7 Kebiasaan Kecil yang Menjadi Pemberat Timbangan Amal, Ringan tapi Berpahala Besar

2 days ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Dalam Islam, nilai pahala tak hanya dilihat dari besarnya amalan atau banyaknya ibadah tersebut. Terdapat berbagai kebiasaan kecil yang menjadi pemberat timbangan amal yang dapat dilakukan secara rutin sehari-hari.

Meski ringan, kebiasaan kecil ini bisa menjadi penentu nasib seseorang pada Yaumul Mizan, hari ketika seluruh amal perbuatan manusia ditimbang dengan keadilan yang sempurna. Allah berfirman: " Kami akan meletakkan timbangan (amal) yang tepat pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun dirugikan walaupun sedikit. Sekalipun (amal itu) hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya. Cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan." (QS. Al-Anbiya': 47).

Pada hari yang mencekam itu, setiap perbuatan, sebesar gunung atau sekecil debu, akan dipertaruhkan. Di sanalah, kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita anggap sepele justru bisa menjadi penentu antara keselamatan dan kebinasaan.

Abdullah Hamud al-Furaih dalam kitabnya Hadiah Indah: Penjelasan Tentang Sunnah-Sunnah Sehari-hari menegaskan bahwa sunnah adalah "hadiah" dari Allah untuk umat ini, karena padanya terkandung berlipat pahala yang tidak Allah karuniakan kepada umat-umat terdahulu.

Lalu, kebiasaan-kebiasaan kecil apa sajakah yang dapat menjadi pemberat timbangan amal kita kelak? Berikut pemaparannya.

1. Dzikir: Dua Kalimat yang Ringan di Lisan, Berat di Timbangan

Dzikir adalah amalan yang paling ringan di lisan namun paling berat di timbangan. Rasulullah ﷺ bersabda: "Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat dalam timbangan (amalan) dan dicintai oleh Ar-Rahman, yaitu: Subhanallahi wa bihamdih, Subhanallahil 'azhim (Mahasuci Allah dan segala pujian bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung)." (HR. Bukhari, no. 6682 dan Muslim, no. 2694).

Ibnu Hajar as-Qalani dalam Muqaddimah Kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa maksud "berat di timbangan" dalam hadits ini adalah untuk menunjukkan betapa besarnya pahala yang dijanjikan Allah SWT

Imam An-Nawawi juga menukil hadits ini dalam Riyadhus Shalihin dan Al-Adzkar, serta meriwayatkan dari Abu Dzar bahwa dzikir Subhanallah wa bi hamdih adalah dzikir yang paling disukai Allah.

Selain itu, terdapat dzikir yang diajarkan Rasulullah kepada Ummul Mukminin Juwairiyah radhiyallahu 'anha. Ketika beliau mendapati Juwairiyah masih berdzikir hingga waktu Dhuha, beliau mengajarkan empat kalimat yang jika diucapkan tiga kali, timbangannya menyamai dzikir panjang yang telah ia baca sepanjang pagi:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

"Subhanallahi wa bihamdihi 'adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata 'arsyihi wa midada kalimatih." (HR Muslim).

2. Senyuman, Sedekah Paling Ringan yang Mengundang Pahala

Tersenyum adalah salah satu sunnah yang paling mudah dilakukan, namun sering dianggap sepele. Rasulullah SAW bersabda: "Senyummu di hadapan wajah saudaramu adalah sedekah bagimu." (HR. At-Tirmidzi).

Abdullah Hamud al-Furaih dalam Penjelasan Tentang Sunnah-Sunnah Sehari-hari menjelaskan bahwa disunnahkan untuk tersenyum dan menampilkan wajah yang menyenangkan ketika bertemu dengan orang lain.

Kebiasaan kecil ini memiliki dampak besar, tidak hanya membuat orang lain merasa senang, tetapi juga menjadi sedekah yang memberatkan timbangan amal. Dalam buku yang sama, disebutkan bahwa mengucapkan kata-kata yang baik juga termasuk sedekah, sebagaimana sabda Rasulullah: "Kata-kata yang baik adalah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Siwak, Sunnah Kecil dengan Pahala Besar

Menggunakan siwak untuk membersihkan gigi adalah kebiasaan yang selalu dijaga Rasulullah. Beliau bahkan membawanya ke mana pun beliau pergi. Keutamaan siwak sangat luar biasa. Disebutkan bahwa shalat dua rakaat dengan bersiwak dianggap setara dengan shalat 70 rakaat tanpa bersiwak.

Rasulullah bersabda: "Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat." (HR. Bukhari dan Muslim).

Kebiasaan kecil ini, menggosok gigi dengan kayu siwak sebelum shalat, bukan hanya menjaga kesehatan mulut, tetapi juga menjadi amalan yang memberatkan timbangan karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

4. Berkata Baik atau Diam: Menjaga Lisan, Menjaga Timbangan

Salah satu kebiasaan yang paling berat di timbangan adalah menjaga lisan. Rasulullah bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim).

Abdullah Hamud al-Furaih menjelaskan bahwa kebiasaan berkata baik termasuk sedekah, dan setiap kata-kata baik yang diucapkan dengan niat karena Allah akan mendatangkan pahala.

Sebaliknya, diam ketika hendak mengucapkan keburukan juga merupakan amalan yang mulia. Kebiasaan sederhana ini—memilih untuk diam daripada berkata buruk—bisa menjadi penentu beratnya timbangan amal kita.

5. Bangun Lebih Awal: Mengais Keberkahan di Waktu Mustajab

Bangun lebih awal, terutama sebelum waktu Subuh, adalah kebiasaan yang diajarkan Rasulullah. Beliau mencontohkan untuk tidak tidur terlalu malam setelah shalat Isya, sehingga dengan sendirinya akan bangun lebih awal.

Waktu sahur dan sepertiga malam terakhir adalah waktu yang penuh keberkahan dan mustajab untuk berdoa.

Kebiasaan ini mungkin terasa berat bagi yang belum terbiasa, namun dampaknya terhadap timbangan amal sangat besar. Setiap langkah menuju masjid di waktu Subuh, setiap doa yang dipanjatkan di waktu sahur, akan menjadi pemberat timbangan kebaikan.

6. Tidur dalam Keadaan Suci dan Menghadap Kanan

Kebiasaan tidur sesuai sunnah juga termasuk amalan ringan yang memberatkan timbangan. Rasulullah mengajarkan: "Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat, lalu berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Tidur dalam keadaan suci membuat malaikat menyertai dan mendoakan kebaikan sepanjang malam. Kebiasaan kecil ini—berwudhu sebelum tidur dan berbaring menghadap kanan—adalah amalan yang sangat ringan namun memiliki pahala yang besar.

7. Makan dan Minum Sambil Duduk

Hal sederhana seperti makan dan minum juga bisa menjadi amalan sunnah yang memberatkan timbangan. Rasulullah SAW mengajarkan untuk makan dan minum dengan duduk, serta menggunakan tangan kanan.

Dalam Penjelasan Tentang Sunnah-Sunnah Sehari-hari, disebutkan bahwa makan dan minum sambil duduk termasuk kebiasaan yang diajarkan Rasulullah dan menjadi amalan sunnah.

Hikmah Kebiasaan Kecil yang Menjadi Pemberat Timbangan Amal

· Mendekatkan Diri kepada Allah Tanpa Beban: Amalan-amalan kecil seperti dzikir, senyum, dan siwak dapat dilakukan kapan saja tanpa memerlukan waktu, tenaga, atau biaya khusus, namun efeknya sangat besar di sisi Allah.

· Melatih Konsistensi dan Istiqamah: Kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin akan membentuk karakter dan melatih jiwa untuk istiqamah dalam kebaikan. Rasulullah bersabda bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.

· Menjadi Penyelamat di Hari Kiamat: Di hari ketika manusia mencari-cari amal kebaikan, kebiasaan-kebiasaan kecil yang mungkin kita anggap sepele bisa menjadi penentu keselamatan, sebagaimana sabda Rasulullah tentang dua kalimat yang berat di timbangan.

· Menggugurkan Dosa-dosa Kecil: Dzikir dan istighfar yang dibaca secara rutin dapat menghapus dosa-dosa, sebagaimana janji Rasulullah bahwa membaca Subhanallah wa bihamdih 100 kali akan menghapus dosa meski sebanyak buih di lautan.

· Menginspirasi Orang Lain untuk Berbuat Baik: Kebiasaan baik yang kita lakukan akan menjadi teladan bagi orang lain. Setiap orang yang terinspirasi dan mengamalkannya, maka kita akan mendapatkan pahala yang sama tanpa mengurangi pahala mereka.

Pertanyaan Seputar Amalan Ringan 

Apa saja amalan ringan yang berat di timbangan di akhirat?

Amalan ringan yang berat di timbangan antara lain dzikir Subhanallahi wa bihamdihi Subhanallahil 'azhim, tersenyum kepada sesama muslim, menggunakan siwak sebelum shalat, menjaga lisan dari perkataan buruk, dan makan-minum sambil duduk.

Mengapa dzikir dua kalimat bisa berat di timbangan?

Karena dzikir tersebut adalah pujian dan pengagungan kepada Allah yang diucapkan dengan ikhlas. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa beratnya timbangan menunjukkan betapa besarnya pahala yang dijanjikan Allah bagi orang yang mengucapkannya.

Apakah tersenyum termasuk amalan yang berpahala?

Ya, tersenyum kepada sesama muslim adalah sedekah, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ. Kebiasaan ini sangat ringan namun memiliki pahala yang besar dan menjadi pemberat timbangan amal.

Bagaimana cara menghidupkan sunnah-sunnah kecil dalam sehari-hari?

Mulailah dengan kebiasaan sederhana seperti membaca basmalah sebelum makan, menggunakan siwak, tersenyum, membaca dzikir pagi dan petang, serta tidur dalam keadaan suci. Konsistensi adalah kunci utama.

Apa dalil bahwa amal kecil bisa memberatkan timbangan?

Dalilnya adalah firman Allah dalam QS. Al-Anbiya': 47 bahwa amal seberat biji sawi pun akan didatangkan pahalanya, serta hadits tentang dua kalimat yang ringan di lisan namun berat di timbangan (HR Bukhari dan Muslim).

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |