Ledakan di UNIFIL Lebanon Kembali Lukai Tiga Prajurit TNI

3 weeks ago 22

TIGA personel Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) terluka akibat ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Lebanon selatan, Jumat petang.

"Sore ini, sebuah ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius," kata Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel dalam pernyataan yang disampaikan Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC) seperti dilansir Antara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ketiga personel asal Indonesia tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

"Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut," kata Ardiel.

Ia menyebut pekan ini sebagai masa sulit bagi pasukan penjaga perdamaian di wilayah operasi UNIFIL. Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh korban segera pulih.

UNIFIL mengingatkan semua pihak untuk memastikan keselamatan personel penjaga perdamaian dan menghindari aktivitas tempur di sekitar area operasi.

Ini adalah insiden ketiga dalam sepekan, seiring dengan serangan Israel lainnya yang menghantam Beirut selatan.

Insiden terbaru ini menambah duka bagi Indonesia yang sebelumnya kehilangan tiga personel di Lebanon.

Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada Ahad.

Sehari kemudian, dua personel Indonesia lainnya, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur dalam serangan terhadap konvoi yang mereka kawal.

Hingga kini belum dipastikan siapa yang bertanggung jawab atas gugurnya ketiga anggota pasukan penjaga perdamaian tersebut.

Pada Kamis, PBB memastikan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan hasilnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

Seperti dilansir Spacewar, Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret ketika Hizbullah meluncurkan roket ke Israel untuk membalas serangan Amerika Serikat-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kendati demikian, Israel telah ribuan kali menyerang Lebanon sebelum 2 Maret, bahkan pasca-gencatan senjata dengan Hizbullah pada November 2024.

Setelah 2 Maret, Israel merespons dengan serangan besar-besaran di seluruh Lebanon serta invasi darat di selatan negara itu. Otoritas Lebanon melaporkan 1.368 orang tewas, mayoritas warga sipil, dalam sebulan perang.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |