5 Sholawat Pendek yang Dianjurkan Dibaca Setiap Hari, Amalan Ringan Berpahala Besar

2 days ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kesibukan aktivitas sehari-hari bukan alasan seseorang untuk meninggalkan ibadah wajib dan sunnah. Terdapat berbagai amalan ringan yang bisa dilakukan tiap saat. Salah satunya adalah sholawat pendek yang dianjurkan dibaca setiap hari.

Meski ringan istiqamah bersholawat akan mendatangkan kebaikan dan pahala berlipat ganda. Sholawat adalah bentuk pujian sekaligus doa kepada Nabi Muhammad SAW yang bernilai ibadah besar.

Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk bersholawat dalam firman-Nya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 56).

Qadhi ‘Iyadh di dalam kitab Asy-Syifa’ menerangkan bahwa pembacaan shalawat di setiap permulaan urusan bertujuan mulia untuk memohon berkah atau bertabarruk. Rasulullah SAW sendiri bersabda: “Setiap perbuatan penting yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah dan bershalawat kepadaku niscaya kurang sempurna.”.

Dengan mengamalkan sholawat secara istiqamah, seorang Muslim akan memperoleh pertolongan dan syafaat dari Rasulullah kelak di hari kiamat. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah sholawat pendek yang dianjurkan dibaca setiap hari.

1. Sholawat Jibril (Shallallāhu ‘alā Muhammad)

Arab: صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ

Latin: Shallallāhu ‘alā Muhammad

Artinya: “Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad.”

Sholawat ini merupakan bacaan terpendek dan paling mudah dihafal. Dalam buku Sholawat Jalan Selamat, Habib Novel Alaydrus menyebutkan bahwa sholawat ini memiliki keutamaan besar, bahkan dapat membuat seseorang bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Imam Asy-Sya‘rani meriwayatkan sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa membaca sholawat ini, maka ia telah membukakan baginya tujuh puluh pintu rahmat.”. Al-Hafidz As-Sakhawi juga meriwayatkan kisah seorang lelaki yang ayahnya yang buta dapat melihat Rasulullah SAW dalam mimpi setelah membaca sholawat ini selama tujuh malam berturut-turut.

2. Sholawat Allāhumma shalli ‘alā Muhammad

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā Muhammad

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad.”

Sholawat ini hanya terdiri dari empat kata namun mengandung pahala yang besar. Dalam buku 1001 Shalawat karya Muhammad Taufiq Ali Yahya disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan berbagai redaksi sholawat, ada yang ringkas dan ada yang panjang. Sholawat pendek seperti ini dapat dibaca kapan saja dan di mana saja, sangat praktis di sela-sela aktivitas.

3. Sholawat Allāhumma shalli ‘alā Muhammad wa ‘alā āli Muhammad

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā Muhammad wa ‘alā āli Muhammad

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad.”

Sholawat ini mencakup doa untuk Nabi sekaligus keluarganya. Dalam kitab 70 Shalawat Pilihan karya Ustadz Mahmud Sami, dijelaskan bahwa sholawat atas keluarga Nabi adalah sunnah tersendiri dan memiliki keutamaan yang besar. Dalam hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu menyertakan keluarganya dalam sholawat yang diajarkan kepada umatnya.

4. Sholawat Allāhumma shalli ‘alā Muhammadin wa ‘alā ālihi wa sallim

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمْ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā Muhammadin wa ‘alā ālihi wa sallim

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Sholawat ini menambahkan doa keselamatan (salam) kepada Nabi dan keluarganya. Dalam buku 70 Shalawat Pilihan disebutkan bahwa barangsiapa mengucapkan sholawat ini ketika berdiri, dosa-dosanya akan diampuni sebelum ia duduk, dan barangsiapa mengucapkannya ketika duduk, dosa-dosanya akan diampuni sebelum ia berdiri.

5. Sholawat Allāhumma shalli ‘alā Sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli Sayyidinā Muhammad

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā Sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli Sayyidinā Muhammad

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad.”

Penambahan kata Sayyidinā (junjungan kami) dalam sholawat dibolehkan bahkan dianjurkan oleh para ulama. Imam Ramli dan Imam Ibnu Hajar sepakat bahwa penambahan lafal sayyidinā dalam sholawat atas Nabi, baik dalam salat maupun di luar salat, hukumnya sunnah.

Waktu Terbaik Membaca Sholawat

1. Pagi dan Sore Hari

Habib Novel Alaydrus dalam buku Sholawat Jalan Selamat menekankan pentingnya membaca sholawat setiap pagi dan sore hari. Waktu pagi yang dimaksud adalah setelah salat Subuh atau setelah terbit matahari, sedangkan waktu sore adalah setelah salat Ashar atau menjelang Maghrib.

2. Setelah Salat Fardhu

Membaca sholawat setelah menunaikan salat fardhu merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Dalam kitab 70 Shalawat Pilihan dijelaskan bahwa sholawat yang dibaca setelah salat akan menjadi bagian dari zikir harian dan mendatangkan pahala berlipat.

3. Hari Jumat dan Malam Jumat

Hari Jumat adalah sayyidul ayyam (penghulu segala hari) dan waktu paling utama untuk memperbanyak sholawat. Rasulullah SAW bersabda: “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat, sebab pada saat itu shalawat kalian diperlihatkan kepadaku.” (HR Ath-Thabrani).

4. Saat Nama Nabi Muhammad SAW Disebut

Setiap kali mendengar nama Nabi Muhammad SAW disebut, umat Islam dianjurkan untuk langsung membaca sholawat. Rasulullah SAW bersabda: “Hinalah orang yang mendengar namaku disebut kemudian ia tidak membacakan sholawat untukku.” (HR At-Tirmidzi).

5. Kapan Saja dan Di Mana Saja

Sholawat pendek dapat dibaca kapan saja dan di mana saja. Sholawat merupakan amalan yang tidak terikat waktu dan tempat tertentu, selama tidak dibaca di tempat yang kotor seperti kamar mandi. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyatakan bahwa sholawat adalah bentuk dzikir yang paling utama dan dapat diamalkan dalam berbagai kesempatan.

Fadhilah Istiqamah Bersholawat

1. Mendapat Balasan 10 Kali Lipat dari Allah

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i). Ini adalah janji langsung dari Allah yang tidak perlu diragukan lagi.

2. Dihapus Dosa dan Diangkat Derajat

Dalam riwayat An-Nasa’i disebutkan: “Siapa saja yang membaca shalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan.”. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menuliskan bahwa sholawat dapat menjadi wasilah penghapus dosa-dosa kecil yang tak terasa menumpuk setiap harinya.

3. Mendapat Syafaat Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membaca 10 kali sholawat kepadaku di pagi dan sore hari, maka dia akan mendapat syafaatku.”. Syafaat ini akan menjadi penolong bagi umat Islam di hari Kiamat kelak.

4. Jalan Keselamatan Dunia dan Akhirat

Habib Novel Alaydrus menegaskan bahwa sholawat adalah jalan selamat dunia dan akhirat. Dengan istiqamah bersholawat, seorang muslim akan mendapatkan perlindungan dan keselamatan dalam kehidupannya.

5. Mendapatkan Ketenangan Hati dan Cinta Sesama

Imam Asy-Sya‘rani meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membaca sholawat ini, maka ia telah membukakan baginya tujuh puluh pintu rahmat dan Allah menjadikan hati manusia mencintainya.”. Dengan demikian, sholawat tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga ketenangan jiwa dan kasih sayang dari sesama manusia.

Pertanyaan Seputar Sholawat Pendek

1. Apa saja sholawat pendek yang dianjurkan dibaca setiap hari?

Sholawat pendek yang dianjurkan antara lain Sholawat Jibril (Shallallāhu ‘alā Muhammad), Allāhumma shalli ‘alā Muhammad, Allāhumma shalli ‘alā Muhammad wa ‘alā āli Muhammad, serta sholawat dengan tambahan sayyidinā dan wa sallim.

2. Berapa kali minimal membaca sholawat setiap hari?

Para ulama menganjurkan minimal membaca sholawat 100 kali dalam sehari agar tidak terlalu jauh dari Rasulullah SAW, namun yang terpenting adalah istiqamah meskipun hanya beberapa kali.

3. Kapan waktu terbaik untuk membaca sholawat pendek?

Waktu terbaik adalah pagi dan sore hari (setelah Subuh dan Ashar/Maghrib), setelah salat fardhu, di hari Jumat dan malam Jumat, serta setiap kali mendengar nama Nabi disebut.

4. Apakah sholawat pendek seperti Sholawat Jibril memiliki keutamaan yang besar?

Ya, Sholawat Jibril memiliki keutamaan yang sangat besar, termasuk membuka 70 pintu rahmat, membuat hati manusia mencintai pembacanya, dan bahkan dapat membuat seseorang bermimpi bertemu Rasulullah SAW.

5. Bagaimana cara mengamalkan sholawat pendek di tengah kesibukan?

Sholawat pendek dapat dibaca di sela-sela aktivitas, saat di perjalanan, sebelum tidur, atau setelah salat. Yang terpenting adalah konsistensi dan niat yang ikhlas.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |