PRESIDEN Libanon Joseph Aoun menyampaikan pidato pertamanya sejak gencatan senjata 10 hari antara Libanon dan Israel mulai berlaku.
Dilansir Al Jazeera, pidato itu disampaikan sehari setelah kesepakatan diumumkan, menyusul lebih dari sebulan konflik yang dipicu serangan Hizbullah ke Israel pada 2 Maret. Namun, Israel telah melakukan serangan hampir setiap hari ke selatan Libanon sebelum 2 Maret meski ada gencatan senjata pada November 2024.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam pernyataannya, Aoun menegaskan Libanon akan menentukan arah kebijakan sendiri. Ia menolak anggapan bahwa pembicaraan langsung dengan Israel mencerminkan kelemahan.
“Tidak akan ada konsesi terhadap prinsip apa pun, tidak ada pelanggaran terhadap kedaulatan negara ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, “Libanon tidak lagi akan menjadi pion dalam permainan siapa pun, maupun arena bagi perang siapa pun, dan kami tidak akan pernah menjadi itu lagi”.
Kritik terhadap Hizbullah dan Iran
Menurut laporan Arab News, Aoun mengkritik serangan roket Hizbullah ke wilayah Israel utara yang memicu eskalasi konflik terbaru. Ia juga menyoroti peran Iran dalam mempersenjatai dan mendukung kelompok tersebut.
Aoun menyebut kedua tindakan itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Libanon. Ia kembali menegaskan komitmennya untuk melucuti kelompok bersenjata non-negara, termasuk Hizbullah, serta memastikan negara memegang kendali penuh atas wilayahnya.
Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa keputusan nasional tidak akan didikte oleh pihak luar. Libanon, kata dia, akan berdiri berdasarkan kepentingan masyarakatnya sendiri, bukan kepentingan Iran atau sekutunya.
Libanon Desak Kesepakatan Permanen
Aoun menyatakan gencatan senjata saat ini harus menjadi langkah awal menuju perjanjian jangka panjang. Ia menyebut Libanon tengah memasuki fase transisi dari penghentian konflik sementara ke upaya membangun kesepakatan permanen.
“Tujuan kami jelas dan telah diumumkan: menghentikan agresi Israel terhadap tanah dan rakyat kami, memperoleh penarikan pasukan Israel, memperluas otoritas negara ke seluruh wilayahnya melalui kekuatannya sendiri, memastikan kembalinya para tahanan, serta memungkinkan keluarga kami kembali ke rumah dan desa mereka dengan aman, bebas, dan bermartabat,” kata Aoun.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang membantu meredakan konflik, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan negara-negara Arab, terutama Arab Saudi.
Meski gencatan senjata diberlakukan, Israel dilaporkan masih mempertahankan pasukannya di sejumlah wilayah Libanon selatan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan operasi terhadap Hizbullah “belum selesai”.
Sementara itu, kelompok Hizbullah menyatakan respons mereka akan bergantung pada perkembangan situasi. Konflik yang berlangsung lebih dari sebulan itu menewaskan lebih dari 2.200 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3190057/original/069392400_1595662626-muslim-woman-praying_23-2147794180.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450827/original/035534900_1766196455-berdoa_di_pagi_hari.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)