PENYIDIK Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri bakal memeriksa istri Frans Antony, Petra Niasi. Frans adalah tersangka kasus narkoba bagian dari jaringan bandar Fredy Pratama.
Polisi membawa Frans dan istrinya ke Indonesia hari ini, Jumat, 19 Juni 2026 setelah menangkapnya di Malaysa. “Pasti akan kami periksa, masih berkembang,” kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso kepada wartawan di depan Gedung Bareskrim Polri, Jumat.
Eko menduga Petra mendampingi pelarian Frans yang telah ditetapkan sebagai buron sejak 2023. Namun, polisi belum menetapkan status hukum apapun terhadap Petra. “Sejauh ini belum ditetapkan tersangka,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Tempo pada 2023, nama Petra Niasi muncul di bagan sindikat narkotika internasional jaringan Fredy Pratama. Petra dan suaminya, Frans Antony diduga berperan sebagai kaki tangan Fredy sebagai pengendali keuangan.
Frans telah ditetapkan sebagai tersangka dan akan diperiksa intensif. Dari pantauan di lapangan, Frans tiba di Bareskrim bersama istrinya pada pukul 15.28.
Frans turun dari mobil dikawal sejumlah penyidik dengan tangan diborgol. Frans mengenakan kaus hitam polos lengan panjang dan celana panjang bahan berwarna abu-abu dan sepatu sneakers hitam.
Sementara itu di belakangnya, Petra mengenakan kaus lengan panjang berwarna biru dan tampak mengalungkan selendang berwarna krem. Ia terlihat menutupi wajahnya dengan masker dan topi berwarna cokelat. “Karena keduanya baru tiba hari ini, jadi masih berjalan. Satu sampai dua pekan lagi nanti diinformasikan lagi perkembangan kasusnya,” tutur Eko.
Pada 2023, Kepala Bareskrim Polri saat itu, Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Widada, mengatakan Polri berhasil membongkar operasi jaringan narkoba yang dikendalikan oleh seseorang bernama Fredy Pratama alias Miming alias Cassanova. Wahyu mengatakan Polri telah membentuk tim khusus untuk mengungkap jaringan tersebut sejak 2020.
Wahyu menyebut bahwa Polri telah memburu jaringan Fredy Pratama ini sejak 2020-2023. Total ada 408 laporan polisi yang diungkap dengan jumlah tersangka sebanyak 884 orang. Sedangkan 39 tersangka yang ditangkap dalam operasi Escobar Indonesia dimulai dari periode Mei 2023.


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)















