Libur Sekolah, Pertamina Tambah Stok Pertalite 18 Persen

4 hours ago 4

PT PERTAMINA Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menambah stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di seluruh SPBU sebesar 10 hingga 18 persen untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi menjelang masa libur sekolah.

Area Manager Communication, Relations, dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan DIY M Taufiq Kurniawan mengatakan langkah tersebut dilakukan seiring momentum pembagian rapor dan dimulainya masa libur sekolah dalam dua pekan ke depan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Pertamina Patra Niaga di Jawa Tengah dan DIY mengantisipasi adanya peningkatan konsumsi dengan menambah stok Pertalite di SPBU sekitar 10 sampai 18 persen terutama di musim libur sekolah,” kata Taufiq saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan, penambahan stok itu mengacu pada tren konsumsi tahun sebelumnya, termasuk peningkatan mobilitas masyarakat saat musim liburan. Evaluasi distribusi, kata dia, dilakukan setiap hari untuk memantau pola konsumsi di lapangan.

Selain penambahan stok, Pertamina juga menyiapkan sejumlah langkah operasional di SPBU, antara lain penambahan petugas marshalling atau pengatur antrean untuk menjaga kelancaran layanan, serta penyediaan air minum dalam kemasan (AMDK) gratis bagi konsumen Pertalite. Dari sisi distribusi, Pertamina Patra Niaga Jawa Tengah dan DIY juga mengoptimalkan suplai BBM dari hulu dengan siaga 24 jam.

“Kami menyalurkan BBM tanpa mengenal waktu, bahkan sampai dini hari. Stok juga dimonitor secara real time melalui sistem digital, CCTV, dan automatic tank gauge, sehingga sebelum habis sudah kami suplai kembali,” ujarnya.

Pertamina juga mendorong masyarakat memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk memantau lokasi SPBU terdekat dan menghindari penumpukan antrean. Di sejumlah SPBU, papan informasi juga akan ditambah untuk memudahkan konsumen.

Taufiq menambahkan, kenaikan konsumsi Pertalite belum dapat dipastikan sebagai dampak langsung dari penyesuaian harga Pertamax pada 10 Juni lalu. Menurut dia, dibutuhkan waktu minimal satu bulan untuk melihat tren pergeseran konsumsi secara akurat.

“Kalau data pergeseran pasar, kami belum bisa menyimpulkan. Tapi dari sisi suplai tetap kami tambah dan kami evaluasi setiap hari,” kata dia.

Sementara itu, konsumsi BBM selama libur sekolah diperkirakan meningkat sekitar 1,4 persen di Jawa Tengah dan hingga 7 persen di DIY, seiring meningkatnya aktivitas sektor wisata. Adapun untuk pasokan LPG, Pertamina mencatat kenaikan relatif kecil pada periode liburan, yakni sekitar 1–3 persen secara total, dengan lonjakan lebih tinggi pada produk nonsubsidi yang diperkirakan mencapai sekitar 15 persen, terutama di sektor restoran.

Pertamina memastikan distribusi LPG tetap berjalan normal dengan penambahan pasokan sesuai kebutuhan, meski tidak sebesar BBM jenis gasoline.
Terkait isu kelangkaan BBM di sejumlah daerah, Pertamina menegaskan informasi tersebut tidak benar. Beberapa laporan antrean panjang di Wonosobo dan Magelang, kata dia, telah diklarifikasi dan dipastikan tetap dalam kondisi penyaluran normal.

"Kami imbau masyarakat tidak panik. Stok aman, suplai berjalan 24 jam, dan tidak ada SPBU yang sampai kosong,” ujarnya.

Pertamina juga memastikan seluruh SPBU di wilayah Jawa Tengah dan DIY terus dipantau secara digital dan real time untuk menjaga kelancaran distribusi energi selama masa libur sekolah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |