DIREKTORAT Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI atau Bareskrim Polri berhasil memulangkan Daftar Pencarian Orang (DPO) Frans Antony. Ia diduga berperan sebagai pengelola keuangan sekaligus pengendali operasional jaringan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya atau narkoba internasional yang dipimpin Fredy Pratama.
Frans dipulangkan dari Malaysia pada Jumat, 19 Juni 2026, dan tiba di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta Selatan, sekitar pukul 15.27 WIB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Frans membantu Fredy dalam mengelola keuangan,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso kepada wartawan di kantornya, Jumat.
Eko mengatakan Frans memiliki peran penting dalam operasional sindikat narkoba yang dipimpin Fredy Pratama. Selain mengendalikan aliran keuangan hasil kejahatan narkoba, Frans juga berperan sebagai pengendali lapangan dan operasional jaringan tersebut. Ia telah masuk dalam daftar pencarian orang sejak 12 November 2023.
Dalam menjalankan aktivitasnya, Frans diduga menggunakan sejumlah modus untuk menyamarkan dan memindahkan hasil kejahatan narkoba lintas negara. Salah satunya melalui jaringan penukaran uang ilegal (money changer) yang terhubung dengan sindikat internasional di Malaysia, Thailand, dan Indonesia.
Polisi mengungkapkan, uang hasil perdagangan narkoba, khususnya dalam pecahan 1.000 dolar Singapura, ditukarkan melalui sejumlah money changer di Indonesia sebelum dikumpulkan dan dibawa oleh Frans. Selain itu, sindikat tersebut juga memanfaatkan aset kripto untuk mempermudah perpindahan dana dan menghindari pelacakan penegak hukum.
“Untuk memudahkan penyeberangan uang hasil kejahatan tersebut, sindikat ini juga menggunakan cryptocurrency,” ujar Eko.
Dalam proses pemulangannya, Frans tidak datang seorang diri. Ia didatangkan bersamaan dengan seorang perempuan yang disebut sebagai istrinya. “Iya, dia Petra Niasi. Selama ini dia yang mendampingi pelariannya.”
Namun, hingga kini Petra belum ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami perannya dalam pelarian Frans Antoni maupun keterkaitannya dengan jaringan narkoba Fredy Pratama.
Polisi menyatakan penyidikan terhadap jaringan Fredy Pratama masih terus berlangsung. Pemeriksaan terhadap Frans diharapkan dapat membuka informasi baru mengenai aliran dana, struktur organisasi, serta jaringan internasional yang selama ini digunakan sindikat tersebut dalam menjalankan bisnis narkoba.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)















