Kapan Isra Miraj 2026? Ini Tanggal Resmi dan Makna Peringatannya

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momen paling agung dalam sejarah Islam yang selalu dinantikan umat Muslim setiap tahunnya. Pada tahun 2026, peringatan Isra Miraj akan jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah. Momen ini menjadi istimewa karena pada malam inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT.

Isra Miraj mengisahkan dua perjalanan luar biasa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, yaitu dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra) dan dilanjutkan dengan kenaikan ke langit tertinggi hingga Sidratul Muntaha (Miraj). Peristiwa ini terjadi di tengah masa sulit bagi Nabi, dikenal sebagai 'Aam al-Huzn atau Tahun Kesedihan, berfungsi sebagai bentuk penghiburan dan penguatan spiritual dari Allah SWT.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan Isra Miraj sebagai hari libur nasional yang ditandai dengan tanggal merah, memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk merayakan dan merenungkan makna peristiwa tersebut. Melansir dari berbagai sumber, Senin (12/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

Kapan Isra Miraj 2026? Ini Tanggal Resminya

Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW pada tahun 2026 telah ditetapkan akan jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026. Tanggal ini bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah dalam kalender Islam, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia terbitan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama RI.

Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan Isra Miraj sebagai hari libur nasional yang ditandai dengan tanggal merah. Penetapan ini merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Karena jatuh pada hari Jumat, peringatan Isra Miraj 2026 berpotensi menciptakan libur panjang (long weekend) selama tiga hari, yaitu dari Jumat, 16 Januari hingga Minggu, 18 Januari 2026. Momentum ini dapat dimanfaatkan umat Muslim untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami Peristiwa Agung Isra Miraj

Isra Miraj adalah peristiwa yang mengisahkan dua perjalanan luar biasa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam satu malam saja. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun ke-10 kenabian, pada malam 27 Rajab, dan merupakan salah satu momen paling agung dalam sejarah Islam.

Latar belakang terjadinya Isra Miraj adalah pada masa-masa sulit bagi Nabi Muhammad SAW, setelah beliau kehilangan istri tercinta, Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib, yang selalu melindunginya. Tahun tersebut dikenal sebagai 'Aam al-Huzn atau Tahun Kesedihan, menandai periode penuh tekanan dakwah.

Oleh karena itu, peristiwa Isra Miraj merupakan bentuk penghiburan dan penguatan mental serta spiritual dari Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi tantangan dakwah. Kejadian ini juga merupakan salah satu mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Rasul-Nya, sekaligus menguji keimanan umat Islam.

Detail Perjalanan Isra Nabi Muhammad SAW

Bagian pertama dari peristiwa ini adalah Isra, yang secara harfiah berarti perjalanan malam. Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW yang diberangkatkan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis (Yerusalem).

Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW ditemani oleh Malaikat Jibril dan mengendarai makhluk bernama Buraq, yang digambarkan sebagai hewan berwarna putih yang sangat cepat, satu langkahnya sejauh mata memandang. Sebelum memulai perjalanan, dada Nabi Muhammad SAW dibelah dan disucikan menggunakan air zam-zam oleh Malaikat Jibril.

Setelah tiba di Masjidil Aqsa, beliau memimpin salat bersama para nabi terdahulu. Perjalanan Isra ini menegaskan kedudukan penting Masjidil Aqsa sebagai salah satu tempat suci umat Islam dan kiblat pertama.

Perjalanan Miraj dan Perintah Salat Lima Waktu

Bagian kedua dari peristiwa ini adalah Miraj, yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa naik ke langit tertinggi hingga mencapai Sidratul Muntaha. Sidratul Muntaha digambarkan sebagai tempat gaib yang tidak mungkin ditangkap oleh pancaindra manusia mana pun.

Selama perjalanan Miraj, Nabi Muhammad SAW melewati tujuh lapis langit. Di setiap tingkatan langit, beliau bertemu dengan nabi-nabi terdahulu, seperti Nabi Adam di langit pertama, Nabi Isa dan Yahya di langit kedua, hingga Nabi Ibrahim di langit ketujuh.

Puncak dari Miraj adalah ketika Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan salat lima waktu sehari semalam. Awalnya, perintah salat adalah 50 waktu, namun atas saran Nabi Musa, Nabi Muhammad SAW memohon keringanan kepada Allah SWT hingga akhirnya ditetapkan menjadi 5 waktu dengan pahala setara 50 waktu.

Hikmah dan Pelajaran Spiritual Isra Miraj

Peristiwa Isra Miraj mengandung banyak hikmah dan pelajaran berharga bagi umat Islam. Salah satu yang paling utama adalah penetapan kewajiban salat lima waktu, yang diterima langsung tanpa perantara, menunjukkan posisinya sebagai ibadah paling utama dan tiang agama.

Perjalanan yang melampaui akal dan logika manusia ini juga merupakan bukti kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Isra Miraj menjadi ujian keimanan, membedakan antara mereka yang percaya pada hal gaib dan kekuasaan Allah, dengan mereka yang meragukannya.

Selain itu, peristiwa ini berfungsi sebagai penghibur dan penguat Nabi Muhammad SAW di tengah kesedihan, serta menunjukkan kemuliaan beliau yang istimewa di sisi Allah SWT. Pentingnya Masjidil Aqsa sebagai salah satu tempat suci umat Islam juga ditekankan melalui perjalanan Isra.

Tradisi Peringatan Isra Miraj di Indonesia

Di Indonesia, Isra Miraj Nabi Muhammad SAW ditetapkan sebagai hari libur nasional, sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.

Umat Islam di Indonesia biasanya memperingati Isra Miraj dengan berbagai cara untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan. Kegiatan yang umum dilakukan antara lain mengadakan ceramah keagamaan atau pengajian, melaksanakan doa bersama, serta melakukan refleksi diri untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Amalan yang dianjurkan di bulan Rajab, khususnya saat Isra Miraj, meliputi memperbanyak istighfar dan doa. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengingat kembali perintah salat lima waktu dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa agung tersebut.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kapan Isra Miraj 2026?

1. Kapan Isra Miraj 2026 diperingati?

Jawaban: Isra Miraj 2026 akan diperingati pada hari Jumat, 16 Januari 2026, yang bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah.

2. Apakah Isra Miraj 2026 merupakan hari libur nasional?

Jawaban: Ya, Isra Miraj ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia dan ditandai dengan tanggal merah, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.

3. Apa makna dari peristiwa Isra Miraj bagi umat Islam?

Jawaban: Isra Miraj memiliki makna mendalam sebagai perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang menerima perintah salat lima waktu, bukti kebesaran Allah, dan penguatan keimanan.

4. Apa saja hikmah utama yang bisa diambil dari Isra Miraj?

Jawaban: Hikmah utamanya meliputi kewajiban salat lima waktu, bukti kebesaran Allah SWT, ujian keimanan, penghibur bagi Nabi Muhammad SAW, dan penegasan kemuliaan beliau.

5. Bagaimana umat Islam di Indonesia biasanya memperingati Isra Miraj?

Jawaban: Umat Islam di Indonesia memperingati Isra Miraj dengan mengadakan ceramah keagamaan, doa bersama, refleksi diri, dan amalan seperti memperbanyak istighfar dan doa di bulan Rajab.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |