KEPALA Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria berbicara opsi Kementerian Keuangan mengambil alih PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), konsorsium pengelola Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
Langkah itu menjadi salah satu opsi yang sedang dikaji untuk menyelesaikan persoalan utang proyek Whoosh. Sejak dimulai pada 2016, proyek kereta cepat menelan total biaya US$ 7,2 miliar atau setara dengan Rp 120 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.707 per dolar Amerika Serikat. Terdiri atas investasi awal US$ 6,02 miliar dan pembengkakan biaya (cost overrun) US$ 1,21 miliar.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Namun demikian, Dony Oskaria menekankan opsi tersebut belum bersifat final. Pemerintah, kata Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Danantara tersebut, masih mengkaji beberapa opsi penyelesaian.
"Iya, kemungkinan (KCIC diambil alih Kementerian Keuangan), ini sedang kami... Insyaallah, mudah-mudahan sebentar lagi selesai, kami pikirin satu-satu kan. Ada beberapa skema tentunya, nanti saya akan update," tutur Dony di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Selain opsi pengelolaan oleh Kementerian Keuangan, pemerintah juga tengah menyiapkan alternatif lain untuk menyelesaikan persoalan pada KCIC. “Semua penyelesaian itu, jadi apakah opsi A, opsi B, tapi satu hingga dua bulan ini akan selesai," kata Dony.
Dony belum berbicara lebih detail mengenai nasib konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dalam KCIC yang terdiri dari beberapa perusahaan pelat merah seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Wijaya Karya (WIKA), PT Jasa Marga, dan PT Perkebunan Nusantara I.
Diketahui, PT KCIC merupakan perusahaan patungan antara Indonesia, melalui PT PSBI dengan kepemilikan saham 60 persen, dan Cina, melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd. dengan kepemilikan saham 40 persen.
"Itu (konsorsium) kami beresin sekalian. Kan kita maunya sekali selesai, tuntas semua,” kata Dony.
Di samping itu, Dony melanjutkan, pemerintah berencana mengembalikan perusahaan-perusahaan pelat merah ke fokus bisnis utamanya, supaya tidak terbebani dengan proyek di luar fokusnya masing-masing.
“Kami kembalikan lagi ke porsinya, misalnya WIKA memang bukan bidangnya di situ, kami akan fokus ke kontraktor. Nanti satu per satu kami bereskan,” ujar Dony.
Dengan langkah ini, Dony meyakini persoalan kerugian seperti yang dialami WIKA akibat terlibat dalam proyek Whoosh tidak lagi terjadi.
"Jadi mereka tidak akan lagi terlibat di dalam kereta api karena tidak in-line dengan bisnisnya mereka, kan? Jadi memang penyelesaian itu seperti apa... satu per satu. Pasti teman-teman tahulah, misalkan ada WIKA di sini, ada juga apa... terkait juga dengan kereta api dengan Bukit Asam dan sebagainya. Ini kami bereskan, rapikan. Kami maunya semua yang kami kerjakan itu harus benar-benar tuntas," tutur Dony.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2559362/original/076937200_1546315450-20190101-Kembang-Api-Ancol-5.jpg)