangku, dan hal itu benar-benar mengubah segalanya serta hasil yang akhirnya aku capai,” kata Amna.
Keputusan untuk tidak menyerah mengantarkannya mencetak sejumlah pencapaian di dunia motorsport, termasuk menjadi perempuan Timur Tengah pertama yang berkompetisi di Formula E serta pembalap perempuan pertama di Porsche Carrera Cup Asia.
Setelah lebih dari satu dekade berkarier, perjuangan itu juga membawanya masuk dalam daftar TIME 100 Most Influential People. “Ketika mengetahui kabar itu, aku menangis. Setelah 11 tahun di dunia motorsport, aku tidak pernah menyangka akan mendapatkan pengakuan sebesar itu,” ujar Amna.
Amna mengatakan kejujuran terhadap diri sendiri merupakan prinsip yang selalu ia pegang dalam menjalani kehidupan, baik sebagai pembalap maupun figur publik. Ia ingin dikenal sebagai sosok yang sama, baik di depan kamera maupun di balik layar. “Aku tidak akan pernah menampilkan satu sisi diriku di depan kamera, lalu menunjukkan sisi yang berbeda ketika kamera dimatikan. Aku selalu ingin menjadi orang yang sama, dengan kepribadian yang sama. Aku tidak ingin menyembunyikan siapa diriku yang sebenarnya,” ujar Amna.
Menurutnya, pencapaian yang diraihnya tidak pernah menjadi alasan untuk merasa lebih tinggi dari orang lain. Menurut dia, sikap rendah hati dan memperlakukan semua orang dengan setara merupakan nilai yang selalu ia pegang. “Sejujurnya, sebesar apa pun pencapaian yang telah kuraih, aku selalu merasa penting untuk tetap rendah hati dan tidak pernah menganggap diriku lebih baik daripada orang lain. Aku akan selalu memperlakukan semua orang dengan cara yang sama,” kata Amna.
Amna mengungkapkan, ia ingin menggunakan pengalaman dan pencapaiannya untuk memberi manfaat bagi orang lain. Menurut dia, berbagi pengetahuan dan membuka peluang bagi mereka yang membutuhkan nilai yang selalu dipegangnya. “Aku juga sangat suka membantu orang lain. Ketika ada yang meminta nasihat, aku selalu terbuka untuk berbagi. Dan ketika ada kesempatan untuk membantu seseorang, aku juga selalu bersedia melakukannya. Itulah nilai yang sangat penting bagiku,” ujar Amna.
Ia menyarankan tentang pentingnya menjaga motivasi dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. “Nasihatku agar tetap termotivasi adalah selalu mengutamakan dan memprioritaskan dirimu sendiri. Tidak apa-apa untuk beristirahat dan meluangkan waktu bagi diri sendiri. Namun, selalu ingat untuk terus melangkah maju, tetap fokus, dan menikmati setiap proses dalam perjalananmu,” kata Amna.

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544736/original/021119200_1775115709-gibran_promo_motor_-_klaim.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558454/original/058152900_1776419419-cek_fakta_-_petani_milenial_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552530/original/095418000_1775812020-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-10T153121.431.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547119/original/085428000_1775445943-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-06T101438.375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401749/original/084305000_1762228197-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-04T104806.640.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4909950/original/090842100_1722854822-WhatsApp_Image_2024-08-05_at_17.40.39_50d920d6.jpg)