DPR Dorong Investigasi Usai Dokter Internship Meninggal

2 hours ago 3

INFO TEMPO - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya sejumlah dokter peserta program internship dalam beberapa waktu terakhir. Peristiwa ini menjadi perhatian bersama dan dinilai sebagai momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program internship di Indonesia.

“Ini bukan sekadar musibah, tetapi dapat dimaknai sebagai sinyal adanya persoalan sistemik yang harus segera dibenahi. Para dokter muda tidak boleh menjadi korban akibat sistem yang kurang sempurna,” kata Netty, Selasa, 5 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam beberapa bulan terakhir, terdapat laporan mengenai meninggalnya empat dokter peserta internship di berbagai daerah. Kondisi ini mendorong perlunya perhatian lebih terhadap pelaksanaan program, termasuk aspek pembelajaran, pendampingan, serta dukungan bagi para peserta.

Netty menyoroti ketidakjelasan status peserta internship yang berada di antara posisi sebagai peserta didik dan tenaga layanan kesehatan. “Kondisi ini berdampak pada lemahnya perlindungan hak, termasuk terkait jam kerja, jaminan kesehatan, serta kepastian kesejahteraan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan tata kelola program menjadi hal yang penting, mencakup kejelasan sistem, pengaturan jam kerja, serta dukungan kesehatan, agar proses pembelajaran dapat berlangsung optimal.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sistem supervisi yang memadai di lapangan. Program internship diharapkan tetap menjadi ruang belajar yang konstruktif dengan pendampingan yang cukup.

“Banyak laporan yang menunjukkan beban kerja tinggi, bahkan melebihi batas, serta minimnya pendampingan. Ini berisiko tidak hanya bagi dokter muda, tetapi juga bagi keselamatan pasien,” tegasnya.

Netty juga menyoroti pentingnya sistem pengawasan dan pelaporan yang aman. Ia menyebut masih banyak peserta internship yang enggan melaporkan kondisi kerja yang tidak ideal.

“Untuk itu, kami mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, untuk segera melakukan langkah konkret. Antara lain dengan melakukan evaluasi nasional terhadap seluruh wahana internship, memperkuat sistem supervisi, serta memastikan adanya mekanisme pengaduan yang aman dan independen,” jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, ia mendorong pembentukan tim yang dapat mengkaji berbagai aspek secara komprehensif guna memperkuat kualitas program ke depan.

“Keselamatan dokter adalah bagian dari keselamatan pasien. Kita tidak boleh menutup mata. Ini momentum untuk melakukan pembenahan total,” pungkasnya.(*)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |