PNM Buka Studi Banding untuk Perluas Wawasan Usaha Ultra Mikro

10 hours ago 4

INFO TEMPO - Keterbatasan bagi usaha ultra mikro bukan hanya soal modal, tetapi juga akses terhadap pengetahuan dan inspirasi untuk mengembangkan usaha. PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM memberikan solusi. Melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan, PNM membantu nasabah yang tergabung dalam program Mekaar membuka cara pandang baru dalam melihat potensi usaha yang mereka miliki.

Berangkat dari keyakinan bahwa peningkatan kapasitas usaha merupakan fondasi lahirnya kesejahteraan, PNM mengajak para ketua kelompok nasabah PNM Mekaar mengikuti Reward Studi Banding. Di sana, para peserta mempelajari bagaimana komoditas sederhana menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Misalnya studi banding di Solo mengajarkan cara mengolah singkong menjadi slondok hingga gemblong. Pengalaman belajar secara langsung tersebut membuka ruang bagi lahirnya ide-ide baru yang dapat diterapkan di usaha masing-masing.

Program ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan. PNM menciptakan perubahan dengan memperluas wawasan para pengusaha perempuan ultra mikro agar mampu melihat peluang dari lingkungan sekitarnya, meningkatkan kualitas produk, hingga memperkuat daya saing usaha. Pendekatan tersebut sekaligus mendorong tumbuhnya kepercayaan diri untuk terus berkembang dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi keluarga mereka.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan bahwa pengalaman belajar langsung menjadi salah satu cara paling efektif dalam membangun kapasitas usaha yang dibangun dari dapur rumah tangga.

"PNM terus memperkuat pelayanan yang tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan kesempatan belajar dari praktik terbaik. Kami ingin setiap pengalaman yang diperoleh para nasabah mampu diterjemahkan dan diajarkan kembali ke anggota kelompoknya menjadi inovasi usaha yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga," ujarnya, Kamis 6 Agustus 2026.

Dampak tersebut mulai dirasakan para peserta. Dyah Wulandari, salah satu peserta, mengaku kini memiliki lebih banyak ide untuk mengembangkan usahanya setelah melihat langsung proses pengolahan singkong menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi.

"Seneng, jadi tahu bahan baku yang selama ini ada di sekitar kita ternyata bisa diolah menjadi produk yang lebih menarik. Saya jadi tidak sabar mencoba hal baru dan mengembangkan usaha saya," ungkapnya.

Selain memperkaya wawasan bisnis, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antarpeserta melalui berbagai aktivitas kebersamaan. Bagi PNM, perubahan tidak hanya diukur dari bertambahnya pengetahuan, tetapi juga dari tumbuhnya jejaring, rasa percaya diri, dan keberanian para perempuan ultra mikro untuk terus berinovasi.

Melalui berbagai program pemberdayaan, PNM terus menunjukkan bahwa menciptakan dampak berarti menghadirkan perubahan yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan pembiayaan dan pengembangan kapasitas usaha, PNM tidak hanya membantu nasabah menjalankan usaha hari ini, tetapi juga membangun fondasi agar mereka mampu naik kelas, lebih adaptif terhadap perubahan, dan semakin berdaya saing dalam memperkuat ekonomi keluarga maupun masyarakat. (*)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |