Kepala Korlantas Evaluasi Green SM Usai Tabrak KRL

2 hours ago 3

KEPALA Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho menggelar audiensi dengan manajemen taksi listrik Green SM Indonesia. Agus menyebut pertemuan itu bertujuan mengevaluasi tata kelola keselamatan setelah kecelakaan antara taksi listrik Green SM dan kereta rel listrik (KRL) di perlintasan sebidang sekitar Stasiun Bekasi Timur.

Dalam pertemuan itu, Agus menyoroti pentingnya sistem traffic attitude record (TAR) untuk memantau perilaku pengemudi secara terintegrasi, termasuk data pelanggaran yang terekam dalam sistem tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/ETLE). “Langkah ini penting untuk memastikan pengemudi memiliki kompetensi sekaligus perilaku berkendara yang baik,” ujarnya melalui keterangan pers pada Selasa, 5 Mei 2026.

Agus mengatakan evaluasi atas kecelakaan tersebut harus dilakukan agar hasilnya dapat menjadi dasar perbaikan sistem pengawasan dan tata kelola perusahaan transportasi. Agus menilai penyebab kecelakaan tidak hanya berasal dari faktor pengemudi atau human error.

Menurut dia, kecelakaan juga bisa dipengaruhi kondisi kendaraan, manajemen perusahaan, serta faktor jalan dan lingkungan. “Bahkan korporasi bisa ikut bertanggung jawab,” kata dia.

Ia pun menawarkan program pelatihan ulang bagi pengemudi melalui Indonesia Safety Driving Center (ISDC). Agus menilai pelatihan ini dapat meningkatkan disiplin dan kesadaran keselamatan dalam berlalu lintas.

Dia mengatakan upaya ini penting untuk memastikan pengemudi memiliki kompetensi sekaligus perilaku berkendara yang baik. “Dari 10 ribu pengemudi, perlu ada kontrol dan pembinaan. Bisa dilatih kembali agar lebih disiplin dan patuh,” ucap Agus.

Pilihan Editor: Mengenal Green SM, Taksi Listrik yang Terlibat Tabrakan Kereta

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |