Liputan6.com, Jakarta - Memasuki bulan Syawal, umat Muslim sering dihadapkan pada dua amalan penting, yaitu puasa sunnah Syawal dan qadha puasa Ramadhan. Pertanyaan seputar niat puasa syawal dan qadha ramadhan pun kerap muncul, terutama terkait tata cara dan hukumnya.
Tidak sedikit yang masih bingung apakah kedua puasa ini bisa dilakukan bersamaan, atau harus dipisahkan agar mendapatkan pahala yang sempurna. Hal ini menjadi penting karena menyangkut ibadah wajib dan sunnah sekaligus.
Melalui artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mulai dari bacaan niat puasa, dalil, hingga penjelasan ulama mengenai hukum menggabungkan puasa Syawal dan qadha Ramadhan.
Bacaan Niat Puasa Syawal dan Qadha Ramadhan
Berikut adalah bacaan niat puasa syawal dan qadha ramadhan yang dapat diamalkan:
1. Niat Puasa Syawal
Bahasa Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an sittatin min syawwaalin sunnatan lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Aku berniat puasa besok dari enam hari Syawal, sunnah karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Qadha Puasa Ramadhan
Bahasa Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma ghodin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal
Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal, dimulai sejak tanggal 2 Syawal setelah Idul Fitri. Pelaksanaannya boleh dilakukan berturut-turut maupun terpisah.
Keutamaan puasa ini dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:
“Siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)
Imam al-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa pahala tersebut didapat karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Sehingga 30 hari Ramadhan ditambah 6 hari Syawal setara dengan 360 hari (satu tahun).
Hukum Qadha Puasa Ramadhan
Qadha puasa adalah puasa pengganti bagi hari-hari Ramadhan yang ditinggalkan karena uzur seperti sakit, haid, atau safar. Hukumnya wajib.
Hal ini berdasarkan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 184:
“...Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib menggantinya pada hari-hari yang lain…”
Karena sifatnya wajib, qadha puasa harus diutamakan untuk ditunaikan sebelum datang Ramadhan berikutnya.
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Syawal dan Qadha Ramadhan?
Pembahasan tentang niat puasa syawal dan qadha ramadhan tidak lepas dari perbedaan pendapat para ulama. Secara umum, terdapat dua sudut pandang utama:
1. Dari Sisi Keabsahan (Sah atau Tidak)
Mayoritas ulama menyatakan bahwa menggabungkan niat puasa qadha dan puasa Syawal tetap sah. Artinya, kewajiban qadha puasa tetap terpenuhi.
Hal ini karena seseorang tetap menjalankan puasa yang sah secara syariat, meskipun dengan dua niat sekaligus.
2. Dari Sisi Pahala
Di sinilah muncul perbedaan pendapat, Ulama seperti Ibnu Hajar al-Haitami dan Syekh Ar-Ramli dalam kitab I’anatut Thalibin menjelaskan bahwa seseorang tetap bisa mendapatkan pahala qadha sekaligus pahala puasa Syawal jika diniatkan keduanya. Analogi yang digunakan adalah seperti shalat tahiyatul masjid yang bisa digabung dengan shalat lain.
Pendapat lain menyatakan bahwa meskipun sah, pahala puasa Syawal tidak didapat secara sempurna.
Hal ini didasarkan pada hadits yang mensyaratkan:
“Berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal…”
Artinya, puasa Syawal idealnya dilakukan setelah menyempurnakan puasa Ramadhan terlebih dahulu.
Imam al-Syarqawi dalam Hasyiyah al-Syarqawi menjelaskan, Seseorang yang berpuasa di bulan Syawal dengan niat qadha tetap mendapatkan pahala puasa Syawal, namun tidak sempurna kecuali dengan niat khusus.
Senada dengan itu, dalam Nihayatul Muhtaj, Imam Ar-Ramli juga menyatakan bahwa pahala tetap ada, tetapi tidak mencapai keutamaan penuh sebagaimana yang dijanjikan dalam hadits.
Dari berbagai pendapat ulama tersebut dapat disimpulkan:
- Menggabungkan niat puasa qadha dan Syawal boleh dan sah
- Tetap mendapatkan pahala, namun:
- Tidak maksimal untuk pahala puasa Syawal
- Jika ingin pahala sempurna seperti puasa setahun:
- Dahulukan qadha Ramadhan
- Lalu lanjutkan puasa 6 hari Syawal
Dengan demikian, pilihan kembali kepada masing-masing individu sesuai kemampuan dan kondisi.
Pentingnya Memahami Niat Puasa Syawal dan Qadha Ramadhan
Memahami niat puasa syawal dan qadha ramadhan sangat penting agar ibadah yang dilakukan tidak hanya sah, tetapi juga bernilai maksimal di sisi Allah.
Bagi yang memiliki banyak utang puasa, sebaiknya memprioritaskan qadha terlebih dahulu. Namun jika waktu terbatas, menggabungkan niat bisa menjadi solusi yang tetap dibolehkan oleh sebagian ulama.
FAQ Seputar Puasa Syawal dan Qadha Ramadhan
1. Apakah wajib mendahulukan qadha sebelum puasa Syawal?
Tidak wajib, tetapi lebih utama agar mendapatkan pahala Syawal secara sempurna.
2. Apakah boleh puasa Syawal dulu baru qadha?
Boleh, namun menurut sebagian ulama hal ini kurang utama.
3. Apakah niat puasa harus dilafalkan?
Tidak wajib dilafalkan, cukup dalam hati, tetapi melafalkan membantu menghadirkan niat.
4. Berapa hari minimal puasa Syawal?
Sebanyak 6 hari, bisa berturut-turut atau terpisah.
5. Jika menggabungkan niat, apakah puasanya sah?
Sah, dan tetap mendapatkan pahala, meskipun tidak maksimal untuk puasa Syawal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3131336/original/096796200_1589779341-17073.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4491252/original/053957400_1688529312-pexels-meruyert-gonullu-6908028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3455667/original/056417100_1620880303-20210413-Sholat_Idul_Fitri_di_Masjid_Raya_Al_Arif-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507757/original/Rinnai_RI-301S_dan_RI-511C_karena_Teknologi_Pembakaran_Efisien_Rinnai_menjadi_salah_satu_merek_yang_konsisten_masuk_daftar_rekomendasi_2026._Model_RI-301S_dan_RI-511C_dikenal_memiliki_burner_berku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4403072/original/005672800_1681996208-25515399_eid9_01_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4779768/original/056174500_1711004488-hands-holding-knife-fork-alarm-clock-plate-blue-background.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531527/original/052463700_1773619111-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4779722/original/080291100_1711003602-alarm-glass-water-near-fruits.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534624/original/041482200_1773865373-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4480657/original/067372600_1687701903-person-ready-eat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532557/original/022346900_1773655230-Menteri_Arifah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534611/original/040777000_1773863622-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5396550/original/081165200_1761739604-Keluar_Masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791021/original/098218800_1711975620-25634556_7101052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376252/original/044955500_1759997272-Pemandangan_Monas_di_Waktu_Malam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533457/original/048571400_1773737346-01-Creative-Studio-di-Galaxy-S26-Series-1000px.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)


