Remaja Perempuan Lebih Rentan Depresi Akibat Media Sosial

6 hours ago 6

PENELITIAN terbaru dari Murdoch Children's Research Institute (MCRI) dan Deakin University, Australia, mendapati remaja perempuan sebagai individu paling rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat penggunaan media sosial. Kesimpulan ini didapatkan setelah meneliti hampir 1.200 anak muda di Melbourne dalam kurun waktu 10 tahun.

Para peneliti melacak kebiasaan ribuan remaja tersebut untuk melihat dampak durasi penggunaan media sosial terhadap kondisi psikologis mereka. Hasilnya, saat memasuki usia 17 dan 18 tahun, laki-laki dan perempuan menghabiskan waktu lebih dari dua jam sehari di depan layar gawai mereka.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Meski sama-sama menggunakan media sosial, risiko yang ditimbulkan akibat aktivitas mereka di dunia maya terlihat sangat kontras. Studi ini memetakan risiko depresi bagi perempuan akibat penggunaan media sosial lebih tinggi dua kali lipat dibanding laki-laki.

“Awal masa remaja menonjol sebagai fase kritis ketika tingkat penggunaan media sosial yang lebih tinggi terkait erat dengan risiko masalah kesehatan mental yang lebih besar,” kata salah seorang peneliti, Nandi Vijayakumar, dikutip dari Earth pada Senin, 22 Juni 2026.

Kondisi tersebut bukan terjadi tanpa sebab. Menurut studi ini, anak perempuan biasanya mencapai fase pubertas satu atau dua tahun lebih dulu daripada anak laki-laki, dan bagian otak yang menangani perasaan yang kuat masih dalam masa pertumbuhan. Semua ini terjadi tepat saat mereka membuka akun media sosial pertamanya, dan menghadapi perbandingan, konflik, dan konten yang tidak baik.

Studi di Inggris yang dikutip penelitian ini juga menemukan hal yang hampir sama. Gadis-gadis berusia 11 hingga 13 tahun yang lebih sering menggunakan media sosial melaporkan merasa kurang puas dengan kehidupan setahun kemudian, sementara remaja yang lebih tua tidak menunjukkan perubahan seperti itu.

Namun, di sisi lain para peneliti tak sepenuhnya sepakat dengan pendapat bahwa media sosial membawa dampak buruk terhadap para remaja. Masih ada nilai-nilai positif yang terkandung dalam platform ini jika digunakan dan dikelola dengan baik oleh penggunanya. Studi ini juga memaparkan banyak remaja mendapatkan penghasilan dan dukungan pertemanan yang kuat melalui platform online tersebut.

Seorang peneliti yang ikut terlibat dalam studi ini, Susan Sawyer, turut menyoroti regulasi teranyar ihwal media sosial yang dikeluarkan oleh pemerintah Australia. Kata dia, kebijakan ini terbentuk dari polemik dampak buruk media sosial terhadap kekhawatiran kesehatan mental para remaja di negara tersebut.

“Hal ini memperkuat perlunya batasan yang sesuai dengan usia, program pendidikan dan literasi yang lebih baik, serta panduan orang tua yang lebih jelas,” kata Sawyer.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |